Bolehkah Ibu Hamil Pakai Produk dari Belerang (Sulfur)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selama masa kehamilan, biasanya banyak aturan yang menganjurkan Anda untuk menghindari hal ini dan itu. Tujuannya tentu untuk menjaga agar kondisi Anda dan calon bayi di dalam kandungan senantiasa sehat dan prima. Salah satu yang mungkin sering dipertanyakan selama kehamilan yakni terkait unsur belerang (sulfur). Sebenarnya, amankah kalau ibu hamil menghirup belerang atau menggunakan produk kecantikan dari belerang?

Bolehkah ibu hamil menghirup bau belerang?

penyebab hiperosmia, sensitif terhadap bau

Sadar atau tidak, setiap harinya ibu hamil tidak luput dari risiko “bersentuhan” atau terpapar dengan senyawa kimia. Baik itu senyawa kimia alami dari lingkungan, maupun bahan kimia yang biasanya terkandung dalam produk pembersih rumah. Belerang, misalnya.

Belerang adalah unsur yang terdapat di alam, khususnya di tanah, tumbuhan, dan air. Berkat manfaatnya, belerang kerap diolah sebagai bahan dasar untuk produk perawatan kulit serta rambut. Belerang memiliki aroma khas yang membuatnya mudah sekali dikenali.

Selayaknya zat kimia pada umumnya, paparan belerang bisa terjadi dalam berbagai cara. Mulai dari terhirup langsung, termakan bersama makanan atau minuman, atau terserap melalui kulit. Lumrah adanya jika para ibu hamil khawatir paparan dari belerang, termasuk menghirup, berpengaruh terhadap kondisi kandungan.

Kabar baiknya, paparan zat kimia apa pun sebenarnya tidak membawa risiko buruk bagi kesehatan Anda dan bayi, selama jumlahnya sedikit. Melansir dari laman National Pesticide Information Center, efek toksisitas atau racun dari belerang terbilang rendah bagi manusia.

Hanya saja, perlu diperhatikan. Terlalu banyak menghirup atau mendapat paparan belerang tentu bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, tak terkecuali bagi ibu hamil. Menghirup belerang terlalu banyak dapat menyebabkan Anda mengalami iritasi pada saluran pernapasan, kulit, mata, batuk, hingga diare.

Bahkan ketika terbakar, belerang bisa berubah bentuk menjadi gas sulfur dioksida. Jika manusia khususnya ibu hamil menghirup zat tersebut, bisa mengakibatkan batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan iritasi mata.

Bagaimana jika ibu hamil pakai produk kecantikan dari belerang?

perawatan kecantikan saat hamil

Di samping keamanan ibu hamil ketika menghirup bau belerang, penggunaan produk belerang juga kerap menjadi pertanyaan besar. Belerang saat ini banyak ditemukan di dalam berbagai produk kecantikan. Salah satu yang cukup terkenal yakni obat jerawat dengan kandungan belerang, misalnya obat sulfur topical.

Produk tersebut merupakan satu dari sekian banyak macam obat jerawat yang mengandung belerang. Sulfur topical adalah obat luar berbentuk lotion, yang digunakan dengan cara dioleskan langsung pada bagian kulit yang berjerawat.

Namun menurut Drugs, penggunana obat sulfur topikal untuk ibu hamil belum secara resmi diizinkan oleh Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat. FDA merupakan badan khusus yang menangani obat dan makanan setara dengan BPOM di Indonesia.

Meski begitu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Women’s Dermantology, mengungkapkan hasil yang sebaliknya. Pada ibu hamil di usia kehamilan 28 minggu dengan kondisi jerawat cukup parah, diberikan obat metronidazol oral (minum) sebanyak 250 miligram (mg).

Selain obat tersebut, lotion topikal sulfur atau belerang juga turut diberikan sebagai pengobatan tambahan. Menariknya, memasuki usia kehamilan ke-34 minggu, kondisi jerawat pada ibu hamil tersebut terlihat membaik.

Hal tersebut tampak dari jumlah jerawat yang semakin berkurang, disertai dengan ukuran peradangan jerawat yang semakin kecil.

Kesimpulannya, penelitian tersebut menunjukkan hasil yang tidak mengkhawatirkan, sama seperti halnya ketika ibu hamil menghirup belerang dalam jumlah sedikit. Para peneliti tidak menemukan dampak buruk pada ibu dan bayi terkait dengan pengobatan menggunakan kandungan belerang selama kehamilan.

Berbeda dengan keamanan menghirup belerang oleh ibu hamil dalam jumlah sedikit, keamanan penggunaan produk kecantikan dengan kandungan belerang belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Agar mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai keamanan jika ibu hamil menghirup belerang maupun menggunakan produknya, sebaiknya tanyakan pada dokter.

Sebelum menggunakan berbagai produk saat hamil, tidak ada salahnya untuk bertanya dulu dengan dokter mengenai keamanannya. Dokter dapat memberikan rekomendasi produk terbaik sesuai kondisi Anda, tanpa harus membahayakan bayi di dalam kandungan.

Sebagai gantinya, sebenarnya ada berbagai perawatan kulit yang biasanya aman digunakan selama kehamilan. Jika Anda memerlukan antibiotik untuk jerawat Anda, produk yang aman yaitu kandungan erythromycin (Erygel) dan clindamycin (Cleocin T, Clindagel). Namun lagi-lagi Anda tetap harus konsultasi ke dokter Anda untuk produk yang aman Anda gunakan selama kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Kini usia kehamilan Anda sudah memasuki usia 10 minggu. Bagaimana perkembangan janin 10 minggu kehamilan? Cari tahu semua informasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Bagus

Sedang merencanakan kehamilan atau baru mendapat kabar gembira kehamilan? Berikut tips dan pertimbangan dalam memilih dokter kandungan yang bagus.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fetomaternal, Pemeriksaan Kehamilan oleh Dokter Spesialis Kandungan

Selain dokter kandungan, ibu hamil dengan kondisi tertentu juga disarankan periksa ke fetomaternal. Namun sebelumnya, cari tahu informasinya dulu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
Ibu hamil tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan menjaga pilihan makanan untuk ibu hamil setiap harinya. Asupan nutrisi yang baik akan membantu si kecil tumbuh sehat dan cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil. Penasaran apa saja daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil Berbagai makanan yang akan disebutkan di bawah ini dilarang untuk ibu saat hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, dari beberapa pantangan makanan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil. Berikut berbagai pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan saat ibu sedang hamil: 1. Ikan yang tinggi merkuri Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri.  Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri. Ini karena senyawa kimia ini adalah limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Ikan-ikan ini mungkin jarang diperjualbelikan di Indonesia, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Beberapa jenis seafood lain yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi (tidak setinggi ikan-ikan yang telah disebutkan di atas) dan termasuk pantangan makanan ibu hamil. Jenis-jenis ikan yang termasuk ke dalamnya adalah udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.  Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Jadi, sebaiknya konsumsi ikan-ikan tersebut maksimal hanya 2 kali per minggu. Tidak heran kalau jenis makanan tersebut termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil.  2. Sushi Bagi Anda penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya setop dulu makan makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil. Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dan kerang mentah seperti yang biasanya ada di sushi dan sashimi. Ini yang menjadikan sushi sebagai makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Sebaiknya, masak ikan, udang, lobster, dan kerang sampai hingga matang sempurna. 3. Steak setengah matang Steak sebenarnya tidak masalah dimakan oleh ibu hamil. Akan tetapi, steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna. Selera orang saat menikmati steak bisa berbeda-beda. Ada yang terbiasa dengan tingkat kematangan rare (mentah), medium rare (setengah matang), medium well (agak matang), dan well done (matang sempurna). Dari segi kuliner itu sendiri, daging steak yang lezat adalah yang dimasak medium rare. Namun, daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil. Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya. Jika perlu, gunakan termometer masak untuk memastikan tingkat kematangan daging. 4. Telur setengah matang Telur rebus dan telur mata sapi ½ atau ¾ matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan. Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare). Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran. Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang. Inilah alasan mengapa telur setengah matang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Agar aman, hindarilah makan telur setengah matang maupun makan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang. Masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat.  5. Susu mentah Susu juga termasuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Itulah mengapa ada susu ibu hamil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.  Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya. Hindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya mentah karena berbahaya untuk tubuh ibu hamil. Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.  Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum. 6. Terlalu banyak jeroan Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.  Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin. 7. Terlalu banyak kafein Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil. Anda juga bisa mengganti pantangan makanan untuk ibu hamil yang satu ini dengan sesuatu yang lebih sehat, seperti buah dan sayur. 8. Alkohol Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi. Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. 9. Herbal Makanan dilarang untuk ibu hamil berikutnya adalah sesuatu yang berbau herbal. Sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya tidak semua herbal dilarang selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile. Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak. Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal. Ibu hamil juga harus berkonsultasi ke dokter saat akan menggunakan herbal jenis apapun. Ini untuk menyamakan pendapat tentang pantangan makanan ibu hamil antara dokter dan pasien. 10. Makanan cepat saji Suka atau tidak, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil. Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia). 11. Mayones Mungkin Anda pernah mendengar atau sedang bertanya-tanya mengapa mayones termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya. Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.  Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, telur mentah merupakan tempat hidup bakteri, seperti Salmonella. Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi. Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

11 Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit