Benarkah Menunda Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah Punya Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan merupakan suatu hal yang perlu diputuskan lewat perencanaan matang. Itu pula yang mungkin menjadi alasan beberapa pasangan untuk menunda kehamilan hingga benar-benar dirasa siap. Namun, ada sebuah anggapan yang berkembang bahwa menunda kehamilan dapat membuat seseorang susah punya anak di kemudian hari. Benarkah hal tersebut?

Bisakah menunda kehamilan menyebabkan susah punya anak?

Menunda kehamilan sebenarnya tidak secara langsung membuat Anda sulit memiliki anak. Namun, perlu diketahui bahwa tingkat kesuburan akan semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Menunda kehamilan berarti akan membuat Anda hamil di usia yang lebih tua lagi. Sementara itu, usia terbaik untuk hamil adalah di bawah 30 tahun. Begitu menginjak usia 30 tahun, peluang untuk hamil akan menurun.

diabetes penyebab susah hamil

Penurunan tingkat kesuburan wanita semakin tampak saat usianya mencapai 35 tahun. Ketika berusia 40 tahun, peluang untuk hamil semakin menurun hingga tak lebih dari 5 persen. Mungkin, ini pula yang jadi salah satu sebab menunda kehamilan menyebabkan Anda jadi susah memiliki anak.

Pada kasus tertentu, Anda mungkin saja disarankan menunda kehamilan karena suatu kondisi. Misalnya, kesehatan Anda belum mumpuni untuk hamil kembali, terdapat penyakit yang harus diatasi terlebih dulu, atau Anda belum lama melahirkan.

Selama Anda masih berusia di bawah 30 tahun serta memiliki catatan kesuburan yang baik bersama pasangan, menunda kehamilan semestinya tidak menjadi penghalang untuk memiliki keturunan.

Anda bisa merencanakan kehamilan setelah mengatasi faktor-faktor yang sebelumnya membuat Anda harus menunda. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan agar rencana kehamilan berjalan dengan baik dan efektif.

Dampak menunda kehamilan terlalu lama

terlalu tua untuk hamil

Tidak semua orang yang menunda kehamilan akan susah punya anak. Meski demikian, waktu yang Anda pilih untuk merencanakan kehamilan cukup berpengaruh terhadap peluang Anda untuk hamil di masa yang akan datang.

Mengacu pada penelitian dalam jurnal Fetal Diagnosis and Therapy serta beberapa sumber lainnya, menunda kehamilan terlalu lama bisa menimbulkan risiko saat kehamilan benar-benar terjadi. Pasalnya, Anda akan hamil dalam usia yang lebih tua.

Berikut adalah deretan risiko yang dapat terjadi:

1. Meningkatnya risiko kehamilan ektopik

Usia Anda akan terus bertambah selama menunda kehamilan, dan risiko kehamilan ektopik meningkat seiring bertambahnya usia. Pada kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang di dalam rahim, tetapi justru di tuba falopi.

Kehamilan ektopik adalah kondisi darurat yang harus ditangani dengan segera. Embrio perlu dikeluarkan melalui operasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada tuba falopi.

2. Adanya kemungkinan kelainan genetik

Menunda kehamilan hingga usia 35 tahun ke atas juga bisa menyebabkan seseorang susah punya anak karena adanya kemungkinan kelainan genetik pada calon bayi. Hal ini disebabkan karena peluang terjadinya kesalahan pembelahan kromosom akan meningkat seiring pertambahan usia.

Beberapa kelainan genetik mengakibatkan bayi lahir dengan kecacatan atau keterbelakangan mental. Pada kasus yang lebih parah, kelainan genetik dapat berakibat fatal bagi bayi.

3. Risiko janin mati dalam kandungan

Tidak semua wanita yang menunda kehamilan berisiko tinggi mengalami kematian janin dalam kandungan. Akan tetapi, menunda kehamilan hingga usia 35 tahun ke atas dapat meningkatkan risiko faktor-faktor pemicunya.

Faktor-faktor tersebut adalah intrauterine growth restriction (IUGR) dan persalinan prematur. Ibu hamil berusia 35 tahun ke atas, ditambah dengan kedua risiko ini, harus sangat berhati-hati karena kehamilannya tergolong berisiko tinggi.

4. Ibu hamil lebih berisiko mengalami komplikasi

Semakin lama Anda menunda kehamilan, semakin bertambah pula peluang terjadinya obesitas, hipertensi, diabetes gestasional, serta komplikasi lain yang membuat Anda lebih sulit untuk punya anak.

Komplikasi kehamilan pun tidak hanya berbahaya bagi kesehatan janin, tapi juga sang ibu. Guna menurunkan risiko komplikasi, ibu sebaiknya mengusahakan kehamilan pada usia produktif dan menjalani gaya hidup sehat.

Menunda kehamilan dapat menjadi pilihan tepat bagi pasangan yang ingin betul-betul mempersiapkan diri. Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kemampuan tubuh untuk hamil dan memelihara janin akan berkurang seiring waktu.

Waktu terbaik untuk hamil adalah sebelum usia 30 tahun. Pada periode ini, tingkat kesuburan masih baik, tubuh masih cukup fit, dan peluang munculnya penyakit tidak begitu besar. Kehamilan pun bisa berlangsung baik dengan risiko minimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi. Apa saja tes tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Intra Uterine Growth Restriction (IUGR): Ketika Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan

IUGR adalah komplikasi yang harus diwaspadai ibu di setiap kehamilan. Kenali penyebab dan apa saja tanda-tanda janin tidak berkembang dalam kandungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11/06/2019 . Waktu baca 11 menit

Hati-hati, Sakit Perut Bawah Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Sakit perut bagian bawah bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius, baik pada wanita maupun pria. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Kerap Dikira Sama, Ini Beda Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Sering dikira sama, hamil anggur beda dengan hamil di luar kandungan meski gejalanya mirip. Lantas apa perbedaan dari keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit
hormon-gnrh

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab janin tidak terlihat di USG

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 02/03/2020 . Waktu baca 4 menit
sering ganja susah hamil

Benarkah Sering Pakai Ganja Menyebabkan Susah Hamil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19/11/2019 . Waktu baca 3 menit