Pemeriksaan Fisik Jantung

Pemeriksaan Fisik Jantung

Jantung merupakan salah satu organ utama dalam tubuh sehingga kesehatannya perlu dijaga dengan baik. Selain menerapkan gaya hidup sehat, cara menjaga kesehatan jantung ialah dengan melakukan pemeriksaan fisik jantung secara rutin.

Apa itu pemeriksaan fisik jantung?

Pemeriksaan fisik jantung adalah prosedur untuk memeriksa kondisi kesehatan jantung secara menyeluruh. Prosedur ini membantu mendeteksi masalah pada jantung sedini mungkin.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah kondisi fisik jantung normal atau tidak. Terlebih, jika Anda sering merasakan gejala yang mengarah ke penyakit jantung, seperti:

Sebelum pemeriksaan fisik jantung

pemeriksaan fisik jantung

Sebelum pemeriksaan dilakukan, dokter biasanya akan bertanya soal gejala terkait penyakit jantung yang mungkin Anda rasakan, seperti nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar.

Selain gejala terkait penyakit jantung, beberapa pertanyaan lain yang mungkin akan ditanyakan meliputi:

  • riwayat penyakit lain (diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi),
  • riwayat penyakit jantung pada anggota keluarga lain, serta
  • gaya hidup sehari-hari (misalnya frekuensi olahraga, konsumsi alkohol, hingga kebiasaan merokok).

Jika semua informasi sudah didapat, pemeriksaan akan dilakukan. Untuk memperoleh hasil yang akurat, jangan dulu merokok, mengonsumsi kafein, dan berolahraga 30 menit sebelum prosedur dilakukan.

Prosedur pemeriksaan fisik jantung

Prosedur pemeriksaan fisik jantung

Pemeriksaan fisik jantung dilakukan dengan serangkaian prosedur. Secara umum, berikut tahapan prosedur yang juga dikenal dengan istilah cardiovascular physical examination ini.

1. Inspeksi

Inspeksi dilakukan dengan mengamati wajah, kulit, hingga anggota tubuh Anda. Nantinya, dokter akan mencari kelainan yang mengarah pada masalah jantung.

Menurut buku Cardiac Exam dalam National Library of Medicine, berikut bagian tubuh yang biasanya akan diperiksa.

  • Kulit: suhu kulit yang dingin menandakan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik.
  • Kuku: garis merah kecoklatan di bawah kuku (splinter hemorrhages) menandakan endokarditis (infeksi pada lapisan dalam ruang jantung dan katup jantung).
  • Mulut: memar pada langit-langit mulut bagian belakang (palatal petechiae) menandakan endokarditis.
  • Leher: kelainan pada denyut pembuluh vena jugularis di leher tanda tamponade jantung, fibrilasi atrium, hingga hipertensi paru.
  • Ekstremitas (anggota gerak tubuh): pembengkakan pada anggota gerak tubuh menandakan gagal jantung.

2. Palpasi

Pada tahapan ini, serangkaian pemeriksaan akan dilakukan dokter. Berikut beberapa jenis dan tujuan dari masing-masing pemeriksaan.

  • Menghitung denyut nadi: mengetahui irama, kekuatan, dan detak jantung.
  • Mengukur tekanan darah: mengetahui terhambat atau tidaknya aliran darah menuju jantung.
  • Pemeriksaan getaran jantung (thrill): mendeteksi adanya kelainan katup bawaan atau penyakit jantung kongenital (bawaan).
  • Point of maximal impulse (PMI): mendeteksi adanya pembesaran pada jantung akibat penyakit lain (kardiomegali).

3. Perkusi

Pada tahap pemeriksaan fisik jantung ini, dokter atau petugas kesehatan akan mengetuk permukaan dada menggunakan jari tangan. Masalah jantung yang bisa dideteksi lewat cara ini yakni:

  • efusi perikardium: penumpukan cairan pada selaput pembungkus jantung, dan
  • aneurisma aorta: penggelembungan pada dinding pembuluh darah aorta.

4. Auskultasi

Pemeriksaan auskultasi dilakukan dengan cara menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. Dari pemeriksaan, akan dinilai apakah bunyi jantung Anda normal atau tidak.

Umumnya, bunyi jantung tidak normal disebabkan oleh masalah katup jantung. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi akibat penyakit jantung bawaan.

Setelah pemeriksaan fisik jantung

elektrokardiogram

Apabila ditemui kondisi yang abnormal, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan fisik jantung lanjutan. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan ada-tidaknya masalah pada jantung.

Berikut beberapa pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan setelah cardiovascular physical examination.

Pemeriksaan fisik jantung perlu dilakukan secara rutin untuk mendeteksi masalah pada organ ini sedini mungkin. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi Anda semakin parah.

Gangguan pada jantung yang tidak segera diobati akan semakin sulit untuk disembuhkan. Risiko komplikasi pun akan semakin besar jika masalah jantung terlambat ditangani.

Serba-serbi seputar pemeriksaan fisik jantung

  • Prosedur untuk memeriksa kesehatan jantung secara keseluruhan.
  • Membantu mendeteksi masalah pada jantung sedini mungkin.
  • Sebelum pemeriksaan, jangan merokok dan mengonsumsi alkohol atau kafein untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
  • Beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilewati antara lain inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
  • Jika ditemukan kondisi yang abnormal, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti MRI, CT scan, rontgen, hingga EKG untuk memastikan ada-tidaknya masalah pada jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan