Nutrisi yang Harus Dipenuhi Selama Hamil Trimester Pertama

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kehamilan selama 9 bulan sangat penting diperhatikan. Bahkan, setiap minggunya janin dalam kandungan melakukan berbagai perkembangan penting. Untuk itu, penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi sangat berperan dalam mendukung setiap pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan janin dalam kandungan, mulai dari awal kehamilan sampai ibu melahirkan. Lalu, apa saja nutrisi trimester pertama kehamilan yang penting untuk dipenuhi ibu hamil?

Apa yang terjadi selama trimester pertama kehamilan?

Trimester pertama kehamilan berlangsung dari minggu pertama sampai minggu ke-13 kehamilan. Ini merupakan minggu-minggu penting bagi perkembangan janin Anda. Mulai dari terjadinya pembuahan, lalu sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim.

Kemudian sekitar minggu ke-5 kehamilan merupakan masa embrio (di mana otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan organ lain mulai terbentuk). Pada minggu selanjutnya bagian-bagian tubuh bayi juga mulai terbentuk, seperti kepala, mata, mulut, leher, kaki, tangan, dan lainnya.

Melihat banyaknya perkembangan penting janin tersebut, sehingga penting bagi ibu hamil untuk memenuhi nutrisi pada minggu-minggu trimester pertama kehamilan. Ini sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi kedepannya. Kekurangan nutrisi penting pada masa ini dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan awal bayi. Akibat ini bisa menjadi permanen sampai bayi lahir.

Apa saja nutrisi trimester pertama kehamilan yang penting bagi ibu hamil?

Beberapa nutrisi trimester pertama yang penting dan harus dipenuhi ibu hamil adalah:

1. Folat

Folat sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan. Bahkan, sangat disarankan untuk memenuhi nutrisi ini sebelum hamil. Mengapa? Karena pada awal kehamilan folat sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Kekurangan asupan folat pada trimester pertama kehamilan dapat mengakibatkan bayi mengalami cacat lahir.

Anda bisa mendapatkan folat dari sayuran hijau (seperti bayam, kale, asparagus, dan brokoli), buah sitrus (seperti jeruk), dan kacang-kacangan. Beberapa dari Anda mungkin juga perlu mendapatkan suplemen asam folat saat hamil (sesuai rekomendasi dokter).

2. Protein

Fungsi utama protein adalah sebagai zat pembangun tubuh, di mana dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baru dan juga untuk memperbaiki sel-sel. Sehingga, protein sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan, di mana banyak terjadi perkembangan sel, jaringan, dan organ pada janin.

Protein  bisa Anda dapatkan dengan mudah, dari telur, tahu, tempe, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, susu, dan produk susu. Dalam sehari, Anda perlu mengonsumsi makanan sumber protein setidaknya 2-3 porsi.

3. Vitamin A

Kebutuhan vitamin Anda sedikit meningkat pada saat kehamilan.Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan penglihatan bayi, juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Vitamin A juga dibutuhkan untuk perkembangan sel-sel bayi dalam kandungan. Anda bisa mendapatkan vitamin Anda dari sayuran dan buah-buahan.

Sebaiknya hindari konsumsi ati dan produknya (seperti minyak hati ikan kod). Kandungan vitamin A yang sangat tinggi dalam ati justru dapat membahayakan kehamilan. Anda mungkin tidak butuh untuk mengonsumsi suplemen vitamin A.

4. Kalsium dan vitamin D

Kedua nutrisi ini dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Kalsium juga membantu melancarkan peredaran darah, serta kerja sistem otot dan saraf. Anda bisa memeroleh kalsium dari susu dan produknya, seperti keju dan yogurt. Sayuran tertentu juga mengandung kalsium, seperti brokoli dan kale. Kalsium juga bisa didapatkan dari ikan yang dimakan bersama tulangnya, seperti ikan teri, sarden, dan salmon. Vitamin D juga bisa Anda dapatkan dari salmon dan ikan berlemak lainnya.

5. Zat besi

Selama kehamilan, Anda membutuhkan lebih banyak zat besi karena produksi darah Anda meningkat. Zat besi ini digunakan untuk membuat hemoglobin (yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh Anda dan janin). Kekurangan cadangan atau asupan zat besi selama kehamilan dapat membuat ibu hamil berisiko mengalami anemia zat besi. Anemia zat besi yang berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan depresi postpartum.

Anda bisa mencukupi kebutuhan zat besi Anda dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran hijau (seperti bayam dan brokoli), dan kacang-kacangan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca