Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mungkinkah Susah Hamil Karena Faktor Keturunan?

    Mungkinkah Susah Hamil Karena Faktor Keturunan?

    Jika Anda sedang berusaha hamil, Anda tidak hanya memerlukan persiapan fisik. Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan adalah riwayat kesehatan keluarga Anda dan suami. Meskipun tidak seluruh masalah kesuburan disebabkan oleh faktor genetik atau riwayat keluarga, susah hamil karena faktor keturunan mungkin saja terjadi. Penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal seputar riwayat kesehatan keluarga.

    Ketahui riwayat kesehatan keluarga Anda dan pasangan

    Sebelum hamil cobalah untuk berbicara dengan ibu Anda atau bahkan nenek mengenai kehamilan mereka. Cobalah cari tahu seberapa mudah atau sulit mereka untuk hamil. Jika sulit bisa jadi hal tersebut juga terjadi pada Anda. Tidak hanya peluang kehamilan, Anda juga perlu menanyakan masalah-masalah saat kehamilan.

    Faktor keturunan juga memengaruhi kemungkinan komplikasi seperti preeklampsia dan diabetes. Meskipun hal ini menakutkan, Anda perlu mengetahuinya sejak awal sehingga Anda bisa melihat risiko kehamilan yang dihadapi. Kondisi ini juga membantu Anda untuk memersiapkan diri secara fisik dan mental. Cari tahu apakah ada kelainan kromosom atau kelainan gen dalam riwayat kesehatan keluarga Anda dan suami.

    Jika telah mengetahui penyebab susah hamil karena faktor keturunan, ada baiknya Anda langsung menghubungi dokter tanpa perlu menunggu waktu lama. Kelainan kromosom atau gen juga perlu dikonsultasikan karena kondisi ini berpotensi menyebabkan anak cacat. Anda bisa mendapatkan cara untuk mencegah terjadinya risiko masalah kesehatan. Tidak hanya menjadi cepat hamil, Anda juga menjadi memiliki kehamilan yang lebih sehat.

    Penyakit yang menyebabkan susah hamil karena faktor keturunan

    Menurut dr. Janelle Luk, dari Neway Fertility di Manhattan, AS, salah satu faktor penyebab ketidaksuburan adalah riwayat keluarga. Kalau orangtua Anda sulit mendapatkan keturunan, maka jangan heran jika hal itu juga Anda alami sekarang. Faktor ketidaksuburan pria, misalnya, bisa diturunkan dari kakek ke ayah kemudian ke anak. Wanita yang mengalami menopause dini pun mengalami hal yang sama.

    Gangguan gen tunggal Y-linked adalah kondisi di mana pria menurunkan penyakit atau kelainan khusus kepada anak laki-lakinya saja. Sedangkan anak perempuan tidak sakit dan juga tidak membawa sifat (carrier) penyakit tersebut. Berdasarkan penelitian, jenis-jenis penyakit yang masuk dalam kategori ini yaitu infertilitas atau kemandulan.

    Sebenarnya, banyak pria yang menderita penyakit ini. Namun, sulit ditemukan bila tidak dilakukan pemeriksaan pada sel sperma. Pada kasus ini sel sperma jumlahnya sangat kurang, atau malas bergerak untuk menyatu dengan sel telur, sehingga sulit untuk terjadinya pembuahan. Lima sampai 10 persen kasus azoospermia (kurangnya jumlah sel sperma) disebabkan oleh kerusakan pada kromosom Y.

    Sebagian besar pria tidak subur ini akhirnya dapat memiliki keturunan melalui teknologi bayi tabung. Walau berhasil, anak hasil dari bayi tabung dipastikan akan menurunkan hal yang sama seperti ayahnya, sebab kerusakan terjadi pada kromosom Y.

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    The genetic basis of infertility. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12814343. Accessed 16/07/2017.

    Genetic Causes of Female Infertility. https://fertilitynj.com/infertility/female-infertility/genetic-causes/. Accessed 16/07/2017.

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui Nov 24, 2020
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus
    Next article: