6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Perempuan atau laki-laki, beberapa pasangan mungkin tidak mempermasalahkan jenis kelamin bayinya yang sedang dalam kandungan. Namun, pastinya Anda penasaran akan melahirkan bayi laki-laki atau perempuan.

Mungkin terdapat beberapa faktor jenis kelamin bayi yang dipengaruhi oleh Anda. Secara tidak sengaja mungkin faktor-faktor ini turut andil dalam menentukan bayi Anda membawa kromosom XX (perempuan) atau XY (laki-laki).

6 hal yang “katanya” mempengaruhi jenis kelamin bayi

Beragam anggapan muncul di masyarakat, bahwa terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi, seperti makanan yang biasa Anda makan, waktu Anda berhubungan seks, waktu Anda ovulasi, atau hal-hal lainnya. Mungkin Anda ingin memiliki bayi laki-laki, tetapi pasangan Anda menginginkan perempuan. Sayangnya, tidak ada bukti medis kuat yang membuktikan bahwa ada cara pasti yang dapat membuat Anda bisa ikut menentukan jenis kelamin bayi seperti yang Anda inginkan.

1. Waktu berhubungan seksual

Waktu berhubungan seksual dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Konsepsi atau pembuahan merupakan bertemunya sel sperma dan sel telur. Terdapat teori yang mengatakan bahwa sperma yang membawa kromosom Y dapat berenang lebih cepat dan cepat mati sebelum pembuahan terjadi, sedangkan sperma yang membawa kromosom X berenang lebih lambat tetapi lebih kuat. Sehingga berhubungan seksual dalam waktu dekat ovulasi dapat menghasilkan bayi laki-laki, sedangkan berhubungan seksual beberapa hari sebelum ovulasi dapat menghasilkan bayi perempuan.

Namun, teori ini masih diperdebatkan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine tahun 1995 menemukan tidak ada hubungan antara waktu berhubungan seksual dengan jenis kelamin bayi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan ini.

2. Posisi berhubungan seksual

Beberapa orang juga percaya bahwa posisi saat berhubungan seksual dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Kepercayaan ini menyebutkan bahwa jika Anda menginginkan bayi laki-laki sebaiknya menggunakan posisi berdiri saat berhubungan seksual dan jika Anda menginginkan bayi perempuan sebaiknya dalam posisi misionaris. Namun, hal ini hanyalah mitos yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Mitos lain yang berkembang, yaitu membuat vagina dalam suasana asam untuk mendapatkan bayi berjenis kelamin perempuan dan membuat vagina dalam suasana basa untuk mendapatkan bayi berjenis kelamin laki-laki. Dan hal ini juga belum dapat dibuktikan kebenarannya.

3. Makanan yang Anda makan

Beberapa penelitian mengaitkan antara jumlah kalori yang dimakan dan jenis kelamin bayi, seperti pada penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the Royal Society B tahun 2008. Penelitian ini menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori pada satu tahun sebelum konsepsi, terutama yang makan sereal saat sarapan dan makan makanan tinggi kalium, memiliki kemungkinan untuk mendapatkan bayi laki-laki lebih tinggi daripada wanita yang melewatkan sarapan dan mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Namun, penelitian pada tahun 2009 pada jurnal yang sama membantah hal itu dan menganggapnya hanya sebuah kebetulan. Banyak kepercayaan yang berkembang di masyarakat yang mengatakan bahwa makanan yang ibu makan dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Tetapi, sekali lagi ini hanya mitos yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.

4. Riwayat keluarga

Beberapa orang mungkin menebak-nebak jenis kelamin bayi yang akan lahir dengan melihat riwayat keluarganya, seperti jumlah anak laki-laki dan perempuan yang sudah ada dalam keluarga. Mungkin ada beberapa keluarga dengan kecenderungan genetik seperti ini, tetapi tidak berlaku untuk semua. Lagi-lagi, ini merupakan suatu kebetulan, belum ada penelitian yang dapat membuktikan hal ini.

5. Tingkat stres

Beberapa peneliti berasumsi bahwa sperma pembawa kromosom Y rentan terhadap tingkat stres psikologis yang tinggi, sehingga ibu atau ayah yang mengalami stres akan lebih mungkin memiliki bayi perempuan. Namun, hal ini masih berupa spekulasi dan belum terbukti memiliki dampak yang nyata pada jenis kelamin bayi.

6. Teknik fertilisasi in vitro alias bayi tabung

Berdasarkan sebuah penelitian dari University of New South Wales di Australia tahun 2010, jenis kelamin bayi laki-laki atau perempuan mungkin tergantung pada teknik fertilisasi in fitro (bayi tabung) yang digunakan. Peneliti menemukan bahwa persentase bayi laki-laki menjadi sekitar 49% ketika pasangan memilih untuk injeksi sperma intracytoplasmic, di mana sperma disuntikkan langsung ke dalam telur, dan sel telur yang telah dibuahi dipindahkan ke dalam rahim pada tahap pembelahan, yaitu sekitar dua atau tiga hari setelah sperma disuntikkan.

Pada teknik lain, persentase bayi laki-laki naik menjadi 56%. Hal ini terjadi ketika standar fertilisasi in vitro dilakukan. Sel telur dan sperma dicampur dalam sebuah piring (bukan disuntikkan) dan embrio (sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma) dipindahkan ke dalam rahim pada tahap blastokista, yaitu sekitar empat hari setelah sel sperma membuahi sel telur. Alasan yang mendasari hal ini tidak diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan berhubungan dengan lamanya waktu embrio dikultur di laboratorium. Bayi laki-laki mungkin lebih kuat, sehingga memungkinkan embrio mampu bertahan lebih lama di luar tubuh.

Benarkah hal tersebut mempengaruhi jenis kelamin bayi?

Sangat sedikit penelitian yang membuktikan faktor-faktor tersebut benar-benar berdampak pada jenis kelamin bayi Anda. Bahkan beberapa ahli menganggapnya hanya sebuah kebetulan, tidak ada yang benar-benar dapat dilakukan untuk bisa menentukan jenis kelamin dari bayi Anda. Dilansir dari webMD, Steven Ory, seorang ahli endokrinologi reproduksi, mengatakan bahwa tidak ada hal yang benar-benar dapat mempengaruhi pemilihan jenis kelamin bayi Anda. Anda memiliki kemungkinan 50-50 untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan. Lagipula, tidak ada bedanya antara bayi laki-laki atau perempuan, mereka mempunyai keistimewaan masing-masing. Anda hanya perlu menikmati kejutan yang diberikan saat bayi lahir.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

    Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020