Melansir dari laman Yale Medicine, induksi ovulasi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pemberian obat-obatan secara oral dan suntik.
Dokter akan memulai pengobatan dengan USG dan tes darah pada hari ketiga siklus menstruasi Anda untuk mengetahui jumlah dan ukuran awal folikel atau kantong tempat berkembangnya sel telur serta kondisi hormon.
Semakin besar ukuran folikel, semakin besar pula kemungkinannya mengandung sel telur matang yang siap dibuahi.
Setelah itu, dokter akan meresepkan clomiphene untuk diminum selama lima hari, tepatnya hari ke-3–7 atau 5–9 siklus menstruasi.
Khusus bagi pasien yang resisten/kebal terhadap clomiphene, misalnya wanita dengan PCOS, dokter biasanya akan meresepkan letrozole sebagai pengganti.
Cara kerja induksi ovulasi dengan clomiphene adalah meningkatkan kadar follicle-stimulating hormone (FSH) sehingga folikel terus berkembang.
Selama pengobatan, dokter mungkin meminta Anda menjalani pemeriksaan USG dan tes darah rutin untuk melihat perkembangan ukuran folikel.
Jika pengobatan oral tidak berhasil, dokter akan langsung memberikan suntikan untuk merangsang FSH. Namun, sebelumnya, dokter akan melakukan USG dan tes darah yang serupa.
Suntikan perangsang hormon akan diberikan selama 6–10 hari, tergantung respons tubuh tiap pasien.
Jika folikel sudah semakin berkembang, dokter akan melanjutkan pengobatan dengan pemberian suntikan human chorionic gonadotropin (hCG) yang memicu ovulasi.
Dokter mungkin meminta Anda melakukan pemantauan sel telur yang lebih sering saat menggunakan metode ini.
Pasalnya, rangsangan hCG dikenal cukup kuat sehingga meningkatkan risiko kehamilan ganda dan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS).
Pada akhir masa pengobatan, dokter akan menentukan waktu terbaik untuk berhubungan seksual.
Namun, jika peluang kehamilan masih cukup kecil, dokter bisa menyarankan melanjutkannya dengan inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI).
Ovulation induction memang kerap dipilih menjadi metode pertama untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Pasalnya, jika dibandingkan dengan metode lain, seperti inseminasi buatan atau bayi tabung, induksi ovulasi memerlukan biaya yang lebih rendah dengan risiko lebih kecil.
Meski begitu, induksi ovulasi tidak selalu berhasil dilakukan dalam satu kali siklus menstruasi. Usaha ini bisa dilakukan hingga enam kali siklus menstruasi.
Untuk meningkatkan peluang keberhasilan prosedur ini, dokter mungkin juga menyarankan perbaikan gaya hidup selama masa pengobatan.
Mengingat usaha untuk meningkatkan kesuburan ini mungkin tidak mudah, jangan ragu meminta dukungan dari orang terdekat, terutama suami Anda.
Kesimpulan
- Induksi ovulasi adalah perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki jadwal ovulasi, kualitas sel telur, dan meningkatkan jumlah sel telur yang dihasilkan setiap bulan.
- Tindakan ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pemberian obat-obatan secara oral dan suntik.
- Anda mungkin perlu menjalaninya hingga selama enam kali siklu menstruasi untuk mendapatkan hasilnya.