Pentingnya Makanan dan Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Kanker Paru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda berusaha untuk sembuh dari kanker paru, Anda diharapkan untuk mengubah gaya hidup lebih sehat, selain menghindari berbagai penyebab dari kanker paru. Gaya hidup lebih sehat dapat dimulai dari mengatur pola makan dan melatih pernapasan. Ada berbagai pilihan makanan untuk penderita kanker paru-paru, serta pilihan latihan pernapasan yang baik dilakukan selama menjalani pengobatan berikut ini.

Makanan yang baik untuk pasien kanker paru

Dalam masa perawatan untuk penderita kanker paru, perbanyak mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang dapat membantu proses pengobatan dan pemulihan, diantaranya:

1. Air kelapa

Air kelapa sangat cocok untuk membantu mempercepat proses penyembuhan untuk penderita kanker paru. Pasalnya, air kelapa sangat rendah kandungan karbohidrat dan natriumnya, tapi justru tinggi kalium.

2. Pisang

Makanan berupa buah yang satu ini juga baik untuk penderita kanker, termasuk kanker paru. Pasalnya, pisang mengandung karbohidrat kompleks yang dapat mengembalikan energi dengan cepat selama masa perawatan. Tak hanya itu, serat yang terdapat di dalam pisang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

3. Bubuk cokelat

Bubuk cokelat kaya akan magnesium, serat, dan antioksidan termasuk flavanol dan polifenol. Tak hanya itu, dengan mengonsumsi salah satu bahan makanan ini, penderita kanker paru dapat mencegahn terjadinya kerusakan pada sel.

Mengonsumsi makanan ini juga dapat menstimulasi sistem saraf utama, sehingga sirkulasi darah menjadi lebih baik dan otot menjadi lebih rileks.

4. Peppermint

Dengan mengonsumsi peppermint, pasien dapat meningkatkan pencernaan dan sirkulasi darah. Hal ini dapat membantu meningkatkan produksi nutrisi yang baik untuk sel-sel di dalam tubuh.

Pola makan yang sehat untuk pasien kanker paru-paru

Pada dasarnya, tidak ada jenis makanan tertentu yang wajib dikonsumsi untuk penderita kanker paru-paru. Hal ini disebabkan kebutuhan nutrisi dari masing-masing pasien mungkin berbeda.

Biasanya, kebutuhan ini ditentukan dari kondisi kesehatan lain, pilihan pengobatan kanker paru dan efek samping yang mungkin terjadi, tahapan stadium kanker paru, hingga berat badan dan tinggi pasien.

Menurut American Lung Association, hal yang justru harus lebih diperhatikan dalam memilih makanan untuk penderita kanker paru-paru adalah:

1. Makan dengan kalori yang memadai berat badan tetap ideal

Biasanya, pasien akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Untuk menghindari hal tersebut,  penderita kanker paru-paru disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung cukup kalori untuk menjaga berat badan tetap ideal. Dokter juga akan membantu menentukan asupan nutrisi yang tepat untuk kondisi kesehatan pasien.

2. Konsumsi makanan porsi kecil dengan lebih sering

Selain menentukan nutrisi pada makanan untuk penderita kanker paru-paru, pola makan juga perlu diperhatikan. Sebagai contoh, pasien disarankan untuk makan sedikit tapi lebih sering.

Makan lebih sedikit tapi lebih sering membantu memastikan tubuh mendapatkan kalori, protein, dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengimbangi efek samping dari pengobatan, misalnya mual.

3. Hindari makanan tertentu

Ada pula pantangan makanan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi memperparah efek samping dari pengobatan kanker paru. Sebagai contoh, ada beberapa makanan yang apabila diberikan untuk penderita kanker paru-paru justru memperparah efek samping, seperti diare atau konstipasi.

Pasien juga diharapkan untuk menghindari makanan manis, karena hanya mengandung sedikit nutrisi. Selain itu, makanan manis dapat membuat Anda kenyang padahal tubuh belum mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

4. Banyak minum air

Agar tidak mengalami dehidrasi selama menjalani pengobatan kanker, pasien juga diharapkan untuk banyak mengonsumsi air. Namun, hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi maupun teh karena malah dapat memicu dehidrasi.

Olahraga yang disarankan untuk pasien kanker paru

Selain memerhatikan makanan yang baik untuk penderita kanker paru-paru, Anda juga perlu memerhatikan aktivitas lain yang bisa dilakukan selama masa pengobatan dari penyakit ini.

Meski sedang mengalami kanker paru, bukan berarti pasien tidak diperbolehkan olahraga. Justru, akitivitas ini sangat penting dan wajib dilakukan. Diketahui bahwa olahraga dapat meningkatkan sistem imun, menguatkan otot, serta mencegah penurunan berat badan secara drastis untuk pasien kanker paru.

Bahkan, dengan berolahraga rutin, pasien kanker paru dapat melewati pengobatan kanker lebih baik, lebih sedikit mengalami efek samping pengobatan, serta mencegah kanker kambuh kembali di kemudian hari.

Namun, jenis olahraga untuk pasien kanker paru juga mesti diperhatikan. Pasalnya, pasien kanker paru rentan mengalami kelelahan, yang jika terjadi dapat memperburuk kondisi pernapasannya.

Oleh sebab itu, untuk membuat tubuh tetap bergerak, pasien kanker paru dapat melakukan aktivitas ringan dan sederhana seperti:

  • Berkebun.
  • Gunakan tangga dari pada menaiki eskalator atau lift.
  • Berjalan-jalan santai bersama hewan kesayangan atau kerabat Anda.

Jika ingin tetap berolahraga, pasien kanker dapat melakukan jenis olahraga seperti yoga, tai-chi, berenang, dan bersepeda dengan santai. Hindari melakukan olahraga yang memiliki intensitas tinggi karena berisiko untuk menimbulkan masalah pernapasan.

Latihan mengelola pernapasan untuk pasien kanker paru

Selain menjaga pola makan dan memilah makanan sehat untuk penderita kanker paru-paru, Anda juga perlu memahami berbagai cara untuk mengatasi gejala paling umum dari kanker paru, yaitu sesak napas. Dengan melatih pernapasan, pasien dapat meredakan salah satu gejala dari penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Coba untuk lebih rileks

Selain memerhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi, penderita kanker paru-paru juga perlu lebih memerhatikan gejala yang mungkin muncul, salah satunya sesak napas.

Untuk mengontrol gejala tersebut, Anda mungkin harus berusaha lebih rileks atau tenang saat mengalaminya. Pasalnya, saat merasa khawatir dan takut, Anda akan lebih mudah merasa takut.

Cobalah menenangkan diri dengan mendengarkan musik, memikirkan hal-hal yang indah, atau bermeditasi agar lebih mudah merasa tenang. Dengan begitu, Anda bisa mengatasi gejala yang satu ini saat tiba-tiba muncul.

2. Temukan posisi yang nyaman saat merasa sesak napas

Terkadang, posisi yang tak nyaman justru memperparah gejala yang mungkin Anda alami saat mengalami kanker paru. Oleh sebab itu, selain berusaha untuk tetap tenang, cobalah untuk menemukan posisi yang lebih nyaman untuk Anda bernapas.

3. Fokus terhadap pernapasan

Saat merasa kehabisan napas, cobalah untuk fokus dengan pernapasan Anda. Sesak napas sering kali membuat Anda kesulitan bernapas melalui hidung, maka cobalah untuk bernapas melalui mulut.

4. Simpan energi

Jika sering mengalami sesak napas, Anda mungkin juga sering merasa lelah. Oleh sebab itu, hindari melakukan aktivitas yang tak perlu, khususnya kegiatan yang membutuhkan banyak energi. Lebih baik simpan energi Anda untuk melakukan aktivitas yang lebih penting.

Selain melakukan hal-hal tersebut, cobalah untuk berhenti merokok, menghindari asap rokok, banyak minum, dan mencoba berbagai latihan pernapasan yang mungkin bermanfaat untuk Anda. Tak lupa, perbanyak istirahat, dan seperti yang telah disebutkan di atas, pilih makanan yang sehat untuk penderita kanker paru-paru.

Mencoba latihan tersebut tidak hanya akan membuat pikiran Anda tenang, tapi juga meningkatkan fungsi paru, terutama dengan orang yang memiliki kanker paru. Dengan begitu, latihan mengelola pernapasan bisa menjadi aktivitas yang dapat membantu mengatasi kanker paru-paru secara alami

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Kanker Paru Secara Alami yang Dapat Dilakukan

Ada beberapa bahan alami dan cara alternatif yang dianggap dapat membantu mengobati kanker paru-paru. Berikut penjelasannya secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Paru, Kanker 2 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

4 Masalah Paru-paru yang Paling Rentan Mengintai Perokok Aktif

Setiap kali Anda merokok, lebih dari 4.000 jenis racun masuk ke paru. Selain kanker paru-paru, perokok aktif juga rentan kena berbagai masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 18 Oktober 2018 . Waktu baca 10 menit

Setelah Berhenti Merokok, Apakah Saya Masih Berisiko Kena Kanker Paru?

Selamat, Anda sudah berhasil berhenti merokok! Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah Anda masih berisiko kanker paru setelah berhenti merokok?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 16 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Pria

Kanker menyerang tak pandang bulu, baik wanita dan pria. Ada beberapa jenis kanker pada pria yang paling umum terjadi sehingga perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Kanker paru

Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit
angka kematian kanker menurun

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
pencegahan atau cara mencegah penyakit kanker paru-paru

5 Upaya Pencegahan Kanker Paru yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 5 menit