Hepatitis B adalah salah satu penyakit hati yang umumnya bersifat kronis dan paling sering dialami oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dikutip dari laman WHO, bahkan sekitar 257 juta orang dari seluruh penjuru dunia dilaporkan terinfeksi hepatitis B. Mengingat sifatnya yang mungkin bertahan dalam jangka panjang, apakah penyakit hepatitis B bisa sembuh total? Cari tahu jawabannya di sini.

Apa penyakit hepatitis B bisa sembuh?

Penyakit hati ini disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Peluang kesembuhan hepatitis B sebenarnya tergantung dari banyak hal, salah satunya adalah tingkat keparahan penyakitnya itu sendiri.

Hepatitis dapat dikatakan sebagai penyakit akut apabila perkembangan penyakitnya termasuk cepat dalam waktu relatif singkat. Infeksi akut dapat cepat sembuh dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan dengan pengobatan yang tepat.

Namun apabila sudah terlanjur berkembang perlahan-lahan dalam waktu lama, infeksi kronis biasanya butuh waktu lebih lama untuk disembuhkan. Virus dapat berada di dalam tubuh selamanya walaupun mungkin si penderita tidak menampakkan gejala apapun.

Kabar baiknya, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk menekan perkembangan virus dalam tubuh sekaligus meringankan gejalanya.

Pilihan pengobatan hepatitis B

Pengobatan hepatitis tergantung pada keparahan penyakit, usia, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Secara umum, berikut pilihan pengobatan untuk penyakit hepatitis B:

Hepatitis B akut

Hepatitis B akut biasanya berlangsung kurang dari 6 bulan setelah seseorang terpapar VHB. Orang yang terkena infeksi hepatitis B akut dapat membaik dengan sendirinya. Oleh karena itu, hepatitis B akut tidak selalu membutuhkan perawatan khusus.

Namun, dokter biasanya akan menganjurkan pasiennya untuk beristirahat, minum banyak cairan, serta makan makanan yang bernutrisi tinggi untuk membantu tubuh Anda melawan infeksi. Anda mungkin diresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk membantu meringankan gejala.

Orang yang sakit hepatitis B akut juga dianjurkan untuk melakukan medical check up secara rutin. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi pasien secara menyeluruh serta memastikan bahwa pasien tidak terkena penyakit hepatitis B kronis.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, hepatitis B akut dapat berubah menjadi kronis.

Hepatitis B kronis

Hepatitis B kronis berlangsung selama enam bulan atau lebih. Semakin muda usia Anda saat terinfeksi HBV, semakin tinggi pula risiko infeksi Anda berkembang jadi kronis. Terutama untuk bayi baru lahir atau anak-anak balita.

Jika Anda didiagnosa terkena hepatitis B kronis, dokter biasanya sakan meresepkan obat antivirus untuk mencegah kerusakan hati yang semakin parah. Obat anti virus ini biasanya harus diminum dalam jangka panjang atau bahkan seumur hidup guna menekan pertumbuhan virus penyebab hepatitis B.

Beberapa obat antivirus seperi adefovir (Hepsera), telbivudine (Tyzeka) dan entecavir (baraclude) dapat membantu melawan virus dan memperlambat kerusakan hati. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat yang tepat untuk Anda.

Infeksi B kronis bisa menyebabkan penyakit serius seperti sirosis, gagal hati, bahkan kanker hati. Jika hati Anda sudah terlanjur mengalami kerusakan yang parah, transplantasi hati bisa jadi pilihan terbaik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca