home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama beberapa perhimpunan dokter sedang melakukan uji klinis pada imunomodulator berupa suplemen herbal untuk penanganan pasien COVID-19. Imunomodulator adalah zat yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh (memperkuat atau menekan imun agar tidak bereaksi berlebihan).

Uji klinis ini dilakukan terhadap 90 pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengujian suplemen hanyalah satu dari sekian ratus upaya yang tengah dilakukan para ilmuwan untuk melawan Coronavirus penyebab COVID-19. Bagaimana proses dan progres uji klinis suplemen herbal ini di Indonesia?

Kandidat suplemen herbal COVID-19

imunomodulator covid-19

Saat ini, kandidat imunomodulator berupa suplemen herbal COVID-19 sedang dalam proses pengetesan terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet.

“Ini bukan obat yang membunuh virus dalam tubuh, tapi imunomodulator yang fungsinya sama dengan suplemen sebagai peningkat sistem imun untuk membantu melawan virus,” jelas Dr. Masteria Yunovilsa Putra kepada Hello Sehat, Jumat (7/8). Masteria adalah dokter di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator

Saat tubuh terserang virus, sistem kekebalan atau sistem imun menjadi yang pertama dalam melawan virus tersebut. Tubuh yang sakit karena terserang virus menandakan perlawanan yang diberikan sistem imun tubuh telah kalah. Saat inilah imunomodulator berperan mengembalikan kekuatan kekebalan tubuh agar bisa kembali melawan serangan virus.

Imunomodulator herbal COVID-19 yang sedang dalam proses uji klinis ini adalah kombinasi dua produk jadi yang telah beredar di masyarakat. Kedua imunomodulator ini sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat herbal terstandar.

Masteria tidak menyebut merek edarnya, namun ia menjelaskan kandungan herbal dari calon imunomodulator COVID-19 ini. Pertama, suplemen herbal dengan bahan dasar Cordyceps militaris yakni jenis tumbuhan jamur yang memiliki senyawa aktif untuk mengatasi sesak nafas. Kedua, suplemen berasal dari rimpang jahe, meniran, sambiloto, dan daun sembung.

Sekarang kami mau mengklaimnya sebagai imunomodulator suplemen COVID-19. Itukan klaim khusus, jadinya harus diujikan,” kata Masteria.

Uji klinis imunomodulator herbal pada 90 pasien infeksi Coronavirus

pasien covid-19 mendapatkan uji klinis imunomodulator suplemen covid-19 dari LIPI

Pasien yang menjadi peserta uji adalah pasien COVID-19 berusia 18-50 tahun dengan gejala ringan dan tanpa penyakit penyerta.

Dari total 90 orang peserta, 72 diantaranya telah selesai diuji pada awal Agustus ini. Peneliti mengatakan seluruh rangkaian uji klinis selesai pada Sabtu (15/8).

Riset terhadap kandidat imunomodulator COVID-19 ini dilakukan sejak awal Maret oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT. Kalbe Farma Tbk.

Para peneliti melakukan kajian ilmiah terhadap bahan herbal asli Indonesia yang memiliki bahan aktif untuk meningkatkan sistem kekebalan.

Setelah menentukan dan memilih dua kombinasi suplemen herbal, tim peneliti memilih Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sebagai lokasi uji. Hal ini karena kriteria inklusi pasien yang dirawat di sana sesuai dengan sasaran uji.

Dalam proses uji klinis ini, penelitian terdiri dari tim peneliti LIPI, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran.

“Kami harap imunomodulator ini nantinya bukan hanya untuk pasien COVID-19 tapi juga bisa beredar di masyarakat sebagai peningkat imun dan pencegahan COVID-19,” ucap Masteria terkait harapannya atas suplemen herbal ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • LIPI. Uji Klinis Immunomodulator dari Produk Herbal Indonesia untuk Pasien COVID-19. Retrieved 7 August 2020 from: http://lipi.go.id/berita/Uji-Klinis-Immunomodulator-dari-Produk-Herbal-Indonesia-untuk-Pasien-COVID-19/22047
  • Wawancara ketua tim peneliti Dr. Masteria Yunovilsa Putra. 7 Agustus 2020
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal diperbarui 13/08/2020
x