home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Refleksi Kaki Saat Hamil Bisa Redakan Lelah, Tapi Ada Syaratnya Supaya Aman

Refleksi Kaki Saat Hamil Bisa Redakan Lelah, Tapi Ada Syaratnya Supaya Aman

Ketika Anda pegal-pegal dan lelah, refleksi kaki memang kedengarannya bisa jadi solusi yang tepat. Namun, bagaimana kalau Anda sedang hamil? Apakah ibu hamil boleh melakukan pijat refleksi kaki?

Pijat refleksi sendiri merupakan suatu terapi tradisional yang berawal dari China sudah sejak berabad-abad lalu. Dengan memberi tekanan pada titik-titik tertentu dalam tubuh, pijat refleksi dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Titik-titik yang ditekan pada saat kita menjalani pijat refleksi diyakini memiliki kaitan erat dengan organ-organ di dalam tubuh.

Pijat refleksi merupakan salah satu terapi tambahan yang dapat diberikan selama masa kehamilan. Pijat refleksi dapat mengurangi keluhan-keluhan seputar kaki yang sering kali dirasakan pada saat hamil.

Misalnya saja kaki pegal, kram pada kaki, maupun kaki yang bengkak. Selain itu, refleksi juga mampu membantu mengurangi beban pada sendi tubuh, memperlancar aliran darah, dan membantu proses relaksasi sehingga kualitas tidur akan menjadi lebih baik.

Pijat refleksi terbukti dapat mengurangi rasa lelah ibu hamil

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Clinical and Diagnostic Research pada tahun 2017, para ahli menemukan bahwa pijat refleksi pada telapak kaki dapat mengurangi rasa lelah yang dirasakan oleh ibu.

Penelitian ini melibatkan ratusan wanita berusia 18 hingga 35 tahun yang hamil pertama kalinya dengan usia kandungan antara 19 sampai 29 minggu. Para peserta kemudian dibagi menjadi dua, yaitu kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan apa pun dan kelompok yang menerima pijat refleksi pada telapak kaki.

Pada penelitian ini, refleksi kaki dilakukan sebanyak dua kali seminggu selama lima minggu. Setiap sesinya berlangsung selama 30 sampai 45 menit. Setelah penelitian berakhir, para wanita hamil yang mendapatkan pijat refleksi menyatakan bahwa rasa lelah yang mereka rasakan berkurang secara signifikan jika dibandingkan dengan kelompok wanita hamil yang tidak mendapatkan pijat refleksi kaki.

Apakah refleksi kaki saat hamil aman?

Wanita pada trimester pertama atau trimester tiga kehamilan tentu harus lebih berhati-hati jika ingin melakukan pijat refleksi. Mengapa begitu? Ini karena penekanan pada titik-titik tertentu di kaki dapat meningkatkan aliran darah ke rahim, menyebabkan perubahan reaksi hormon, hingga memicu terjadinya kontraksi rahim. Hal ini tentu bahaya kalau Anda masih berada dalam trimester pertama kehamilan.

Jadi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk menilai keamanan kandungan Anda sebelum melakukan pijat refleksi. Ingat, sampaikan pada terapis yang akan memijat Anda bahwa anda sedang dalam kondisi hamil. Terapis yang sudah terlatih dan profesional biasanya akan langsung tahu titik-titik mana saja yang perlu dihindari saat memijat kaki ibu hamil.

Jadi, titik pijat mana saja yang harus dihindari pada saat hamil?

Apabila dokter telah mengizinkan Anda untuk melakukan refleksi kaki, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memastikan lagi kepada terapis mengenai titik-titik yang sebaiknya dihindari pada saat hamil karena dapat merangsang munculnya kontraksi rahim.

Simak gambar berikut ini untuk mengetahui enam titik tekanan yang sebaiknya dihindari pada saat hamil karena dapat merangsang kontraksi pada rahim.

Sumber: Healthline

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Effects of Counseling and Sole Reflexology on Fatigue in Pregnant Women: A Randomized Clinical Trial. Journal of Clinical Diagnostic Research. Diakses pada 17 Oktober 2017.
  2. The Acupressure Point for Inducing Labor. https://www.healthline.com/health/pregnancy/acupressure-points-inducing-labor#1 . Diakses pada 17 Oktober 2017.
  3. Hamidzadeh, A., Khosravi, A., Montazeri, A., Orak, R., & Shahpourian, F. (2012, March). Effects of LI4 acupressure on labor pain in the first stage of labor. Journal of Midwifery Women’s Health, 57(2), 133-8.
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22432484
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Gladys Mangkuliguna
Tanggal diperbarui 28/10/2017
x