Panduan Perawatan Mata Setelah Operasi LASIK

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

LASIK adalah prosedur bedah mata dengan teknologi laser untuk memperbaiki penglihatan orang yang rabun jauhrabun dekat, atau silinder. Meski kemanjurannya tidak perlu diragukan lagi, LASIK cukup berisiko menimbulkan komplikasi seperti pandangan kabur sementara, mata kering, peradangan, keluar air mata berlebihan, infeksi, hingga kerusakan saraf kornea. Untuk mencegah berbagai komplikasi tersebut, Anda harus tahu cara yang tepat merawat mata setelah LASIK.

Tips merawat kesehatan mata setelah LASIK

Dokter akan meresepkan obat-obatan seperti antibiotik, tetes mata steroid, dan air mata buatan yang harus Anda gunakan untuk mempercepat pemulihan sekaligus menghindari risiko komplikasi setelah LASIK.

Anda disarankan untuk mengistirahatkan mata atau langsung tidur setelah LASIK. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk memakai penutup mata saat tidur supaya mencegah trauma pada mata yang dapat disebabkan oleh gerakan yang tidak disadari. Misalnya mengucek mata saat tidur.

Sementara selama beraktivitas di siang hari, terutama jika Anda lebih banyak di luar ruangan, Anda disarankan untuk memakai kacamata hitam guna melindungi mata dari paparan sinar matahari, debu, dan angin.

Selain itu, Anda juga harus kontrol kembali ke dokter yang dilakukan satu hari, satu minggu, satu bulan dan satu tahun pasca operasi untuk mengevaluasi hasil operasi dan memantau jika terjadi komplikasi.

Yang tidak boleh dilakukan setelah LASIK

Ada beberapa larangan setelah LASIK yang harus benar-benar Anda perhatikan agar hasil operasi optimal dan agar terhindar dari risiko kemungkinan komplikasi. Antara lain:

1. Menggosok atau mengucek mata

Hingga 12 jam setelah LASIK, mata Anda terasa akan sedikit gatal memerah atau terasa seperti ada butiran pasir yang mengganjal. Namun, mata yang gatal jangan digosok atau dikucek. Hal ini dapat merusak hasil operasi.

Mengucek mata tidak diperbolehkan sampai kurang lebih 3 minggu setelah operasi.

2. Pakai sampo dan sabun muka

Selama kurang lebih seminggu setelah menjalani LASIK. Anda akan diminta untuk menghindari memakai sampo dan sabun muka. Larangan ini bertujuan untuk menghindari bahan-bahan kimia dari produk tersebut masuk ke mata dan mengiritasi kornea lebih lanjut.

Tanyakan lebih lanjut pada dokter bagaimana cara meminimalisir risiko mata kemasukan sampo jika Anda ingin keramas.

3. Pakai kosmetik, terutama di daerah mata

Seperti halnya sampo dan sabun muka, kosmetik juga disarankan untuk dihindari terutama di daerah mata setidaknya selama dua hari setelah operasi. Kosmetik mengandung butiran-butiran halus yang dapat masuk dan mengiritasi lapisan mata dan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi infeksi.

4. Mengemudi kendaraan

Kondisi mata setelah LASIK belum sepenuhnya kembali normal. Anda mungkin akan merasakan sedikit lebih sensitif terhadap cahaya. Oleh karena itu, sebaiknya hindari dulu mengemudi jarak jauh untuk 2 hari setelah operasi.

Berkendara jarak dekat boleh saja, asalkan Anda tetap memakai kacamata hitam terutama pada siang hari.

5. Berenang dan naik pesawat

Selain mengandung klorin dan zat kimia lainnya yang bisa mengiritasi mata, air kolam renang banyak yang tercemar bakteri penyebab infeksi pada mata yang belum pulih. Sauna dan berendam air panas juga dilarang.

Sementara itu, naik pesawat dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada bola mata dan membuat mata lelah sehingga memperlambat penyembuhan pascaoperasi. Anda baru boleh bepergian dengan pesawat setidaknya lima hari setelah LASIK.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Hobi Main Gadget? Jaga Kesehatan Matanya dengan Buah Merah

Kesehatan mata anak perlu dijaga terutama mereka yang aktif memakai gadget. Berikan suplemen buah merah dan minyak ikan, sehingga matanya tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kesehatan mata anak
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 18 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Pakai Timun untuk Kulit Sekitar Mata Agar Hasilnya Maksimal

Timun tak hanya segar sebagai lalapan teman makan nasi, tapi juga bagus untuk kulit sekitar mata. Agar hasilnya terasa maksimal, yuk ikuti cara pakainya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 9 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
gla

Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
setelah lasik minus lagi

Apakah Mata Bisa Minus Lagi Setelah LASIK?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit