Ciri-ciri Telinga Anda Tersumbat Kotoran dan Bagaimana Membersihkannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang jarang membersihkan telinga, Anda berisiko terkena impaksi serumen. Kondisi ini, biasanya disebabkan penumpukan kotoran yang menyumbat liang telinga Anda. Kira-kira apa yang menyebabkan kondisi impaksi serumen pada telinga? Bagaimana impaksi serumen bisa diobati?

Apa itu serumen?

Kotoran telinga atau juga disebut serumen, dihasilkan oleh tubuh untuk melindungi telinga. Serumen atau kotoran telinga ini bentuknya seperti cairan lilin berwarna kuning dan teksturnya lengket. Nah, kotoran yang ada di dalam liang telinga ini terbuat dari kelenjar seruminosa yang ada di dalam liang telinga.

Serumen ini sendiri punya fungsi untuk melapisi kulit liang telinga dan melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Pada kondisi tertentu, serumen ini dapat menggumpal dan mengeras membentuk sumbatan serumen atau pun menjadi infeksi.

Apa itu impaksi serumen (penyumbatan kotoran telinga)?

Dalam kondisi tertentu, serumen dapat menimbulkan penyumbatan liang telinga yang dapat berujung pada gangguan pendengaran atau dapat juga disebut impaksi serumen. Penyumbatan semacam ini terkadang dapat pula menimbulkan rasa tertekan di telinga, penurunan kemampuan mendengar, hingga rasa berdengung.

Penurunan kemampuan pada kasus impaksi serumen biasanya disebabkan karena getaran suara tidak dapat mencapai gendang telinga akibat sumbatan serumen, maka dinamakan juga dengan impaksi serumen tersebut.

Gejala dan ciri-ciri telinga Anda tersumbat serumen

  • Ada dengungan di telinga
  • Telinga sakit
  • Kesulitan mendengar, yang mungkin terus memburuk
  • Dering di telinga (tinnitus)
  • Rasa gatal di telinga
  • Bau berasal dari telinga
  • Kepala pusing

Terlalu sering membersihkan telinga malah bisa menyebabkan penyumbatan

Indera pendengaran Anda juga bisa terinfeksi dengan cara lain, salah satunya karena Anda terlalu sering membersihkan telinga dengan cotton bud. Telinga yang sering dibersihkan dan dikorek terlalu dalam dapat membuat sisa serumen terdorong semakin ke dalam. Serumen atau kotoran telinga yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, membentuk gumpalan dan akhirnya mengeras.

Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu terbuat sedikit demi sedikit dan akan menjadi banyak, banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Gumpalan kotoran telinga, biasanya baru diketahui setelah menimbulkan dampak yang mengganggu berupa gangguan atau keluhan pada telinga Anda.

Sebetulnya, membersihkan telinga baiknya jangan sering-sering dilakukan, mengingat kalau telinga bisa membersihkan dirinya sendiri. Anda bisa membersihkan sekali-kali saja, dan membersihkan hanya pada bagian luar liang telinga. Tanpa dikorek-korek dan dibersihkan dengan alat apapun, contohnya dengan cotton buds, kotoran telinga dapat keluar sendiri.

Cara membersihkan kotoran telinga yang menyumbat

Ketika Anda mengalami gangguan yang diakibatkan oleh serumen, dokter atau ahli biasanya akan melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi impaksi pada telinga. Berikut merupakan beberapa metode atau cara yang biasa dilakukan:

  • Dilakukan pembersihan liang telinga menggunakan pengait serumen (cerumen hook) atau sendok serumen (cerumen spoon). Biasanya dilakukan kalau kotoran telinga sudah mengeras
  • Kotoran telinga diambil dengan teknik irigasi, biasanya untuk serumen yang lunak dan menempel pada gendang telinga. Biasanya dilakukan pada serumen yang dalam dan lunak atau cerumen yang menempel pada gendang telinga
  • Serumen diambil menggunakan alat penghisap (suction)
  • Telinga ditetesi oleh cairan pelunak serumen. Lalu, serumen yang melunak akan diambil atau dikeluarkan menggunakan sendok serumen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit