Hati-Hati, Infeksi Saluran Kencing Bisa Bahayakan Kesuburan Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Wanita seringkali menjadi sasaran empuk di balik penyebab mengapa kebanyakan pasangan suami istri sulit punya momongan. Padahal, sebanyak 30 persen kasusnya justru disebabkan oleh pihak prianya yang tidak subur. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pria tidak subur. Salah satu penelitian yang diterbitkan di Science Daily menyebutkan bahwa 6-10 persen masalah kesuburan pria disebabkan oleh infeksi saluran kencing. 

Sayangnya, masih banyak pria yang tidak mengetahui apa saja gejalanya, sehingga masalah ini sering diabaikan begitu saja.

Infeksi saluran kencing pada pria sebenarnya jarang, tapi…

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kencing bagian bawah, mencakup kandung kemih (kantong urin) dan uretra (bukaan saluran). Biasanya, bakteri ini akan terbuang keluar saat Anda buang air kecil. Namun, jika masih ada yang tersisa, ini bisa memicu infeksi.

Ciri-ciri infeksi saluran kencing pada pria umumnya meliputi rasa sakit setiap buang air kecil dan peningkatan frekuensi bolak-balik kencing. Urin mungkin akan berwarna lebih gelap, berbau tidak sedap, atau mungkin bercampur darah. Anda juga mungkin akan mengalami demam dan sakit perut bagian bawah.

ISK jarang terjadi pada pria dewasa yang berusia di bawah 50 tahun, tapi risikonya bisa meningkat terus setelahnya.

Bagaimana infeksi saluran kencing bisa bikin pria tidak subur?

Sebanyak 15 persen kasus pria tidak subur disebabkan oleh peradangan pada saluran kencing akibat infeksi. Meski ISK tidak termasuk penyakit menular seksual, beberapa jenis bakteri penyebab ISK pada pria bisa menyebar lewat hubungan seksual. Bakteri itu termasuk chlamydia trachomatis (bakteri penyebab klamidia) atau E. coli.

Bakteri penyebab ISK dapat merangkak naik dari uretra atau kandung kemih menuju organ seks dalam seperti testis, prostat, dan epididimis dengan menumpang aliran darah. Ketiga organ seks ini berperan penting dalam produksi air mani dan sperma, berikut penyalurannya dalam bentuk ejakulasi. Prostat berfungsi untuk memproduksi air mani, yang kemudian mengalir masuk ke epididimis yang menjadi “gudang” produksi sperma, dan berakhir di testis sebagai tempat penampungan sementara dari air mani yang sudah terisi sperma. Sel sperma sangat sensitif terhadap infeksi, baik dari bakteri, parasit, virus, maupun jamur.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan prostat meradang dan membengkak, sebuah kondisi yang dinamakan prostatitis. Peradangan dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut pada saluran prostat yang menuju epididimis. Hal ini mengakibatkan volume air mani sedikit dan sel spermanya juga ikut sedikit. Setidaknya 10 persen pria yang mengalami prostatitis, bahkan air maninya bisa tidak mengandung sel sperma sama sekali (sperma encer). Pada kasus infeksi C. trachomatis, tidak hanya dampaknya mengganggu produksi air mani dan sel sperma, tapi juga ikut menimbulkan kerusakan DNA pada sperma yang ada. Kerusakan DNA sperma bisa memengaruhi proses pematangan sperma, termasuk jumlah, bentuk, dan geraknya.

Ketika kita membicarakan kesehatan sperma, ada tiga faktor penting yang perlu dipertimbangkan, yaitu jumlah sperma, bentuk (morfologi) sperma, dan gerakan (motilitas) sperma. Jika ada satu saja, atau bahkan lebih, kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka risiko pria terhadap masalah kesuburan atau kemandulan bisa meningkat.

Ditambah lagi, setidaknya 60 persen pria mengalami pengecilan ukuran testis (atrofi testis). Testis yang mengecil merupakan komplikasi epipidimitis akut yang paling ditakuti dan berisiko tinggi menyebabkan ketidaksuburan pada pria.

Apakah infeksi saluran kencing dapat disembuhkan?

Kebanyakan kasus infeksi saluran kencing dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter. Pasien biasanya mengonsumsi antibiotik selama 3-10 hari. Antinyeri seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri, tapi konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengombinasikan antibiotik resep Anda dengan obat bebas.

Sementara dalam terapi pengobatan, perbanyaklah minum air untuk membantu mengeluarkan urin. Bisa juga dengan minum jus buah asli dan suplemen vitamin C untuk meningkatkan keasaman urin yang akan sangat membantu proses penyembuhan. Selain itu, jagalah kebersihan penis untuk menghindari kuman yang berpindah tempat ke saluran kencing.

Jika masalah kesuburan telah terlanjur terjadi, dr. Laurence A. Jacobs dalam blog pribadinya menyebutkan bahwa ada dua cara yang dapat dilakukan mempertahankan keturunan, di antaranya adalah dengan proses bayi tabung khusus pria tidak subur yang disebut Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) atau lewat inseminasi buatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca