backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes dan Penanganan yang Tepat

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 31/08/2023

Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes dan Penanganan yang Tepat

Karena jumlahnya cenderung sedikit, air ketuban yang merembes sering kali tidak disadari ibu hamil. Meski begitu, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan mengingat fungsi penting air ketuban bagi janin.

Tidak hanya melindungi janin dari tekanan dari luar, air ketuban juga berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga jumlah air ketuban di dalam kandungan. Salah satunya dengan mengenali tanda-tanda air ketuban merembes.

Ciri-ciri air ketuban merembes

Rembesan air ketuban sering kali tidak disadari karena ada cairan lain yang dapat keluar dari vagina ibu hamil, seperti urine. Jadi, Anda harus bisa membedakan cairan urine dan air ketuban.

Dibandingkan urine, warna air ketuban lebih bening atau sedikit kekuningan. Ia juga lebih encer, tidak berbau, dan kadang disertai bercak putih, lendir, atau sedikit darah.

Tidak semua rembesan air ketuban berbahaya. Air ketuban yang merembes menjelang persalinan atau sekitar minggu ke 37–40 kehamilan merupakan hal yang normal.

Namun, jika air ketuban merembes sebelum janin berusia 37 minggu atau jumlahnya terlalu banyak, penting bagi ibu untuk segera mencari pertolongan.

Selain itu, ibu juga perlu segera ke rumah sakit jika keluarnya ketuban disertai demam dan/atau keinginan buang air kecil yang tidak tertahankan.

Rembesan ketuban juga perlu segera mendapat perawatan jika cairan berbau busuk dan/atau berwarna cokelat atau kehijauan.

Warna tersebut menandakan bahwa janin mengeluarkan mekonium atau feses pertama janin yang seharusnya keluar setelah ia dilahirkan.

Cara mengetahui apakah air ketuban rembes

air ketuban pecah

Karena urine dan air ketuban sekilas terlihat mirip, berikut adalah cara yang bisa ibu lakukan untuk memastikan bahwa cairan yang keluar dari Miss V adalah air ketuban.

  1. Buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.
  2. Gunakan pantyliner atau pembalut selama kurang lebih 30–60 menit.
  3. Periksa cairan yang ada pada pembalut.

Jika warnanya kuning, itu berarti urine. Apabila pembalut terasa basah tetapi tidak berwarna dan berbau, itu adalah air ketuban.

Ibu juga bisa melakukan senam Kegel dengan menahan otot dasar panggul. Jika ibu masih merasakan cairan yang keluar, kemungkinan besar itu adalah rembesan air ketuban.

Penyebab air ketuban merembes

Rembesan air ketuban keluar dari lubang atau robekan pada kantong ketuban. Meski begitu, sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan lubang atau robekan tersebut.

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko air ketuban merembes pada ibu hamil.

  • Riwayat ketuban pecah atau rembes pada kehamilan sebelumnya.
  • Riwayat operasi pada leher rahim (serviks).
  • Peradangan pada selaput janin.
  • Riwayat persalinan prematur.
  • Peradangan atau infeksi pada Miss V.
  • Kehamilan kembar dua atau lebih.
  • Perdarahan saat hamil trimester kedua dan ketiga.
  • Kurang gizi.
  • Leher rahim pendek.

Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol saat hamil, jarang olahraga, hingga mengonsumsi obat-obatan terlarang juga bisa meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami air ketuban rembes.

Risiko komplikasi air ketuban merembes

Jika ibu melihat ciri-ciri air ketuban keluar saat usia kandungan sudah memasuki 37 minggu, tidak perlu terlalu khawatir. Kemungkinan besar, ini merupakan tanda-tanda persalinan.

Namun, jika rembesan air ketuban terlalu banyak atau ibu menyadari keberadaannya sebelum usia janin 37 minggu, pastikan untuk segera mendapat perawatan.

Jika tidak, ibu bisa saja mengalami oligohidramnion atau volume air ketuban yang terlalu sedikit. Berikut adalah beberapa bahaya yang bisa ditimbulkannya.

  • Kompresi tali pusat sehingga janin kesulitan bernapas.
  • Peningkatan risiko persalinan caesar.
  • Bayi lahir prematur.
  • Infeksi pada janin.
  • Ensefalopati hipoksik-iskemik (HIE) karena kurangnya pasokan oksigen.
  • Keguguran.

Kekurangan cairan ketuban akibat banyaknya ketuban yang merembes juga bisa menghambat perkembangan janin.

Dengan begitu, janin mungkin mengalami cacat bawaan lahir yang bisa memengaruhi kondisinya seumur hidup.

Tahukah Anda?

Karena risiko infeksi tinggi, ibu hamil yang air ketubannya merembes tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual.

Cara mengatasi air ketuban rembes

persiapan persalinan

Langkah pertama yang perlu ibu lakukan saat mengetahui air ketuban merembes adalah pergi ke rumah sakit.

Dokter akan memastikan apakah cairan yang keluar dari Miss V adalah ketuban atau cairan lainnya. Dengan begitu, perawatan yang diberikan bisa disesuaikan.

Melansir dari laman Mayo Clinic, dokter mungkin memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan suntikan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru pada janin.

Dokter bisa juga memberikan magnesium sulfat jika janin berusia di bawah 32 minggu dan menunjukkan tanda akan segera lahir. Magnesium sulfat diberikan untuk melindungi sistem saraf janin.

Setiap ibu hamil mungkin memerlukan cara yang berbeda untuk mengatasi air ketuban yang merembes, tergantung dari banyaknya cairan serta kondisi ibu dan janin.

Selalu ikuti saran perawatan dari dokter kandungan Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 31/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan