Mengenal ICSI, Program Bayi Tabung untuk Pria yang Tidak Subur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat pasangan susah punya anak, sering kali dianggap bahwa pihak istri lah yang tidak mampu atau tidak subur. Tetapi tidak jarang juga, suami atau pihak prialah yangmempunyai masalah kesuburan dan mengakibatkan susah punya anak. Namun sekarang ini banyak solusi yang ditawarkan oleh kemajuan bidang medis untuk memiliki anak dengan lebih mudah dan membantu pasangan yang mengalami masalah reproduksi sehingga susah punya anak. Salah satu solusi yang dapat membantu pria yang bermasalah dengan kesuburannya tetapi ingin memiliki anak adalah dengan melakukan metode Intra Cystoplasmic Sperm Injection (ICSI).

Mungkin Anda sering mendengar program bayi tabung? Program bayi tabung yang sering dan paling banyak dilakukan saat ini adalah dengan metode In Vitro Fertilisation (IVF) atau sering disebut dengan program bayi tabung konvensional. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, ICSI muncul untuk mempermudah pasangan untuk mempunyai anak. Lalu apa beda dari IVF dan ICSI? Apakah kedua hal tersebut memiliki tahapan yang berbeda? Bagaimana perbandingan keberhasilan kedua metode tersebut?

BACA JUGA: Ingin Cepat Hamil? Lakukan 8 Cara Ini

Perbedaan program bayi tabung IVF dan ICSI

Tujuan utama dari metode IVF dan ICSI adalah sama, yaitu membantu pasangan suami istri yang mengalami masalah kesuburan untuk mempunyai anak. Kedua metode ini sama-sama dirancang untuk melakukan pembuahan di luar tubuh ibu. Namun, ketika calon janin sudah dianggap siap, maka akan dimasukkan ke dalam rahim agar bisa tumbuh dan berkembang dengan normal. Perbedaan terbesar antara IVF dengan ICSI adalah bagaimana proses mempertemukan sperma dengan telur sehingga menyebabkan terjadinya pembuahan.

Dalam IVF, atau biasa disebut dengan metode bayi tabung konvensional, sperma akan tetap berenang dan menembus dinding telur, sehingga terjadi fertilisasi, yang membedakan dari pembuahan normal adalah tempat pembuahannya. Tetapi ketika ICSI dilakukan, maka sperma tidak lagi harus menembus sendiri dinding telurnya, melainkan dibantu dengan teknologi dan peralatan medis sehingga membuat sperma masuk ke telur dengan mudah.

BACA JUGA: Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Hamil Setelah Kanker

Siapa saja pria yang membutuhkan ICSI?

ICSI biasanya dilakukan ketika IVF tidak berhasil dilakukan. Selain itu, ICSI cenderung lebih diperuntukkan bagi pasangan yang pihak prianya mengalami masalah kesuburan. Sehingga, ICSI bisa dijadikan solusi para pria yang mempunyai kondisi sebagai berikut:

  • Memproduksi jumlah sperma yang sedikit
  • Terdapat masalah pada sperma, seperti bentuk sperma yang tidak normal serta kemampuan dalam bergerak yang tidak bagus.
  • Tidak bisa mengalami ejakulasi atau mengeluarkan sperma

Apa efek samping ICSI sama dengan IVF?

Jika dibandingkan dengan IVF, ICSI mempunyai peluang untuk menurunkan gen penyakit lebih besar dari pada IVF. Hal ini terjadi karena dalam metode ICSI, sperma tidak diberikan kesempatan untuk memasuki dinding ovum dengan kemampuannya sendiri. Dalam keadaan yang normal, sperma yang bisa memasuki serta menembus dinding telur adalah sperma yang terbaik di antara sperma-sperma lainnya. Sehingga jika ICSI dilakukan, maka kita tidak tahu apakah sperma tersebut yang terbaik atau tidak karena sperma masuk ke dalam telur dengan bantuan alat medis.

BACA JUGA: Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Berapa tingkat keberhasilan ICSI jika dibandingkan dengan IVF?

Secara umum, keberhasilan terjadinya pembuahan ICSI lebih tinggi dibandingkan dengan IVF atau metode bayi tabung yang konvensional. Sekitar 50-80% telur dapat dengan berhasil dibuahi oleh sperma jika menggunakan metode ICSI. Tetapi untuk keberhasilan kehamilan hingga janin dilahirkan, tergantung dengan kondisi ibu dan berikut adalah perkiraannya:

  • Ibu yang berusia 18-34 tahun maka keberhasilan dapat mencapai 44%
  • Ibu berusia 35-37 tahun, keberhasilan mencapai 39%
  • Ibu berusia 40-42 tahun, maka keberhasilan mencapai 21%
  • Ibu yang berusia 43-44 tahun, keberhasilan hanya mencapai 11%
  • Sedangkan ibu yang lebih dari 45 tahun keberhasilannya hanya sekitar 2%.

Dapat disimpulkan bahwa program bayi tabung, IVF ataupun ICSI sangat bergantung dengan usia sang ibu yang akan mengandung. Semakin tua ibu yang mengandung maka semakin berpeluang untuk mengalami berbagai masalah ketika kehamilan dan saat proses kelahiran. Melakukan ICSI memerlukan biaya yang lebih besar dari pada melakukan IVF, oleh karena itu, jika Anda ingin menjalani perawatan bayi tabung, lebih baik diskusikan terlebih dahulu pada dokter ahli.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Rokok bukan hanya membahayakan kehamilan, tapi juga dapat membuat perokok pasif susah hamil atau meningkatkan risiko mandul pada wanita perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit