Mengenal ICSI, Program Bayi Tabung untuk Pria yang Tidak Subur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat pasangan susah punya anak, sering kali dianggap bahwa pihak istri lah yang tidak mampu atau tidak subur. Tetapi tidak jarang juga, suami atau pihak prialah yangmempunyai masalah kesuburan dan mengakibatkan susah punya anak. Namun sekarang ini banyak solusi yang ditawarkan oleh kemajuan bidang medis untuk memiliki anak dengan lebih mudah dan membantu pasangan yang mengalami masalah reproduksi sehingga susah punya anak. Salah satu solusi yang dapat membantu pria yang bermasalah dengan kesuburannya tetapi ingin memiliki anak adalah dengan melakukan metode Intra Cystoplasmic Sperm Injection (ICSI).

Mungkin Anda sering mendengar program bayi tabung? Program bayi tabung yang sering dan paling banyak dilakukan saat ini adalah dengan metode In Vitro Fertilisation (IVF) atau sering disebut dengan program bayi tabung konvensional. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, ICSI muncul untuk mempermudah pasangan untuk mempunyai anak. Lalu apa beda dari IVF dan ICSI? Apakah kedua hal tersebut memiliki tahapan yang berbeda? Bagaimana perbandingan keberhasilan kedua metode tersebut?

BACA JUGA: Ingin Cepat Hamil? Lakukan 8 Cara Ini

Perbedaan program bayi tabung IVF dan ICSI

Tujuan utama dari metode IVF dan ICSI adalah sama, yaitu membantu pasangan suami istri yang mengalami masalah kesuburan untuk mempunyai anak. Kedua metode ini sama-sama dirancang untuk melakukan pembuahan di luar tubuh ibu. Namun, ketika calon janin sudah dianggap siap, maka akan dimasukkan ke dalam rahim agar bisa tumbuh dan berkembang dengan normal. Perbedaan terbesar antara IVF dengan ICSI adalah bagaimana proses mempertemukan sperma dengan telur sehingga menyebabkan terjadinya pembuahan.

Dalam IVF, atau biasa disebut dengan metode bayi tabung konvensional, sperma akan tetap berenang dan menembus dinding telur, sehingga terjadi fertilisasi, yang membedakan dari pembuahan normal adalah tempat pembuahannya. Tetapi ketika ICSI dilakukan, maka sperma tidak lagi harus menembus sendiri dinding telurnya, melainkan dibantu dengan teknologi dan peralatan medis sehingga membuat sperma masuk ke telur dengan mudah.

BACA JUGA: Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Hamil Setelah Kanker

Siapa saja pria yang membutuhkan ICSI?

ICSI biasanya dilakukan ketika IVF tidak berhasil dilakukan. Selain itu, ICSI cenderung lebih diperuntukkan bagi pasangan yang pihak prianya mengalami masalah kesuburan. Sehingga, ICSI bisa dijadikan solusi para pria yang mempunyai kondisi sebagai berikut:

  • Memproduksi jumlah sperma yang sedikit
  • Terdapat masalah pada sperma, seperti bentuk sperma yang tidak normal serta kemampuan dalam bergerak yang tidak bagus.
  • Tidak bisa mengalami ejakulasi atau mengeluarkan sperma

Apa efek samping ICSI sama dengan IVF?

Jika dibandingkan dengan IVF, ICSI mempunyai peluang untuk menurunkan gen penyakit lebih besar dari pada IVF. Hal ini terjadi karena dalam metode ICSI, sperma tidak diberikan kesempatan untuk memasuki dinding ovum dengan kemampuannya sendiri. Dalam keadaan yang normal, sperma yang bisa memasuki serta menembus dinding telur adalah sperma yang terbaik di antara sperma-sperma lainnya. Sehingga jika ICSI dilakukan, maka kita tidak tahu apakah sperma tersebut yang terbaik atau tidak karena sperma masuk ke dalam telur dengan bantuan alat medis.

BACA JUGA: Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Berapa tingkat keberhasilan ICSI jika dibandingkan dengan IVF?

Secara umum, keberhasilan terjadinya pembuahan ICSI lebih tinggi dibandingkan dengan IVF atau metode bayi tabung yang konvensional. Sekitar 50-80% telur dapat dengan berhasil dibuahi oleh sperma jika menggunakan metode ICSI. Tetapi untuk keberhasilan kehamilan hingga janin dilahirkan, tergantung dengan kondisi ibu dan berikut adalah perkiraannya:

  • Ibu yang berusia 18-34 tahun maka keberhasilan dapat mencapai 44%
  • Ibu berusia 35-37 tahun, keberhasilan mencapai 39%
  • Ibu berusia 40-42 tahun, maka keberhasilan mencapai 21%
  • Ibu yang berusia 43-44 tahun, keberhasilan hanya mencapai 11%
  • Sedangkan ibu yang lebih dari 45 tahun keberhasilannya hanya sekitar 2%.

Dapat disimpulkan bahwa program bayi tabung, IVF ataupun ICSI sangat bergantung dengan usia sang ibu yang akan mengandung. Semakin tua ibu yang mengandung maka semakin berpeluang untuk mengalami berbagai masalah ketika kehamilan dan saat proses kelahiran. Melakukan ICSI memerlukan biaya yang lebih besar dari pada melakukan IVF, oleh karena itu, jika Anda ingin menjalani perawatan bayi tabung, lebih baik diskusikan terlebih dahulu pada dokter ahli.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit