Kenapa, Sih, Wanita Jadi Sering Kentut Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehamilan adalah saat-saat yang mendebarkan bagi para calon ibu. Anda akan mengalami berbagai perubahan yang harus dihadapi mulai dari trimester pertama kehamilan, atau semenjak Anda dinyatakan hamil. Beberapa perubahan ini mungkin ada yang membuat Anda kurang nyaman, bahkan bikin Anda malu dan risi. Salah satunya Anda jadi sering kentut saat hamil. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyebab wanita sering kentut saat hamil

Sering kentut saat hamil merupakan masalah yang umum. Biasanya ibu hamil kentut alias buang gas sekitar 18 kali dalam sehari. Hal ini karena rata-rata ibu hamil dapat menghasilkan hingga 4 liter gas setiap hari. Lalu, kenapa ibu hamil memproduksi lebih banyak gas selama kehamilan?

Ternyata salah satu faktor penyebab utamanya karena adanya peningkatkan kadar hormon progesteron. Hormon progesteron menyebabkan otot-otot di seluruh tubuh, termasuk otot usus Anda jadi lemas. Otot usus yang melemas menyebabkan proses pencernaan terhambat.

Akibatnya, terjadilah penumpukkan gas. Nah, hal inilah yang menyebabkan ibu hamil jadi lebih sering kentut, bersendawa, dan perut rasanya kembung. Tak hanya itu saja, otot tubuh yang lemas juga menyebabkan ibu hamil kesulitan untuk menahan kentut. Jadi, jangan kaget jika ibu hamil sering kentut di depan orang lain.

Penyebab lain wanita sering kentut saat hamil juga bisa terjadi karena pengaruh uterus (rahim) yang kian membesar, sehingga memberi tekanan pada rongga perut. Tekanan ini dapat memperlambat proses pencernaan, yang pada akhirnya memicu penumpukkan gas.

Bagaimana caranya agar tidak sering kentut saat hamil?

Meski terbilang umum, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar saar hamil tidak sering kentut di tempat umum, yaitu:

1. Menghindari makanan yang mengandung gas

tidak nafsu makan saat hamil

Beberapa makanan memang ada yang merangsang saluran cerna untuk mengeluarkan angin. Hal ini dikarenakan makanan tersebut mengandung gas, sehingga tubuh akan mengeluarkannya melalui kentut. Beberapa makan yang dapat merangsang Anda untuk sering kentut termasuk:

  • Sayuran bergas tinggi yaitu brokoli, kubis, kol, kembang kol, lobak, dan sayuran mentah.
  • Buah-buahan yang mengandung sorbitol yaitu durian, nangka, apel, pir, dan persik. Selain pada buah, sorbitol juga dapat ditemukan pada permen dan permen karet.
  • Makanan yang mengandung pati tinggi, yaitu gandum utuh.

2. Mengunyah makanan pelan-pelan

makanan sebelum melahirkan

Mengunyah makanan Anda secara perlahan sampai benar-benar lumat adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi kentut. Kentut dapat disebabkan karena bakteri di usus besar yang bekerja untuk memecah makanan tidak dicerna secara menyeluruh oleh enzim di lambung.

3. Cara lainnya

olahraga saat hamil

Selain dua cara yang sudah disebutkan di atas, American Pregnancy Association juga merekomendasikan beberapa cara lainnya agar Anda tidak sering kentut selama kehamilan, yaitu:

  • Hindari minuman bersoda
  • Minum langsung dari gelas tanpa menggunakan sedotan
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering
  • Perbanyaklah aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau yoga untuk mencegah sembelit dan membantu merangsang pencernaan
  • Batasi pemanis buatan
  • Minum banyak air untuk membantu mencegah sembelit saat hamil

Penting untuk diperhatikan

Sering kentut saat hamil adalah hal yang wajar. Jangan sampai karena ingin menghindari makanan tertentu yang dapat memicu kentut, Anda jadi kekurangan asupan nutrisi penting. Walau beberapa makanan ada yang perlu dibatasi, yang paling penting adalah memastikan Anda mendapatkan kecukupan nutrisi selama kehamilan dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan secara seimbang.

Apabila Anda mencurigai ada penyebab lain yang membuat Anda sering kentut, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit