Mengapa Berendam Air Panas Bisa Bikin Pria Tidak Subur?

Oleh

Ketidaksuburan adalah masalah yang dimiliki setiap satu dari enam pasangan yang sedang merencanakan sebuah keluarga — dari segala ras, etnis, dan latar belakang.

Anda mungkin akan terkejut oleh berapa banyak gaya hidup Anda dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Dari apa yang Anda makan dan minum hingga bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda, pilihan yang Anda buat dapat memiliki dampak nyata pada perencanaan kehamilan.

Pria yang mengalami kesulitan membuahi pasangannya mungkin ingin menghindari berendam air panas atau sauna untuk sementara waktu, menurut sebuah studi oleh tim peneliti dari University of Carolina, dilansir dari BBC News. Apa alasannya?

Studi menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah produksi sperma ketika testis berulang kali terkena panas

Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan suhu testis dengan kegiatan yang menghasilkan panas di sekitar skrotum — seperti berendam air panas, memakai celana dalam/pakaian ketat, sauna, atau bersepeda — dapat menyebabkan penurunan kualitas dan jumlah produksi sperma, bahkan mortilitas. Hal ini dapat mengurangi kesuburan pria.

Dalam intensitas dan frekuensi sewajarnya, sejumlah kegiatan ini tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap sperma. Tapi pria yang memang memiliki jumlah sperma sedikit mungkin ingin menghindari aktivitas-aktivitas ini sementara waktu, jika ia dan pasangan sedang merencanakan kehamilan.

Temuan dari tiga tahun studi mendukung mitos bahwa pria harus menghindari memanaskan sperma mereka. Setelah menganalisis data dari pria steril yang telah berulang kali terkena suhu air yang tinggi dari berendam air panas — melalui jacuzzi, atau bak air hangat — selama sekitar 30 menit per minggu, mereka menemukan kaitan yang kuat terhadap kemandulan pada pria. Bahkan, semua pria dalam studi tersebut menunjukkan tanda-tanda ketidaksuburan, termasuk gangguan produksi sperma dan kematian sperma.

Penelitian lain telah menunjukkan panas dari penggunaan laptop dan mengenakan pakaian ketat dapat mengurangi kesuburan, berdasarkan laporan dari Journal of Brazilian Society of Urology. Ada juga beberapa bukti bahwa paparan panas dapat merusak DNA sperma.

Inilah alasan mengapa testis berada di luar tubuh pria, di dalam lindungan skrotum: Sperma akan berada pada kondisi paling prima ketika berada di lingkungan dingin, di bawah suhu tubuh normal.

Dampak ketidaksuburan dari berendam air panas dapat diperbaiki

Walaupun begitu, kerusakan ini tidaklah permanen. Dibutuhkan waktu empat sampai enam bulan setelah berendam air panas agar jumlah sperma pria kembali normal. Tim peneliti dari University of Carolina lebih lanjut menemukan, setelah tiga sampai enam bulan menghindari berendam air panas, kurang dari setengah jumlah pria menunjukkan peningkatan lima kali lipat jumlah sperma secara dramatis.

Jumlah sperma dalam lima dari 11 pria dengan masalah kesuburan melonjak 491% setelah mereka berhenti berendam air panas selama beberapa bulan. Pergerakan laju sperma juga dilaporkan mengalami peningkatan dari 12% menjadi 34% pada kelompok pria yang “puasa” berendam air panas.

Di antara kelompok pria tak subur yang tidak mengalami peningkatan jumlah sperma, para peneliti berspekulasi bahwa kebiasaan merokok mungkin jadi penyebabnya, karena sebagian besar laki-laki yang spermanya jumlah tidak meningkat termasuk perokok kronis.

Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa dampak ketidaksuburan ini hanya mempengaruhi pria yang sering berendam di air panas, namun tidak akan membahayakan pria yang memilih untuk mandi air panas dengan shower.

Berendam air panas dan sauna juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa panas mempengaruhi hidup sel telur wanita, tetapi para ahli merekomendasikan untuk membatasi penggunaan bak mandi air panas atau sauna selama kehamilan kurang dari 10 menit pada suatu waktu, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Berendam air panas atau sauna dapat meningkatkan suhu tubuh Anda ke tingkat yang dapat berbahaya bagi perkembangan bayi Anda.

Beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan suhu tubuh Anda selama awal kehamilan (berendam air panas atau sauna, atau dalam kelas yoga panas, misalnya) meningkatkan risiko cacat lahir tabung saraf dan anomali kongenital lainnya pada bayi perempuan yang terpapar suhu tinggi sebelum 7 minggu kehamilan. Cacat lahir tabung saraf adalah cacat lahir serius yang mempengaruhi tengkorak atau tulang belakang.

Sebuah studi tahun 2003 melaporkan bahwa wanita yang menggunakan bak air panas di awal kehamilan dua kali lebih mungkin mengalami keguguran, dilansir dari Baby Centre.

Jika Anda benar-benar ingin bermain aman, sebaiknya Anda juga hindari berendam air panas sama sekali ketika mencoba untuk hamil.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca