Apakah Air Purifier Efektif untuk Pencegahan Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Novel coronavirus dapat menyebar lewat partikel-partikel di udara. Untuk mencegahnya, banyak orang memakai masker hingga air purifier. Khusus untuk air purifier, kini produknya semakin bervariasi dan banyak dijual bebas. Namun apakah air purifier efektif mencegah novel coronavirus?

Apakah air purifier bisa mencegah coronavirus?

manfaat air purifier

Alergen merupakan sekumpulan senyawa meliputi asap, jamur, virus, bakteri, serbuk sari, dan zat-zat polutan yang dapat merusak paru-paru dan sistem imunitas tubuh. Paparan alergen tersebut dapat ikut terbawa masuk ke dalam rumah setelah Anda bepergian dari luar.

Alergen akan berubah menjadi mikroorganisme yang nantinya tersebar lewat udara. Mikroorganisme dapat berpindah dari satu orang ke orang lain dengan menghirup udara yang sama dalam ruangan yang sudah terkontaminasi.

Penyebaran virus dan bakteri di dalam rumah cenderung lebih mudah, apalagi rumah adalah tempat yang sering ditinggalkan dalam keadaan pintu dan jendela yang tertutup demi alasan keselamatan. Mikroorganisme yang terkurung pun akan tetap bersirkulasi di dalamnya.

Hal ini membuat anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien yang terinfeksi virus lebih rentan tertular penyakit, terutama anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sebagian besar alergen seperti virus dan bakteri memiliki ukuran yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Bahkan, besarnya tak lebih dari 0,3 mikron. Untuk menghilangkannya, digunakanlah alat pembersih udara yang sering disebut air purifier.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

882,418

Confirmed

718,696

Recovered

25,484

Death
Distribution Map

Di tengah penyebaran novel coronavirus yang semakin luas, penggunaan air purifier di kalangan masyarakat pun meningkat. Air purifier yang memiliki sistem penyaringan HEPA digadang-gadang sebagai tipe yang terbaik untuk membersihkan udara di dalam ruangan.

Filter HEPA (high efficiency particulate air) adalah teknologi penyaringan udara dengan jaring halus yang dapat menjebak partikel berukuran 0,3-0,1 mikron. Filter HEPA telah banyak digunakan dalam bidang biomedis sejak tahun 1940-an sebagai pencegah organisme virus di udara. Teknologi ini diklaim dapat menyaring sebanyak 99,97% partikel di udara.

Filter HEPA dalam air purifier tidak dapat membunuh coronavirus

fakta novel coronavirus

Sayangnya, fitur HEPA dalam air purifier tidak dapat membunuh virus, pun jika Anda membeli model yang terbaru. Selain itu, keefektifan filter HEPA juga dapat berkurang seiring waktu karena penumpukan partikel di dalamnya.

Agar air purifier berfungsi dengan lebih baik dalam pencegahan coronavirus, filter HEPA harus dipadukan dengan fitur lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

Ultraviolet germicidal irradiation (UVGI)

UVGI atau lebih dikenal sebagai lampu UV merupakan teknologi dengan cahaya ultraviolet yang dapat menetralkan berbagai mikroorganisme di udara seperti kuman, bakteri, dan virus.

Air purifier dapat bekerja lebih efektif untuk mencegah coronavirus jika dalam rancangannya menggunakan lampu UV yang diarahkan menghadap filter HEPA. Nantinya, paparan lampu UV  pada partikel yang terperangkap di dalam filter HEPA akan menghancurkan virus.

Meski demikian, keefektifan UVGI juga belum bisa dibilang sempurna karena masih ada beberapa jenis bakteri dan spora jamur yang kebal terhadap radiasi sinar UV.

ESP filter

Teknologi ini menggunakan aliran listrik statis bertegangan tinggi yang dapat menghilangkan kotoran pada partikel udara. Filter ESP akan menarik udara masuk ke dalam air purifier dan menjebak partikel di atas plat.

Serupa dengan filter HEPA, filter ESP tidak dapat membunuh coronavirus dan hanya akan menjebaknya di dalam mesin air purifier. Anda juga harus membersihkan plat tempat berkumpulnya kotoran pada filter ESP setiap beberapa saat untuk menjaga keefektifannya. Filter ini akan bekerja lebih lama dengan perpaduan filter HEPA dan lampu UV.

Perlu diketahui, menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) di Amerika Serikat, hingga saat ini belum ada tes standar yang mengukur efektivitas alat pembersih udara dalam penyaringan virus.

Air purifier memang dapat membantu membersihkan udara yang mungkin juga akan berdampak pada penurunan risiko terinfeksi coronavirus. Namun, partikel yang mengandung virus dan bakteri tidak hanya terdapat di udara.

Mikroorganisme tersebut dapat menempel di permukaan benda-benda sekitar rumah yang sering terkena kontak dengan kulit seperti sofa, kasur, dan karpet. Oleh karena itu, selain menggunakan air purifier, Anda juga harus membersihkan rumah serta mencuci seprei dan karpet secara berkala untuk mencegah infeksi coronavirus.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal GeNose, Alat Deteksi COVID-19 dari Embusan Napas

UGM mengembangkan GeNose, teknologi untuk mendeteksi COVID-19 dengan cepat melalui embusan napas. Bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mutasi Baru Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19 dari Inggris, Berbahayakah?

Inggris mengumumkan telah mengidentifikasi adanya mutasi baru dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang diduga menjadi jenis yang lebih mudah menular.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Keamanan Vaksin COVID-19

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
parosmia covid-19

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit