Tanda dan Gejala Penyakit Malaria yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Malaria bukanlah penyakit yang bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, penyakit ini diperkirakan bisa membunuh sekitar 660.000 orang setiap tahunnya. Malaria tidak bisa dianggap remeh karena berkembang dengan sangat cepat saat mulai menginfeksi tubuh manusia, bahkan jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal. Maka itu, penting bagi Anda untuk memahami dengan baik apa saja tanda dan gejala malaria yang harus diwaspadai.

Apa penyebab malaria?

Malaria adalah penyakit mematikan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis yang memiliki iklim cukup panas untuk memudahkan perkembangan parasit malaria.

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ketika nyamuk menggigit manusia, maka parasit diitularkan dan masuk ke dalam aliran darah, hingga akhirnya berkembang biak.

Setelah matang, parasit memasuk ke aliran darah dan mulai menginfeksi sel darah merah manusia. Jumlah parasit dalam sel darah merah akan terus bertambah dalam selang waktu  48-72 jam.

Setelah terinfeksi gigitan nyamuk, maka gejala akan muncul (masa inkubasi) sekitar 7 sampai 30 hari kemudian. Masa inkubasi dari masing-masing jenis plasmodium bisa berbeda.

Memang ada banyak jenis plasmodium yang bisa menyebabkan malaria. Namun di daerah  di Asia Tenggara, Malaysia, dan Filipina, jenis plasmodium yang paling banyak ditemukan adalah plasmodium knowlesi. Perkembangan parasit yang cukup cepat membuat malaria jenis ini dapat menyebabkan kecacatan organ hingga kematian.

Penyakit malaria tidak bisa menular dari orang ke orang, meskipun pada beberapa kasus bisa menyebar tanpa perantara nyamuk. Misalnya virus berpindah dari ibu hamil ke janin, akibat prosedur transfusi darah yang tak sesuai, serta penggunaan jarum suntik yang bergantian.

Apa saja tanda dan gejala malaria?

Gejala utama malaria adalah demam tinggi hingga menyebabkan menggigil, serta memiliki gejala yang mirip dengan sakit flu. Gejala malaria bisa dikelompokkan menjadi 2 kategori, yakni:

Malaria tanpa komplikasi (malaria ringan)

Malaria ringan biasanya menimbulkan gejala ringan tapi tidak sampai merusak fungsi organ. Namun gejala ini bisa berubah menjadi malaria berat jika tidak segera ditangani, atau jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak baik.

Gejala malaria tanpa komplikasi biasanya berlangsung selama 6-10 jam, tetapi kadang terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan dengan gejala yang lebih rumit. Pasalnya, kadang gejala yang terjadi mirip sekali dengan sakit flu, sehingga bisa menyebabkan salah diagnosis penyakit.

Tanda-tanda jika mengalami malaria ringan, akan muncul perkembangan gejala sebagai berikut ini:

  • Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda
  • Tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan
  • Nyeri pada tubuh

Malaria berat

Pada gejala malaria berat, biasa dibuktikan dengan hasil dari klinik atau laboratorium yang menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan fungsi organ vital dan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Demam tinggi diiringi dengan menggigil hebat
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Mengalami kejang
  • Adanya gangguan pernapasan
  • Munculnya anemia berat
  • Mengalami disfungsi organ vital
  • Gagal ginjal
  • Kolaps kardiovaskular
  • Kadar gula darah rendah (Biasanya terjadi pada wanita hamil)

Kapan harus ke dokter?

Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, bahwa malaria bisa berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Sebaiknya, jika Anda atau anggota keluarga mengalami tanda-tanda penyakit seperti yang disebutkan di atas, segera cari bantuan perawatan medis secepat mungkin.

Terlebih jika gejala tersebut muncul pada bayi, anak kecil, dan ibu hamil sebab gejala malaria akan berkembang menjadi sangat parah pada ketiga kelompok tersebut.

Tak terkecuali bagi Anda yang tinggal di daerah dengan kasus malaria yang rendah, namun telah melakukan perjalanan dari daerah yang berisiko malaria.

Jika sepulang dari daerah tersebut Anda mengalami demam tinggi, meskipun melakukan pencegahan malaria serta rutin mengonsumsi obat antimalaria, Anda harus tetap memeriksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit