Benarkah Aspartam Dalam Minuman Bersoda Bikin Susah Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan minum minuman bersoda terkait dengan berbagai gangguan kesehatan tertentu, seperti stroke, hipertensi, obesitas, gangguan ginjal, hingga kanker. Nah, beberapa penelitian mengemukakan bahwa kandungan aspartam dalam minuman soda bisa membuat wanita jadi kurang subur. Kenapa begitu?

Apa itu aspartam?

Aspartam adalah gula buatan yang terbuat dari asam aspartat dan fenilalanin. Rasanya 200 kali lipat manisnya daripada gula biasa, tapi lebih rendah kalori. Meski rasanya sangat manis, aspartam tidak memengaruhi kondisi gula darah. Itu sebabnya aspartam sering digunakan sebagai pengganti gula pasir bagi pengidap diabetes.

Apakah aspartam aman dikonsumsi?

Aspartam telah disetujui oleh FDA sebagai pemanis buatan yang aman untuk dikonsumsi sejak tahun 1981 silam. BPOM pun mengizinkan penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan, tapi dengan jumlah yang dibatasi.

BPOM menyatakan bahwa asupan aspartam yang diperbolehkan adalah sebanyak 40 mg/kg berat badan per hari. Meski begitu, kenyataannya jumlah aspartam yang Anda konsumsi sehari-hari hanya 10 persen dari batas rekomendasi tersebut. Ini karena rasa aspartam sudah sangat manis, sehingga pemakaian dalam jumlah yang sedikit saja sudah mampu memberikan rasa yang teramat manis.

Aspartam dalam minuman bersoda tidak menyebabkan mandul

Sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah akurat yang berhasil membuktikan bahwa aspartam bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan.

Hal senada juga ditemukan oleh penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa aspartam tidak menyebabkan gangguan reproduksi pada seseorang. Hasil penelitian ini telah diuji pada tikus, hamster dan kelinci. Mereka diberi asupan aspartam sebanyak 1.600 mg/kg berat badan aspartam per hari untuk kelinci dan 4.000 mg/kg berat badan aspartam per hari untuk hewan pengerat seperti tikus dan hamster.

Sedangkan untuk penelitian klinis manusia diberikan dosis 75 mg/kg berat badan per hari. Penelitian ini berlangsung selama 24 minggu atau 6 bulan. Hasilnya, aspartam sama sekali tidak berpengaruh pada masalah reproduksi seseorang dan tidak menyebabkan kemandulan.

Aspartam aman dikonsumsi, tapi Anda tetap harus membatasi makanan dan minuman manis agar tidak memicu berbagai risiko kesehatan di kemudian hari, terutama obesitas dan diabetes. Meskipun begitu, ingat bahwa obesitas adalah akar dari berbagai macam penyakit kronis. Obesitas dan diabetes pun sudah lama terkait dengan masalah kesuburan dalam jangka panjang.

Daripada mengonsumsi makanan dan minuman manis, Anda dianjurkan memperbanyak asupan makanan sehat dari buah dan sayuran untuk meningkatkan kesuburan.

Berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mandul

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, aspartam dalam minuman bersoda tidak menyebabkan seseorang mandul. Sebenarnya, ada banyak faktor risiko lainnya yang jadi penyebab seseorang mandul. Beberapa faktor risiko paling umum di antaranya:

  • Penyakit, seperti diabetes dan hipotiroidisme dapat mengurangi kesuburan Anda.
  • Penggunaan obat-obatan. Penggunaan insulin, antidepresan, obat kemoterapi, dan beberapa obat hipertensi juga juga dapat menjadi faktor kemandulan, termasuk masalah dengan produksi sperma atau kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.
  • Merokok dan minum alkohol. Pada wanita, merokok menyebabkan masalah pembuahaan. Sementara mengonsumsi minuman secara berlebihan dapat menyebabkan kemandulan, baik bagi pria atau wanita.
  • Menopause dini. Kemandulan pada perempuan juga dapat terjadi karena menopause dini, di mana indung telur sudah tidak melepaskan telur lagi sebelum usia 40 tahun.
  • Masalah berat badan. Terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat menyebabkan masalah kemandulan. Selain itu, kebiasaan diet yang berlebihan atau terlalu banyak olahraga juga dapat membawa masalah bagi kesuburan.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter mengenai masalah kesuburan Anda, untuk benar-benar dapat mengetahui penyebab pasti sekaligus pengobatannya.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Impoten (Disfungsi Ereksi)

Impoten (disfungsi ereksi) adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Histeroskopi

Histerospkopi adalah tes yang dapat mendeteksi masalah rahim seperti polip dan kanker endometrium. Kenali proses dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan, Operasi A-Z 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Hipogonadisme

%%title%% adalah kelainan pada fungsi testis dan ovarium. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan hipogonadisme di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Konten Bersponsor
hipogonadisme
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
mioma uteri atau fibroid rahim

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pcos atau sindrom ovarium polikistik adalah

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 17 menit
retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograde

Ejakulasi Retrogade

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit