Ibu Hamil Boleh Makan Rambutan, Asal Perhatikan Hal Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seperti buah lainnya, rambutan juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Selain itu, rasanya pun sangat manis dan menyegarkan. Rambutan ternyata juga aman dikonsumsi saat hamil. Eits, tapi tunggu dulu. Sebelum ibu hamil makan buah rambutan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Manfaat makan rambutan saat hamil

Tak hanya rasanya yang enak, menurut Data Pangan Kemenkes RI, buah rambutan memiliki banyak nutrisi sehingga baik untuk memenuhi asupan gizi ibu hamil.

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam buah rambutan, meliputi serat, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, zinc, dan vitamin C.

Semua nutrisi rambutan, bukan hanya menyehatkan sang ibu, melainkan juga janin yang ada di dalam kandungannya.

Berikut manfaat yang mungkin didapatkan ibu hamil jika makan buah rambutan, antara lain:

1. Mendukung kesehatan sistem pencernaan

Rambutan dapat menjaga kesehatan pencernaan ibu hamil karena kandungan serat dan air. Serat yang terkandung berperan untuk menyerap air sehingga tekstur feses jadi lunak dan mudah dibuang dari tubuh.

Ini mengurangi risiko ibu hamil mengalami sembelit.

2. Meningkatkan persediaan darah

Saat hamil, persediaan darah akan meningkat karena janin membutuhkan pasokan darah. Untuk membuat sel-sel darah, tubuh membutuhkan mineral zat besi.

Nah, buah rambutan mengandung zat besi. Sayangnya, penyerapan zat besi oleh tubuh kadang tidak berjalan secara maksimal. Untungnya, buah ini juga mengandung vitamin C yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi jadi lebih baik.

Makan rambutan saat hamil, membantu memenuhi asupan zat besi yang diperlukan. Bila nutrisi zat besi ibu hamil tercukupi, risiko anemia selama masa kehamilan juga akan berkurang.

3. Memperkuat sistem imun

Selain membantu penyerapan zat besi, vitamin C dan antioksidan pada buah rambutan juga meningkatkan sistem imun. Itu artinya, ibu hamil akan jauh lebih kebal dari beberapa penyakit, seperti flu atau pilek.

4. Membantu pembentukan tulang janin

Makan rambutan saat hamil juga membantu memenuhi asupan kalsium. Mineral ini diperlukan sang ibu hamil untuk menjaga kesehatan tulangnya, sekaligus membantu pembentukan tulang janin di dalam kandungan.

Ibu hamil boleh makan rambutan, asal …

kandungan buah rambutan

Meskipun manfaat rambutan sangat melimpah, asupan buah rambutan untuk ibu hamil juga harus diperhatikan.

Alangkah lebih baik, jika ibu hamil konsultasi lebih dulu pada dokter sebelum menambahkan buah rambutan sebagai camilan.

Ibu hamil yang makan rambutan secara berlebihan, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan dirinya dan bayi dalam kandungannya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar kalium yang rendah pada 4 bulan pertama kehamilan berkaitan dengan rendahnya risiko diabetes gestasional dan preeklampsia (komplikasi hipertensi pada ibu hamil) yang mungkin dialami ibu hamil.

Nah, kandungan kalium pada buah rambutan dinilai yang cukup tinggi, yaitu, 104,2 mg per porsi (100 gram). Jika buah rambutan dikonsumsi dalam jumlah banyak, risiko diabetes dan preeklampsia mungkin bisa meningkat.

Ibu hamil dengan masalah kesehatan tertentu sebaiknya menghindari buah ini, terutama:

Diabetes gestasional

diabetes gestasional

Ibu hamil sangat rentan dengan diabetes gestasional. Itu sebabnya ibu hamil perlu memerhatikan asupan makanan yang mengandung gula, salah satunya rambutan.

Buah rambutan yang sangat matang, memiliki kandungan gula yang cukup banyak.

Jika ibu hamil memiliki kadar gula yang tidak stabil atau diabetes gestasional, sebaiknya hindari makan buah rambutan. Bukan hanya kesehatan ibu, kondisi tersebut ini bisa memengaruhi keselamatan janin.

Hipertensi

Produksi darah yang lebih banyak bisa selama masa kehamilan membuat ibu hamil rentan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Bagi ibu hamil dengan hipertensi, konsumsi buah rambutan harus sangat dijaga atau sebaiknya dihindari. Mengapa? Natrium yang terkandung dalam buah ini terhitung sangat tinggi, yaitu 16 mg per 100 gram.

Kadar natrium yang terlalu tinggi bisa membuat tekanan darah jadi lebih tinggi. Ini bisa menyebabkan bayi lahir prematur, janin gagal tumbuh, dan komplikasi kehamilan lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca