4 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Sadar Bikin Pria Tidak Subur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Segera punya anak adalah impian banyak pasangan suami istri. Akan tetapi, karena satu dan lain hal, Anda mungkin saja tidak subur sehingga cukup sulit untuk mengusahakan keturunan. Nah, biasanya hanya wanita yang disalahkan bila pasutri belum juga dikaruniai anak. Padahal, kebiasaan yang dilakukan pria sehari-hari juga bisa jadi penyebab sulit punya anak. Apa saja kebiasaan yang bisa bikin pria tidak subur? Berikut informasi lengkapnya.

Mengenal kesuburan pria

Ada beberapa penyebab dari penurunan kesuburan pria, yaitu kelainan pada kelenjar hipotalamus, kelainan pada gonad, kelainan transpor sperma, hingga yang masih tidak diketahui penyebabnya.

Penyebab yang tidak diketahui ini cukup memakan porsi yang besar. Penyebab itu bisa jadi karena sperma yang tidak normal, jumlah sperma yang tidak cukup hingga masalah pada saat ejakulasi. Selain karena faktor genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan juga bisa menentukan kualitas sperma seseorang. 

Karena itu, Anda harus ekstra hati-hati dalam menjaga kualitas sperma kalau Anda sedang mengusahakan kehamilan bersama istri.

Kebiasaan sehari-hari yang mengurangi kesuburan pria

Jika memang kesuburan pria menyumbang angka ketidaksuburan cukup besar, kita harus tahu apa yang menjadi penyebabnya. Ternyata, kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari bisa meningkatkan risiko ketidaksuburan menurut kesehatan. Lalu, kebiasaan apa saja yang mengurangi kesuburan pria? Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

1. Minum minuman beralkohol

Sudah banyak penelitian yang menguak kaitan antara konsumsi alkohol berlebih pada pria dengan kesuburannya. Mary Ann Emanuele dan Nicholas Emanuele, dua peneliti dari Loyola University Stritch School of Medicine, Illionis, Amerika Serikat membahasnya dalam sebuah artikel dalam National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism.

Alkohol berdampak langsung pada sel yang memproduksi hormon testosteron. Ini menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi. Misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual. Alkohol juga memengaruhi fungsi dari sel dalam testis yang berperan dalam pematangan sperma.

Selain pada testis, alkohol juga mengurangi kinerja dari kelenjar pituitari pada otak Anda. Akibatnya, hormon penting untuk reproduksi yaitu luteinizing hormone dan follicle-stimulating hormone akan terhambat. Singkatnya, alkohol secara sinergis akan bekerja untuk mengurangi kesuburan pria dengan bekerja pada otak lewat hormon maupun langsung pada organ testis Anda.

2. Merokok

Hampir sama dengan pengaruh dari alkohol, zat-zat beracun dari rokok dapat menyebabkan berbagai masalah pada kualitas air mani Anda dan mengganggu keseimbangan hormon.

Namun, berbeda dari alkohol yang hanya memengaruhi diri Anda sendiri, yang perlu diperhatikan dari merokok adalah asap rokok yang menyebar dan akan memengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda sering merokok di depan istri, istri Anda bisa terkena dampaknya karena rokok terbukti meningkatkan risiko menurunnya kesuburan pada perempuan.

3. Sering begadang

Tidak sedikit pria yang tidur larut malam karena berbagai alasan, baik karena tuntutan pekerjaan, karena nongkrong dengan teman-teman, atau karena bersantai menonton televisi di rumah. Ternyata ini dapat mengurangi kesuburan pria karena mengurangi jumlah dari sperma yang dihasilkan.

Riset yang dilansir dari Live Science menemukan bahwa orang dengan durasi tidur yang paling sedikit mengalami penurunan jumlah sperma sampai 25 persen. Semakin sedikit jumlah sel sperma yang dikeluarkan, semakin sedikit pula yang berhasil bertahan hingga mencapai sel telur dalam organ reproduksi wanita.

4. Terlalu banyak mengonsumsi junk food

Ternyata terlalu banyak makan junk food (misalnya gorengan dan makanan cepat saji) bisa menyebabkan penurunan kesuburan hingga kemandulan. Mengapa begitu? Konsumsi kalori yang berlebihan dari junk food dapat meningkatkan berat badan Anda. Orang-orang dengan obesitas dan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi terhadap ketidaksuburan.

Bukti ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang dilansir dari Very Well. Riset ini menemukan bahwa para pria yang memiliki berat badan berlebih hampir dua kali berisiko untuk memiliki jumlah sperma lebih sedikit dan pergerakan sperma (menuju sel telur) yang lebih buruk. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi, bahkan sekalipun Anda cuma makan satu porsi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2020 . 5 menit baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca