Bayi Tabung Atau Inseminasi Buatan, Program Hamil Mana yang Cocok untuk Saya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menerima vonis tidak subur tentu menjadi mimpi buruk bagi setiap pasangan yang ingin cepat punya anak. Namun tenang dulu, ini bukanlah akhir dari segalanya, kok. Anda dan pasangan masih memiliki peluang untuk punya anak melalui program hamil. Dari sekian banyak jenis program hamil yang ditawarkan, bayi tabung dan inseminasi buatan cenderung lebih populer dan paling banyak dipilih. Sebelum menentukan salah satunya, sebaiknya sesuaikan dulu dengan masalah ketidaksuburan yang Anda dan pasangan alami.

Antara bayi tabung dan inseminasi buatan, mana yang paling cocok untuk saya?

Bayi tabung dan inseminasi buatan adalah dua cara yang bisa Anda pilih supaya bisa cepat hamil, meski dalam kondisi tidak subur. Akan tetapi, Anda tidak bisa serta-merta langsung memilih salah satu dari keduanya tanpa pertimbangan khusus.

Pertama-tama, Anda harus memahami dulu seperti apa proses bayi tabung maupun inseminasi buatan. Sebab, tidak semua program hamil cocok untuk mengatasi berbagai penyebab ketidaksuburan. Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk masing-masing program hamil sehingga nantinya tingkat keberhasilannya bisa maksimal, membuat Anda cepat hamil, dan punya anak.

Antara bayi tabung dan inseminasi buatan, kira-kira mana yang paling cocok buat Anda?

Bayi tabung

proses bayi tabung

Program bayi tabung atau IVF adalah salah satu program hamil andalan bagi sebagian besar pasutri yang sulit hamil. Prosedur bayi tabung biasanya dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, pembedahan, atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

Proses bayi tabung dapat memberikan hasil yang maksimal dan membuat Anda cepat hamil jika Anda atau pasangan mengalami:

  • Usia ibu lebih dari 38 tahun
  • Tuba falopi (saluran telur) tersumbat
  • Gangguan ovulasi
  • Endometriosis parah
  • Jumlah sperma pria sangat rendah
  • Suami atau istri memiliki kelainan genetik tertentu
  • Ketidaksuburan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Gagal melakukan inseminasi buatan selama 3 sampai 6 siklus

Jika Anda langsung memilih bayi tabung tanpa mengalami kondisi tersebut, tingkat keberhasilan bayi tabung tentu jadi tidak maksimal, karena tidak sesuai dengan kriteria yang disebutkan.

Sebab, biasanya program bayi tabung menjadi pilihan terakhir setelah program hamil lainnya gagal dilakukan. Terlebih jika usia ibu semakin tua dan bisa memicu risiko tinggi jika terjadi kehamilan nantinya.

Inseminasi buatan

inseminasi buatan

Inseminasi buatan adalah prosedur yang dilakukan dengan menanamkan sperma langsung ke dalam rahim wanita untuk mempercepat pembuahan.

Ketimbang bayi tabung, tingkat keberhasilan inseminasi buatan cenderung lebih rendah, yaitu sekitar 10 sampai 15 persen. Namun keuntungannya, prosedur inseminasi buatan cenderung singkat, murah, dan relatif tidak menyakitkan.

Jika Anda atau pasangan mengalami:

  • Setidaknya masih ada satu tuba falopii yang tidak tersumbat
  • Masih bisa berovulasi, meski dengan bantuan obat penyubur
  • Menstruasi tidak teratur
  • Masalah serviks
  • Endometriosis ringan
  • Pergerakan sperma pria tidak bagus, meskipun jumlahnya cukup
  • Pria mengalami masalah ejakulasi

Maka Anda termasuk kandidat terbaik untuk mencoba inseminasi buatan supaya bisa cepat hamil. Sebelum memulai program inseminasi buatan, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai berapa banyak jumlah siklus yang ingin Anda coba.

Pada awalnya, dokter akan menyarankan tiga siklus program inseminasi buatan sampai Anda berhasil hamil. Namun, ada pula yang harus melewati enam siklus inseminasi buatan, tergantung kondisi kesuburan masing-masing pasangan.

Yang terpenting, pahami dulu prosedur bayi tabung dan inseminasi buatan dengan sebaik-baiknya. Kalau Anda dan pasangan sudah memutuskan program hamil yang ingin dijalankan, selalu konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda memulainya.

Komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menyelesaikan masalah ketidaksuburan Anda dan pasangan. Dengan begitu, tingkat keberhasilan program hamil bisa maksimal dan mewujudkan impian Anda memiliki momongan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 7, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 31, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca