3 Cara Supaya Berhasil Hamil Meski Punya Endometriosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang menderita endometriosis, mungkin perasaan cemas jika tidak bisa hamil akan menyelimuti diri Anda. Kabar baiknya, Anda masih memiliki peluang untuk hamil dengan endometriosis, meskipun memang tidak mudah. Lantas, cara apa yang bisa ditempuh oleh wanita yang memiliki endometriosis agar bisa hamil?

Sekilas tentang endometriosis

Endometriosis merupakan suatu kondisi abnormal ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Endometrium umumnya akan mengalami penebalan menjelang masa ovulasi (pelepasan sel telur) guna mempersiapkan hadirnya calon janin untuk menempel pada rahim jika terjadi pembuahan. Bila tidak ada pembuahan, maka jaringan endometrium akan meluruh sehingga terjadilah haid.

Namun pada kasus endometriosis, jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim juga ikut meluruh saat haid. Hanya saja, karena ia tidak berada di dalam rahim, maka jaringan endometrium tidak bisa keluar melalui vagina seperti jaringan normal lainnya.

Akibatnya jaringan yang tidak bisa keluar ini akan mengendap di jaringan sekitarnya sehingga seiring berjalannya waktu akan menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan akhirnya menimbulkan gejala.

Bagaimana cara yang tepat untuk hamil dengan endometriosis?

Banyak wanita yang mengira ketika mereka memiliki endometriosis, maka akan sulit baginya untuk memiliki keturunan. Meski penyakit ini menyerang sistem reproduksi, bukan berarti Anda tidak bisa hamil.

Pasalnya menurut G. David Adamson, MD seorang ahli endokrinologi dan direktur dari The Palo Alto Medical Foundation’s In Vitro Fertilization, mengatakan bahwa sebanyak sepertiga wanita yang mengidap endometriosis bisa hamil secara alami meski tanpa melakukan perawatan kesuburan sama sekali.

Namun bila Anda ingin mencoba perawatan kesuburan, mengutip dari laman Healthline, ada beberapa cara yang biasa dianjurkan dokter agar wanita yang memiliki endometriosis bisa tetap hamil.

1. Obat penyubur kandungan

Obat penyubur kandungan biasanya diberikan guna membantu memberikan dorongan tambahan untuk perkembangan folikel agar tubuh bisa melakukan ovulasi dan kemudian menghasilkan beberapa sel telur matang. Misalnya adalah obat clomiphene, berbentuk pil.

Clomiphene bekerja dengan cara menghambat pelepasan hormon estrogen, sehingga tubuh akan meningkatkan produksi hormon FSH. Selanjutnya, FSH akan merangsang folikel dalam tubuh agar tumbuh dan berkembang. Folikel ini yang kemudian memicu kerja ovarium untuk melepaskan lebih banyak sel telur.

Namun, bila Anda telah mengonsumsi obat ini selama 6 bulan dan tak kunjung ada perubahan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk beralih ke cara lainnya.

Sebab pada beberapa kasus, obat penyubur kandungan mungkin tidak terlalu ampuh meningkatkan meningkatkan peluang kehamilan bila dibandingkan dengan beberapa cara lainnya.

2. Inseminasi intrauterin (IUI)

Bila cara menggunakan obat penyubur kandungan belum mendapat hasil maksimal, maka cara yang direkomendasikan selanjutnya, yakni menggunakan inseminasi intrauterin. Ini merupakan salah satu pilihan yang bisa dicoba oleh wanita yang ingin hamil dengan endometriosis.

Dengan catatan, wanita tersebut masih memiliki tuba falopi normal, stadium endometriosis ringan, serta pasangan memiliki kualitas sperma yang baik.

Inseminasi intrauterin bekerja dengan cara memilih sperma yang memiliki kualitas terbaik, kemudian sperma akan dimasukkan ke dalam rahim Anda melalui leher rahim dengan menggunakan kateter. Selanjutnya, sperma akan bergerak dan mencari jalannya sendiri guna menemukan sel telur yang siap untuk dibuahi.

3. In vitro fertilization (IVF)

Banyak wanita yang hamil dengan endometriosis akhirnya menempuh in vitro fertilization alias program bayi tabung. Program ini sering kali direkomendasikan untuk wanita yang memiliki endometriosis sedang hingga berat.

Program bayi tabung bekerja dengan cara menyatukan sel telur yang telah matang dengan sperma untuk dibuahi, selanjutnya hasil pembuahan yang disebut dengan embrio akan diinkubasi selama beberapa hari.

Embrio yang paling sehat kemudian dimasukkan ke dalam rahim untuk melanjutkan tumbuh kembangnya dalam tubuh Anda.

Pada intinya, ada baiknya untuk selalu mengonsultasikan permasalahan yang terjadi pada organ reproduksi Anda dengan dokter. Terlebih bila Anda memiliki keinginan untuk hamil dengan endometriosis.

Biasanya, dokter akan memberikan penanganan terkait organ reproduksi serta perawatan kesuburan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perjuangan Dua Kali Kehamilan Ektopik dan Saluran Tuba yang Pecah

Pengalaman kehamilan ektopik membuat saya dua kali terbaring di meja operasi. Apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Banyak pasangan yang mencoba berbagai cara agar bisa berhubungan seks setiap hari agar cepat. Tapi, apakah benar sering seks bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit