home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Mencukur Rambut Bayi agar Lebih Mudah dan Aman

Panduan Mencukur Rambut Bayi agar Lebih Mudah dan Aman

Tak lama setelah bayi lahir, tradisi cukur rambut biasanya dilakukan sebagai simbol budaya sekaligus merapikannya supaya pertumbuhan rambut lebih teratur. Kebiasaan ini bisa dilakukan sendiri maupun dengan meminta bantuan orang yang sudah terbiasa mencukur rambut bayi.

Namun, baik mengguntingnya sendiri atau dengan bantuan orang lain, ada beberapa tips yang bisa ibu terapkan. Simak ulasan lengkapnya ini yuk, Bu!

Tips mudah cukur rambut bayi di rumah

cukur rambut bayi

Di Indonesia, mencukur rambut bayi selang beberapa hari setelah kelahiran memang kerap dilakukan. Akan tetapi, secara medis sebenarnya, tidak ada waktu khusus bagi para orangtua untuk menggunting rambut bayi.

Bahkan, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rambut bayi yang baru lahir boleh dicukur dan boleh juga tidak.

Ini karena tidak ada pengaruhnya terhadap kecepatan dan ketebalan pertumbuhan rambut bayi bila dipotong maupun tidak saat baru lahir.

Melansir dari Seattle Children’s, rambut bayi biasanya akan rontok di beberapa bulan pertama setelah kelahiran.

Selanjutnya, kerontokan tersebut akan digantikan dengan pertumbuhan rambut permanen. Bagi Anda yang berencana ingin mencukur rambut bayi baru lahir tentu tidak masalah.

Hanya saja, agar lebih aman dan tepat, berikut beberapa tips cukur rambut bayi yang bisa Anda lakukan:

1. Siapkan peralatan untuk cukur rambut bayi

Sebelum mulai menggunting rambut bayi, pastikan Anda sudah mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.

Sediakan peralatan seperti alat cukur, gunting rambut, air hangat, tisu, handuk, dan lainnya yang sekiranya akan diperlukan. Kemudian, letakkan di dekat tempat mencukur agar lebih mudah dijangkau.

Pastikan alat cukur yang Anda pakai memang aman untuk bayi agar tidak menimbulkan luka dan iritasi setelahnya.

2. Bersihkan semua peralatan yang dibutuhkan

Peralatan yang hendak dipakai selama proses mencukur rambut bayi harus dalam keadaan bersih.

Ambil contohnya, pakai handuk yang sudah dicuci dan belum digunakan dan pakai wadah bersih sebagai tempat air hangat.

Sementara untuk alat cukur dan gunting rambut sebaiknya Anda cuci sampai bersih terlebih dahulu menggunakan sabun dan air, kemudian keringkan.

3. Persiapkan diri sebelum mencukur

Bukan hanya peralatan yang perlu dibersihkan, cuci juga tangan Anda dengan sabun dan air mengalir sebelum cukur rambut dimulai.

Setelah semua peralatan siap, kini Anda bisa mulai meggunting rambut bayi perlahan-lahan. Biasanya, proses mencukur rambut bayi bisa dilakukan saat ia sedang tidur maupun tidak, tetapi dalam kondisi tenang.

Jika tiba-tiba bayi rewel, Anda bisa meminta orang lain untuk membantu menenangkan dan mengalihkan perhatian.

Secara umum, berikut langkah-langkah untuk cukur rambut bayi:

  1. Pastikan bayi sudah dalam keadaan tenang dan tidak rewel.
  2. Letakkan si kecil di atas pangkuan Anda dengan salah satu tangan memegang alat cukur dan satu lagi bertugas untuk memegang rambutnya.
  3. Basahi sedikit rambut si kecil dengan menggunakan air hangat, bahkan tambahkan sampo bila perlu, agar lebih lemas sehingga mudah untuk dicukur.
  4. Potong sedikit rambut bayi dengan gunting bila agak panjang.
  5. Mulai gunting rambut bayi yang sudah agak pendek dengan perlahan dan hati-hati. Lakukan ini dari bagian atas sampai ke bawah.
  6. Kemudian ganti arah mencukur dari bawah ke atas untuk merapikan sisa rambut yang belum tercukur.
  7. Jika bayi mulai terlihat rewel, coba ajak ia bicara dan alihkan perhatiannya.
  8. Bersihkan alat cukur saat dirasa penuh oleh rambut, lalu lanjut kembali proses mencukur.
  9. Mandi dan keramasi kepala bayi setelah selesai.

4. Bersihkan kepala bayi

Proses mencukur rambut bayi tidak berhenti setelah Anda berhasil menggunduli seluruh rambutnya tanpa sisa.

Anda masih harus memandikan sekaligus mengeramasi kepala bayi guna memastikan kulit kepalanya sudah bersih dari sisa rambut

Cara mencegah iritasi pada kulit kepala bayi

sabun mandi perawatan bayi baru lahir

Mencukur kadang dapat menimbulkan iritasi maupun masalah lain pada kulit bayi.

Supaya kulit kepala bayi tidak mengalami masalah setelah dicukur, Anda bisa mencegahnya dengan beberapa hal berikut:

  • Basahi kulit kepala bayi dengan air terlebih dahulu sebelum dicukur guna membuka pori-pori kulit kepala.
  • Hindari meregangkan kulit kepala bayi selama proses mencukur berlangsung.
  • Gunting rambut bayi sesuai arah tumbuh rambut.
  • Pilih pengaturan yang paling ringan pada pisau cukur.
  • Pakaikan pelembap pada kulit kepala bayi setelah selesai mandi dan keramas.

Penggunaan pelembap pada kulit kepala bayi dapat mencegah kulit yang kering dan iritasi. Bagi para orangtua, tetap hati-hati saat mencukur rambut bayi, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shaving Baby’s Head. Retrieved 15 January 2021, from https://www.newkidscenter.org/Shaving-Baby’S-Head.html

Kapan Rambut Bayi Harus Dicukur?. Retrieved 15 January 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kapan-rambut-bayi-harus-dicukur

Hair Loss. Retrieved 15 January 2021, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/hair-loss/

Razor Bumps. Retrieved 15 January 2021, from https://www.mottchildren.org/health-library/te7545spec

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x