Kapan Rambut Bayi Mulai Tumbuh Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika bayi baru lahir, ada beberapa bayi yang sudah memiliki rambut. Ada yang tebal atau tipis. Kecepatan pertumbuhan rambut berbeda-beda berdasarkan umur dan jenis kelamin serta dipengaruhi oleh hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik. Akan tetapi, sebenarnya kapan rambut bayi mulai tumbuh? Apakah sejak dalam kandungan atau setelah lahir? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kapan rambut bayi tumbuh?

Rambut bayi sudah tumbuh sejak di dalam kandungan ibu. Pertumbuhan rambut pada janin dimulai sekitar usia 8-12 minggu kehamilan. Rambut tumbuh di semua bagian tubuh kecuali di bibir, telapak tangan dan telapak kaki. Tumbuhnya pun dengan panjang dan ketebalan yang berbeda-beda. Rambut bayi ini disebut lanugo.

Proses pertumbuhan rambut bayi

Ada tiga fase pertumbuhan rambut. Anagen adalah fase ketika rambut bertumbuh. Katagen adalah suatu fase peralihan sebelum masuk ke fase akhir, yaitu telogen. Rambut akan gugur di fase telogen sebagai rambut mati. Setelah menjalani fase-fase tersebut, bayi umumnya akan lahir dengan rambut di kepala yang sudah cukup tebal.

Akan tetapi, rambut yang terbentuk dalam kandungan ini umumnya akan gugur dalam enam bulan pertama. Setelah rambut yang terbentuk dalam kandungan gugur, akan tumbuh rambut baru yang sifatnya permanen dan mengikuti siklus pertumbuhan rambut secara alamiah.

Awalnya rambut terlihat tipis setelah gugur, karena beberapa bayi tidak langsung memasuki fase anagen yang baru. Umumnya pada usia satu setengah sampai dua tahun barulah tumbuh rambut baru yang permanen.

Kadang rambut bayi yang gugur bisa membentuk pola tertentu atau hanya di bagian tertentu saja, misalnya di belakang kepala. Hal ini masih dapat dianggap normal pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Sedangkan pada bayi yang lahir prematur, sering kali lanugonya masih banyak, terutama pada punggung, bahu, lengan, dan telinga.

Pola pertumbuhan rambut bayi berbeda-beda karena ditentukan secara genetik. Ada yang begitu lahir, kepalanya sudah penuh ditumbuhi rambut. Namun, ada juga berumur tiga hingga enam bulan kepalanya masih botak. Hal ini umumnya wajar dan tidak perlu terlalu dipermasalahkan.

efek bius epidural pada bayi

Rambut bayi memang akan rontok, tapi kapan harus periksa ke dokter?

Kerontokan rambut pada bayi dalam usia tiga hingga enam bulan pertama merupakan hal yang normal. Biasanya bulan ketiga dan keempat adalah puncak rontoknya rambut bayi.

Pada balita, setelah fase kerontokan pada usia tiga hingga empat bulan, maka akan masuk fase pertumbuhan rambut balita yang lebih tebal dan mungkin berbeda dengan sebelumnya.

Kebiasaan bayi seperti menggaruk kulit kepala atau membenturkan kepala bisa membuat rambutnya rontok. Akan tetapi, biasanya lama-lama kebiasaan tersebut akan hilang. Bimbing bayi Anda untuk menghindari menggaruk kepala, menarik rambut, atau menggosok kepalanya.

Beberapa kerontokan rambut pada bayi, meski jarang, bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Misalnya infeksi kulit akibat jamur atau gangguan hormon. Konsultasikan kepada dokter apabila bayi mengalami kerontokan rambut hebat setelah usia lebih dari enam bulan.

Beberapa bayi sejak lahir memiliki rambut yang sangat halus, sehingga terlihat seperti gundul. Hal ini pun masih tergolong normal. Rambut bayi yang sangat tipis ini biasanya memang baru akan menebal saat menginjak usia satu tahun. Namun, apabila ada keraguan atau pertanyaan lebih lanjut, bicarakan dengan dokter anak.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit