Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara-cara Ampuh Menghilangkan Bentol Merah Bekas Gigitan Nyamuk

Cara-cara Ampuh Menghilangkan Bentol Merah Bekas Gigitan Nyamuk

Gatal karena digigit nyamuk rasanya memang menyebalkan. Belum lagi penampakan bentolnya yang sangat mengganggu penampilan. Lantas, adakah cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk yang tampak mengganggu pemandangan ini? Simak tips di bawah ini untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk dengan aman dan cepat.

Kenapa bisa timbul bentol merah setelah digigit nyamuk?

Anda tentu sudah tidak asing menjumpai nyamuk beterbangan di sekitar Anda. Serangga yang satu ini memang banyak ditemukan di negara-negara tropis, termasuk di Indonesia.

Tidak banyak yang tahu bahwa yang suka menggigit manusia hanyalah nyamuk betina. Nutrisi yang ada di dalam darah kita menjadi makanan yang baik untuk calon anak-anaknya nanti.

Nah, setelah menusuk kulit dengan ujung moncong tajamnya, nyamuk akan mengeluarkan air liur untuk menjaga darah agar tidak cepat menggumpal sehingga lebih mudah diisap. Air liur nyamuk tersebut mengandung enzim dan protein asing sehingga dianggap membahayakan oleh tubuh kita. Sebagai upaya untuk memberantas zat asing itu, sistem imun akan memproduksi histamin dalam jumlah banyak.

Kadar histamin yang berlebihan dalam tubuh akan meningkatkan aliran darah dan jumlah sel darah putih di sekitar area gigitan nyamuk. Akibatnya, hal tersebut menyebabkan peradangan dan pembengkakan kulit khas bentol gigitan nyamuk. Peningkatan histamin ini juga serupa dengan reaksi alergi pada tubuh.

Gigitan nyamuk memang biasanya tidak berbahaya dan hanya menyisakan bekas yang mengganggu penampilan. Namun, ternyata gigitan serangga pengisap darah ini bisa membawa penyakit infeksi juga, lho. Tak perlu khawatir karena tidak semua bekas gigitan nyamuk sudah pasti mengundang penyakit.

Beberapa penyakit yang umum terjadi akibat gigitan nyamuk di antaranya adalah:

Bagaimana cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk?

gatal gigitan nyamuk

Seperti yang dijelaskan tadi, gigitan nyamuk ternyata berasal dari reaksi histamin di dalam tubuh, sehingga kulit akan menjadi bengkak dan merah. Biasanya,

Sebagian orang mungkin tidak sadar ketika digigit nyamuk dan tiba-tiba melihat ada bentol di kulitnya. Menurut Mayo Clinic, berikut adalah tanda-tanda bekas gigitan nyamuk:

  • Bengkak atau bentol kemerahan muncul beberapa menit setelah gigitan
  • Bentol terasa gatal
  • Muncul bentol keras berwarna merah kecoklatan sehari setelah digigit nyamuk
  • Bintik-bintik gelap seperti memar

Pada anak-anak, bekas gigitan nyamuk bisa saja menghitam dan lebih susah hilang. Orang-orang dengan sistem imun tubuh yang buruk juga lebih mungkin mengalami kondisi ini.

Reaksi yang lebih serius di kulit membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Namun, jangan khawatir karena reaksi alergi berat akibat gigitan nyamuk sangat jarang terjadi.

Jika Anda benar-benar merasa terganggu dengan bekas gigitan nyamuk, ikuti cara-cara di bawah ini untuk menghilangkan bentol dengan cepat:

1. Berikan kompres dingin

Setelah Anda digigit nyamuk dan menemukan adanya bentol, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengompres bagian kulit yang baru digigit. Anda bisa memakai kompres dingin untuk langkah ini.

Kompres dingin bertujuan untuk meredakan reaksi peradangan pada kulit, serta mengurangi rasa gatal di kulit akibat gigitan nyamuk.

Tempelkan kompres dingin (masukkan beberapa buah es batu ke dalam plastik dan balut dengan handuk tipis) ke kulit Anda untuk membantu menghilangkan rasa gatalnya.

2. Hindari menggaruk

Bintik atau bentol merah pada kulit usai digigit nyamuk adalah reaksi yang wajar. Sayangnya, rasa gatalnya kadang bisa sangat mengganggu yang akhirnya tanpa sadar membuat Anda terus-menerus menggaruknya.

Padahal, menggaruk kulit yang kena gigitan nyamuk justru bisa semakin membuatnya gatal hingga menyebabkan luka yang susah hilang. Terlebih bila Anda punya kulit sensitif.

Oleh karena itu, pastikan Anda sebisa mungkin hindari menggaruk bentol yang terasa gatal. Apabila anak Anda sulit menahan rasa gatal dan ingin menggaruk, Anda bisa menempelkan plester di bagian bekas digigit nyamuk.

Anda juga dapat menggunakan penghilang rasa sakit, obat antihistamin, atau krim antigatal yang dijual bebas untuk meredakan gatalnya. Semakin cepat Anda mengobati bekas gigitannya, maka semakin kecil kemungkinan bekasnya muncul dan lebih mudah dihilangkan.

3. Segera mandi dengan air dingin

Cara lain untuk menghilangkan bekas gatal akibat gigitan nyamuk adalah mandi dengan air dingin. Konsep ini serupa dengan memberikan kompres air dingin pada kulit, yang bertujuan agar rasa gatal berkurang.

Cara mencegah gigitan nyamuk berbekas di kulit

merawat kulit tangan

Selain mengetahui cara menghilangkan bekas, penting juga untuk mengetahui cara mencegah agar bekas gigitan nyamuk tidak menghitam dengan cepat.

Memang, bentol gigitan nyamuk cenderung lebih cepat hilang dibanding gigitan serangga lainnya. Namun, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh dan ukuran bekas gigitannya, bisa saja bekas akan tersisa di kulit dan susah sembuh. Terlebih lagi jika sering Anda garuk.

Oleh karena itu, ikuti langkah-langkah di bawah agar gigitan nyamuk tidak menghilangkan bekas yang susah dihilangkan:

1. Oleskan dengan minyak atau krim vitamin E

Anda bisa coba dengan mengoleskan minyak atau krim yang mengandung vitamin E minimal dua kali sehari. Vitamin E dapat mengurangi kemerahan sekaligus mempercepat penyembuhan iritasi kulitnya.

Jika di rumah tidak ada krim vitamin E, Anda bisa menggunakan madu. Sifat antiradang alami dari madu juga dapat membantu menyembuhkan luka, mengurangi peradangan, dan mencegah infeksi. Jangan terlalu lama meninggalkan madu di atas kulit. Setelah dirasa cukup lama, segera bilas hingga bersih.

Alternatif lainnya adalah dengan rutin mengoleskan gel lidah buaya yang sudah terbukti dapat mengurangi peradangan, menenangkan kulit gatal, dan mempercepat penyembuhan.

2. Pakai masker buah

Jika tidak dirawat dengan baik, bekas gigitan nyamuk bisa menggelap seperti bekas jerawat. Anda bisa membantu mencegah perubahan warna kulit di bekas gigitan nyamuk dengan memakai masker alami dari buah tomat, lemon, atau pepaya yang ditumbuk halus.

Kandungan dari buah-buahan ini diyakini bisa mencerahkan kulit. Pilih salah satu buah saja, dan oleskan masker dua kali sehari sekitar 10 menit.

3. Oleskan tabir surya atau sunblock

Tahukah Anda bahwa bekas luka atau gigitan serangga lebih cepat menghitam jika terpapar sinar matahari? Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda dianjurkan untuk memakai tabir surya atau sunblock sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Pilihlah sunblock dengan SPF 30 ke atas ketika Anda akan pergi keluar ruangan, terlebih jika Anda akan beraktivitas cukup lama di bawah sinar matahari.

4. Pakai krim dari dokter

Jika bekas gigitannya cukup besar, menimbulkan luka, menyebabkan perubahan warna kulit yang lumayan kontras, atau tidak mempan dirawat dengan cara-cara rumahan di atas, konsultasikan masalah ini ke dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan krim kortikosteroid atau retinoid untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk di kulit Anda. Ingat, sebagian besar obat penghilang bekas gigitan nyamuk yang tersedia di apotik sekalipun hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter. Jadi, pastikan Anda memeriksakan terlebih dahulu kondisi bekas gigitan yang sudah cukup parah ke dokter, ya.

Selain dengan cara-cara di atas, langkah yang paling efektif untuk menghindari bekas gatal di kulit tentunya dengan mencegah gigitan nyamuk. Pastikan Anda memakai baju yang menutupi lengan dan kaki Anda dengan baik agar nyamuk tidak hinggap di tubuh Anda. Jaga pula kebersihan lingkungan dan rumah agar nyamuk enggan berkembang biak di sekitar Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mosquito bites – Mayo Clinic. (2020). Retrieved November 30, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mosquito-bites/symptoms-causes/syc-20375310

Mosquito Bite Symptoms and Treatment – CDC. (2020). Retrieved November 30, 2020, from https://www.cdc.gov/mosquitoes/mosquito-bites/symptoms.html

Prevent Mosquito Bites – CDC. (2020). Retrieved November 30, 2020, from https://www.cdc.gov/ncezid/dvbd/media/stopmosquitoes.html

Treatment: Insect bites and stings – NHS. (2019). Retrieved November 30, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/insect-bites-and-stings/treatment/

Take a Bite Out of Mosquito Stings – American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (2020). Retrieved November 30, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/taking-a-bite-out-of-mosquitoes

Sunscreen Recommendations for Scars – University of Michigan Health System. (2016). Retrieved November 30, 2020, from http://www.med.umich.edu/1libr/Surgery/PlasticSurgery/ScarSunScreen-postop.pdf

Mandal, M. D., & Mandal, S. (2011). Honey: its medicinal property and antibacterial activity. Asian Pacific journal of tropical biomedicine1(2), 154–160. https://doi.org/10.1016/S2221-1691(11)60016-6

Hajhashemi, V., Ghannadi, A., & Heidari, A. H. (2012). Anti-inflammatory and wound healing activities of Aloe littoralis in rats. Research in pharmaceutical sciences7(2), 73–78.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.