Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Frozen Embryo Transfer, Teknologi Baru dalam Prosedur Bayi Tabung

Frozen Embryo Transfer, Teknologi Baru dalam Prosedur Bayi Tabung

Salah satu metode terbaru dari prosedur program bayi tabung yaitu teknologi baru yang disebut dengan frozen embryo transfer atau transfer embrio beku. Metode ini merupakan pengembangan yang dilakukan oleh para pakar guna meningkatkan peluang kehamilan.

Sebagaimana diketahui, prosedur bayi tabung atau IVF merupakan salah satu alternatif bagi pasangan yang telah bertahun-tahun mencoba hamil. Jadi, seperti apa prosedur dari frozen embryo transfer, dan apakah prosedur ini lebih manjur daripada program bayi tabung biasa?

Prosedur frozen embryo transfer dalam program bayi tabung

Untuk memahami transfer embrio beku , maka Anda perlu terlebih dahulu memahami program bayi tabung atau IVF. Prosedur ini dimulai dengan mengambil sampel sel telur dari wanita dan sampel sperma dari pria, untuk kemudian digabungkan secara manual dalam kaca petri sampai terjadi pembuahan di luar tubuh.

Sel telur yang sudah dibuahi, kini disebut embrio, kemudian “diinap” selama beberapa hari di laboratorium sebelum akhirnya dimasukkan kembali ke rahim lewat sebuah tabung tipis. Dari sini, embrio akan bertumbuh kembang menjadi janin dan ibu akan menjalani kehamilan seperti pada umumnya.

Biasanya sampel sel telur dan sperma yang diambil dari masing-masing pihak tidak cuma satu. Dari sekian banyak yang terambil, dokter akan memilih beberapa sel telur dan sperma untuk dipertemukan agar sukses menjadi embrio.

Kemungkinan selama program bayi tabung mungkin saja menghasilkan banyak embrio. Umumnya dokter akan memasukkan satu “kandidat” embrio terbaik yang paling berpeluang tinggi untuk sukses menjadi janin.

Nah, pada prosedur frozen embryo transfer, sisa embrio akan dibekukan dengan bantuan nitrogen cair dan disimpan dalam sebuah freezer khusus. Alat pendingin ini memiliki suhu -200ºC sebagai rencana cadangan.

Apabila embrio yang pertama kali dimasukkan gagal berkembang dalam rahim, maka Anda yang melakukan prosedur transfer embrio beku, dapat memanfaatkan embrio yang disimpan tersebut. Selain itu, embrio yang disimpan juga dapat digunakan untuk kehamilan yang berikutnya.

Metode frozen embryo transfer ini juga bisa Anda pilih untuk rencana mencoba hamil di masa depan apabila saat ini Anda masih belum siap punya anak atas alasan apa pun.

Embrio yang telah dibekukan dalam frozen embryo transfer ini bisa disimpan hingga bertahun-tahun. Rekor bahkan mencatat seorang wanita melahirkan bayi dari embrio yang telah dibekukan selama 24 tahun menggunakan metode frozen embryo transfer.

Frozen embryo transfer meningkatkan peluang hamil

Keputusan untuk membekukan embrio tambahan menggunakan metode transfer embiro beku bisa membantu Anda menghemat waktu, uang dan juga stres fisik dan emosional untuk menjalani program IVF dari awal lagi.

Waktu dibutuhkan sejak embrio keluar dari freezer hingga siap dimasukkan kembali ke dalam rahim, hanya sekitar 40-60 menit.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa peluang hamil dari metode frozen embryo transfer lebih baik daripada memasukkan embrio segar. Berbagai studi lain juga menemukan, transfer embrio beku mungkin memiliki hasil akhir yang lebih baik untuk tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Membekukan embrio sama saja memberi waktu bagi Anda menyiapkan rahim hingga sebaik mungkin untuk memfasilitasi tumbuh kembang bayi yang optimal. Sementara itu juga, embrio yang dibekukan dapat diusahakan agar berada dalam kondisi optimal untuk berkembang.

Bakal janin tersebut biasanya akan dibekukan di hari kelima atau keenam setelah pembuahan. Saat itu, embrio sedang berada pada fase terbaiknya untuk berkembang. Beberapa penelitian percaya bahwa embrio yang berhasil bertahan hidup setelah dibekukan bisa lebih kuat.

Rahim yang kuat dan sehat serta embrio yang berkualitas dapat meningkatkan keberhasilan bayi tabung.

Apakah sudah tersedia di Indonesia?

Jumlah klinik bayi tabung di Indonesia sampai saat ini ada 27 klinik di 11 kota besar — termasuk Jakarta, Medan, Padang, dan Denpasar. Meski begitu, klinik yang menyediakan frozen embryo transfer atau transfer embrio beku masih terbatas pada beberapa tempat tertentu saja mengingat sumber daya dan fasilitas yang juga masih terbatas.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan atau klinik bayi tabung yang Anda kunjungi, mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari prosedur transfer embrio beku berikut biaya yang dibutuhkan.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shi Y, Sun Y, Hao C, Zhang H, Wei D, Zhang Y, et. al. Transfer of Fresh versus Frozen Embryos in Ovulatory Women. N Engl J Med. 2018;378:126-136.

McLernon DJ, Steyerberg E, te Velde ER, Lee AJ, Bhattacharya S. Predicting the chances of a live birth after one or more complete cycles of in vitro fertilisation: population based study of linked cycle data from 113 873 women. BMJ. 2016; 355, doi: https://doi.org/10.1136/bmj.i5735.

Evans J, Hannan NJ, Edgell TA, Vollenhoven BJ, Lutjen PJ, Osianlis T, et. al. Fresh versus frozen embryo transfer: backing clinical decisions with scientific and clinical evidence. Hum Reprod. 2014;20(6):808-821.

Foto Penulis
Ditulis oleh dr. William Diperbarui 21/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x