backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Kenapa Program Bayi Tabung Sering Menghasilkan Anak Kembar?

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 02/06/2021

Kenapa Program Bayi Tabung Sering Menghasilkan Anak Kembar?

Program bayi tabung, atau disebut juga fertilisasi in vitro (IVF), merupakan salah satu pilihan untuk membantu banyak pasangan memiliki momongan. Menariknya, banyak kehamilan kembar yang berasal dari program bayi tabung. Kenapa bisa hamil anak kembar dari bayi tabung?

Kenapa bisa hamil anak kembar dari bayi tabung (IFV)

Program bayi tabung melibatkan pengambilan sampel sel telur wanita untuk dibuahi oleh sperma pria di dalam cawan petri. Sel telur yang sudah dibuahi, kini disebut embrio, kemudian diinkubasi selama beberapa hari sebelum akhirnya dimasukkan kembali ke rahim. Setelahnya embrio akan bertumbuh kembang menjadi janin seperti layaknya kehamilan pada umumnya.

Peluang hamil anak kembar dari bayi tabung bisa mencapai 20-40 persen. Ini artinya, setiap satu dari 4 kehamilan merupakan kehamilan kembar. Ini semua tergantung dari seberapa banyak embrio yang ditanamkan di rahim. Biasanya, dokter akan memasukkan banyak embrio dalam satu waktu untuk meningkatkan peluang sukses hamil.

Dari sekian banyak embrio itu, mungkin ada lebih dari satu embrio yang tumbuh menjadi janin. Inilah kenapa peluang hamil anak kembar dari bayi tabung bisa cukup tinggi. Bahkan bukan hanya kembar dua, tapi bisa lebih.

Apakah semua program bayi tabung pasti akan memghasilkan anak kembar?

Sebenarnya tidak ada jawaban pastinya. Bila Anda hanya menginginkan untuk satu embrio saja yang ditanamkan, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa hamil kembar. Meski begitu, satu embrio tersebut bisa saja membelah dua menjadi anak kembar. Anak kembar yang berasal dari satu embrio diswbut dengan kembar identik.

Program bayi tabung tidak selalu berhasil

Terlepas dari berapapun embrio yang ditanaman, peluang keberhasilan bayi tabung hanya sekitar 20-35 persen. Peluang sukses hamil akan tergantung dari kondisi sel telur dan sperma yang digunakan.

Usia calon ibu juga memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan program bayi tabung. Wanita yang berusia di bawah 35 berpeluang hingga 39,6 persen untuk memiliki bayi dari program IVF, sementara wanita berusia di atas 40 tahun hanya berpeluang sekitar 11,5 persen. Wanita yang lebih muda memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi karena kualitas sel telurnya masih terbilang baik.

Kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menghambat kesuksesan prosedur IVF Anda, termasuk tumor fibroid, gangguan indung telur, tingkat hormon abnormal, dan kelainan rahim. Wanita yang memiliki kondisi-kondisi terkait masalah sistem reproduksi memiliki peluang lebih rendah untuk bisa sukses hamil dari bayi tabung.

Tapi, Anda dan pasangan jangan putus asa dulu.

Tes DNA embrio bisa meningkatkan peluang sukses hamil bayi tabung

Baru- baru ini sebuah penelitian dari University of Oxford dan Genetics Laboratory Reprogenetics di Inggris. menyatakan bahwa melakukan tes DNA pada embrio dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung hingga 75-80 persen. Bahkan para peneliti menyatakan bahwa tes ini juga menambah peluang hamil bagi wanita berusia di atas 30 tahun.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 02/06/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan