Multiple Myeloma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu multiple myeloma?

Multiple myeloma adalah salah satu jenis kanker darah yang berkembang di sel plasma pada sumsum tulang.

Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang terdapat di beberapa bagian rongga tulang, di mana sel-sel darah diproduksi. Sel plasma di sumsum tulang merupakan jenis sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Normalnya, sel plasma menghasilkan antibodi atau imunoglobulin yang membantu tubuh melawan infeksi dan membunuh kuman. Namun ketika berkembang menjadi kanker, sel plasma justru menghasilkan protein (antibodi) yang abnormal yang disebut protein monoklonal atau protein M.

Protein M ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, kerusakan tulang, dan gangguan fungsi kekebalan, sehingga tidak dapat membantu melawan infeksi di tubuh. Selain itu, berkembangnya sel kanker myeloma pun menyebabkan produksi serta fungsi sel darah merah dan putih terganggu, sehingga bisa menimbulkan anemia, trombositopenia, dan leukopenia.

Sel-sel kanker myeloma biasanya muncul di tulang belakang, tulang tengkorak, tulang panggul, rusuk, lengan, kaki, serta di area sekitar bahu dan pinggang. Penyakit ini umumnya memengaruhi beberapa bagian tubuh, itulah sebabnya kondisi ini sering disebut multiple.

Multiple myeloma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Pengobatan ditujukan untuk mengendalikan penyakit, meredakan gejala dan komplikasinya, serta memperpanjang usia penderitanya. Sel kanker bisa saja menjadi tidak aktif (dormant) selama beberapa tahun, dan kemudian muncul kembali.

Seberapa umumkah multiple myeloma?

Multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang tergolong langka. Hanya sekitar 10% dari kasus kanker darah yang termasuk dalam jenis penyakit ini. Adapun jenis kanker darah lainnya yang lebih umum terjadi, yaitu leukemia dan kanker getah bening (limfoma).

Penyakit ini pun menduduki urutan ke-22 pada kasus kanker yang paling banyak terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan data Globocan 2018, sebanyak 159.985 kasus baru myeloma di dunia terjadi dalam setahun. Sementara di Indonesia, jumlah kasus baru myeloma pada tahun yang sama sebanyak 2.717 kasus.

Kanker jenis ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding perempuan. Selain itu, penyakit ini pun lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, dengan rata-rata usia di atas 60 tahun.

Multiple myeloma dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala multiple myeloma?

Tanda-tanda dan gejala multiple myeloma bisa bervariasi. Bahkan, umumnya gejala tidak muncul pada awal kemunculannya atau pada stadium awal.

Namun, gejala-gejala multiple myeloma yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri tulang, yang seringnya terasa di punggung, pinggul, bahu, atau tulang rusuk.
  • Tulang lemah hingga mudah patah (fraktur).
  • Gejala anemia, seperti kelelahan (letih), sesak napas, dan terasa lemas.
  • Sering infeksi atau infeksi yang tidak kunjung sembuh.
  • Gejala hiperkalsemia (terlalu banyak kalsium dalam darah), seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, sembelit, kebingungan, dan sering mengantuk.
  • Memar dan perdarahan yang tidak biasa, seperti sering mimisan, gusi berdarah, dan menstruasi yang berat.
  • Tanda-tanda masalah pada ginjal seperti mual, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dehidrasi, kekurangan energi, serta pergelangan kaki, kaki, dan tangan yang bengkak.
  • Gangguan sistem saraf karena tertekannya saraf-saraf tulang belakang (spinal cord compression), seperti sakit punggung parah, mati rasa (terutama di bagian kaki dan lengan), kesulitan mengendalikan kandung kemih atau usus, dan masalah ereksi.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Gejala-gejala di atas memang tidak selalu disebabkan oleh kanker. Namun, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, terutama bila terjadi secara terus menerus dan tak kunjung sembuh.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab multiple myeloma?

Hingga saat ini, penyebab multiple myeloma belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa myeloma muncul dari sel plasma sumsum tulang yang mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi akibat adanya DNA yang bermutasi pada sel-sel plasma.

DNA bekerja dengan menginstruksikan bagaimana sel bereplikasi dan berkembang. Sel-sel plasma yang sehat biasanya berkembang dalam kecepatan yang normal, kemudian mati dan digantikan dengan sel-sel baru.

Namun, sel-sel plasma yang rusak akan terus hidup dan berkembang secara tidak terkendali, sehingga terjadi penumpukan dan mengganggu produksi sel-sel yang sehat. Namun, tidak seperti sel-sel kanker pada umumnya, penumpukan sel abnormal ini tidak membentuk jaringan atau tumor.

Sel-sel yang rusak ini pun akan tetap memproduksi antibodi, sebagaimana sel plasma yang sehat. Namun, antibodi ini tidak berfungsi sebagaimana umumnya (protein monoklonal atau protein M).

Dalam beberapa kasus, multiple myeloma berawal dari kondisi medis yang disebut dengan monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS). Setiap tahun, sekitar satu persen penderita MGUS mengembangkan kanker jenis ini.

Seperti myeloma, MGUS juga ditandai dengan adanya produksi protein M di dalam darah. Namun, pada penderita MGUS, kadar protein M lebih rendah dan tidak berisiko merusak tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena multiple myeloma?

Multiple myeloma adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Dalam beberapa kasus, penderita myeloma justru tidak memiliki faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya penyakit ini:

1. Penambahan usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 50 atau 60 tahun ke atas. Angka kejadian penyakit ini pada pasien berusia di bawah 40 tahun sangatlah rendah.

2. Jenis kelamin laki-laki

Apabila Anda berjenis kelamin laki-laki, peluang Anda untuk terkena penyakit ini lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Penyebab dari hal tersebut masih belum diketahui secara pasti.

3. Ras tertentu

Jumlah kasus kejadian penyakit ini dua kali lipat lebih sering terjadi pada orang-orang berkulit hitam, dibanding orang-orang berkulit putih.

4. Paparan terhadap radiasi

Jika Anda pernah terkena paparan radiasi tingkat tinggi atau tingkat rendah dalam waktu lama, seperti bekerja di lingkungan khusus, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

5. Riwayat penyakit keluarga

Apabila Anda memiliki orang tua, kakak, adik, atau anak yang memiliki penyakit ini, Anda memiliki peluang dua atau tiga kali lebih besar untuk mengidap penyakit yang sama.

6. Berat badan berlebih atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya sel kanker di dalam tubuh, termasuk myeloma.

7. Riwayat monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS)

Penderita myeloma umumnya sudah memiliki penyakit MGUS sebelumnya. Jadi, jika Anda mengidap MGUS, peluang Anda untuk menderita kanker jenis ini lebih besar.

8. Sistem imun yang lemah

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah akibat menjalani pengobatan setelah transplantasi organ memiliki risiko lebih besar terkena myeloma. Selain itu, peluang terkena penyakit ini pun meningkat pada penderita HIV.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara multiple myeloma didiagnosis?

Pada beberapa kasus, multiple myeloma bisa terdeteksi saat Anda melakukan tes darah untuk kondisi medis lain. Namun, beberapa kasus lainnya, myeloma terdeteksi berdasarkan gejala yang Anda alami.

Pada kasus ini, dokter akan menanyakan terlebih dahulu faktor-faktor risiko yang mungkin Anda punya, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta berapa lama gejala-gejala telah muncul. Kemudian, Anda akan diminta untuk menjalani tes. Adapun beberapa tes untuk mendiagnosis multiple myeloma adalah:

1. Tes darah

Tim medis akan melakukan tes hitung darah lengkap (complete blood count atau CBC) untuk mengetahui kadar sel darah putih, merah, dan trombosit di dalam darah. Selain itu, kadar kreatinin, albumin, kalsium, dan elektrolit lainnya juga akan diperiksa dengan tes kimia darah, termasuk kadar protein M yang diproduksi sel myeloma.

2. Tes urine

Tes urine dilakukan secara berkala untuk mengetahui adanya protein myeloma pada urine yang telah diproses melalui ginjal. Tes ini disebut dengan urine protein electrophoresis (UPEP) dan urine immunofixation.

3. Tes immunoglobulin kuantitatif

Tes ini menghitung kadar darah di beberapa jenis antibodi, seperti IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM. Jika salah satu komponen tersebut memiliki kadar yang berlebihan atau terlalu sedikit, ada kemungkinan terdapat sel kanker berkembang di sumsum tulang Anda.

4. Elektroforesis

Prosedur ini merupakan langkah paling akurat dalam menentukan adanya kanker pada sumsum tulang Anda. Melalui tes ini, dokter dapat mengetahui adanya protein abnormal dalam darah Anda, seperti protein M.

5. Biopsi sumsum tulang

Dalam tes ini, dokter akan mengambil sampel cairan sumsum tulang Anda dengan menggunakan jarum. Kemudian, cairan sumsum tulang akan diperiksa di laboratorium untuk diketahui apakah terdapat sel myeloma di dalamnya.

6. Tes pencitraan (CT scan, MRI, atau PET scan)

Dokter juga akan merekomendasikan tes pencitraan pada bagian dalam tubuh Anda, terutama pada jaringan-jaringan yang lunak seperti sumsum tulang.

Bagaimana multiple myeloma diobati?

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit ini tidak memerlukan pengobatan, terutama bila tidak merasakan gejala. Pada kondisi ini, Anda hanya perlu menjalani tes darah dan urin secara rutin untuk memantau perkembangan sel kanker.

Pengobatan umumnya baru diberikan ketika gejala sudah muncul. Adapun pengobatan yang diberikan bergantung pada kondisi kesehatan serta seberapa parah sel kanker telah berkembang.

Berikut adalah pengobatan yang umum diberikan pada pasien multiple myeloma:

1. Terapi target

Obat terapi target berfokus pada kelainan yang menyebabkan sel kanker bertahan hidup. Obat-obat terapi target untuk myeloma, yaitu bortezomib (Velcade), carfilzomib (Kyprolis), dan ixazomib (Ninlaro).

2. Terapi biologis

Obat terapi biologis mendorong sistem imun tubuh untuk membunuh sel-sel myeloma. Pada jenis pengobatan ini, dokter akan memberikan obat-obatan, seperti thalidomide (Thalomid), lenalidomide (Revlimid), dan pomalidomide (Pomalyst).

3. Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker yang berkembang dengan cepat, termasuk sel-sel myeloma. Obat biasanya diberikan dengan cara diminum atau disuntikkan. Pengobatan ini pun sering dilakukan sebelum transplantasi sumsum tulang.

4. Kortikosteroid

Obat-obatan kortikosteroid, seperti prednisone dan dexamethasone, dapat membantu tubuh melawan peradangan atau inflamasi. Hal ini dapat memicu sistem imun tubuh melawan sel-sel myeloma.

5. Transplantasi sumsum tulang

Prosedur bedah dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang baru.

6. Terapi radiasi atau radioterapi

Prosedur ini menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray dan proton, untuk membunuh sel-sel myeloma di dalam tubuh.

Pengobatan dan obat lainnya mungkin diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi Anda. Konsultasikan selalu dengan dokter untuk jenis pengobatan yang tepat.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan di rumah yang dapat membantu mengatasi multiple myeloma?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi multiple myeloma:

  • Mengetahui kondisi, cara mengatasi gejala, serta efek samping pengobatan.
  • Mencari dukungan dari keluarga, teman, serta kolega.
  • Meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup.
  • Menerapkan pola makan sehat dan cukup berolahraga. Jika Anda sulit makan, cobalah membagi makanan menjadi porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering.
  • Menghindari memaksakan diri. Jika Anda masih harus pergi bekerja atau ke sekolah selama pengobatan, Anda harus berdiskusi mengenai kemampuan Anda dengan kondisi ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Leukemia

Leukemia bisa terjadi pada siapapun. Namun, faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena leukemia. Ketahui penyebab leukemia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Gejala-gejala Leukemia pada Orang Dewasa yang Perlu Diwaspadai

Gejala leukemia pada orang dewasa kerap mirip dengan tanda penyakit lainnya. Ketahui gejala dan ciri-ciri leukemia melalui artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Gejala Kanker Darah Pada Anak yang Harus Diwaspadai Ortu

Kanker darah bisa terjadi pada anak. Sebelum kondisi bertambah parah, orangtua wajib tahu apa saja gejala kanker darah yang mungkin terjadi pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 27 September 2019 . Waktu baca 5 menit

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 11 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hemoglobin hb rendah

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
limfoma Hodgkin

Informasi Lengkap Mengenai Limfoma Hodgkin, Mulai dari Gejala Hingga Cara Mengobati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 7 menit
pengobatan dan cara mengatasi kanker darah leukemia

Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 8 menit
cara mencegah dan pencegahan kanker darah leukemia

Berbagai Cara Pencegahan Leukemia yang Perlu Diterapkan Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit