Panduan Cara Membersihkan AC yang Benar Supaya Tidak Jadi Sarang Penyakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suhu udara yang semakin hari semakin panas membuat kita pasti tidak lupa untuk menyalakan AC. Namun, jangan asal pakai saja. Supaya kualitas udara di ruangan Anda tetap terjaga, Anda perlu tahu cara merawat dan membersihkan AC dengan baik. Nah, ketimbang harus mengeluarkan uang untuk membayar jasa tukang, tak ada salahnya untuk membersihkannya sendiri.

Kalau Anda bingung bagaimana cara memulainya, panduan berikut mungkin dapat membantu.

Kenapa AC perlu dibersihkan secara rutin?

Cara membersihkan ac

Bila tidak dirawat secara berkala dan saksama, AC dapat menjadi sarang kuman dan debu. Kotoran dan kuman tersebut kemudian dapat disebarkan kembali ke seluruh ruangan sehingga masuk melalui indra penciuman.

Nah, jika pada saat itu sistem imun Anda sedang lemah, maka Anda akan lebih rentan untuk terkena berbagai penyakit. Termasuk di antaranya batuk kronis, hidung tersumbat, mengi, serta iritasi mata dan mengi.

Di sisi lain, debu yang dibiarkan terus menumpuk di filter AC juga dapat membuat beban kerjanya semakin berat. Akibatnya, AC tidak dapat bekerja dengan maksimal dan dapat meningkatkan daya listrik yang terpakai. Kalau sudah begini, bersiaplah mengeluarkan uang lebih banyak karena tagihan listrik membengkak.

Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan setiap orang yang pasang AC agar rutin membersihkannya. Hal ini pun diamini oleh James Sublett, MD, mantan presiden dari American College of Allergy, Asthma, dan Imunologi dalam laman Health.

Menurut James, saringan  (filter) idealnya AC dibersihkan setidaknya sebulan sekali. Namun, bila filter AC dirasa sudah dipenuhi debu dalam kurun waktu kurang dari sebulan, maka pembersihannya bisa lebih sering dari itu.

Cara tepat membersihkan AC

Sebelum mulai membersihkan, pastikan AC dalam keadaan mati. Kemudian siapkan ‘alat tempur’ yang berupa sikat gigi bekas, kemoceng, mesin penyedot debu (vacuum cleaner), lap, cairan pembersih, obeng, dan air seperlunya. Supaya lebih aman, jangan lupa gunakan masker penutup mulut dan sarung tangan.

Setelah semuanya siap, simaklah cara membersihkan AC berikut ini:

  • Buka casing (penutup) AC dengan obeng secara perlahan-lahan. Ketika penutupnya terbuka, Anda akan langsung melihat filter AC.
  • Cek bagian filter apakah ada kerusakan atau tidak. Jika filter sobek, buang dan ganti dengan filter yang baru.
  • Sementara jika tidak ada kerusakan, filter dapat dibersihkan dari debu-debu yang menumpuk dengan menggunakan sikat gigi bekas, kuas, lap yang agak basah, atau alat penyedot debu.
  • Jika memungkinkan, Anda juga bisa melepas filter dan merendamnya dalam larutan pencuci khusus untuk membunuh spora jamur dan berbagai kuman lainnya.
  • Sembari direndam, gosok filter dengan lembut menggunakan sikat gigi bekas untuk membersihkannya dari kotoran yang menempel.
  • Pasang filter ke tempat semula bila dirasa sudah bersih dan kering. Pastikan semua komponennya sudah terpasangan kembali dengan baik.
  • Setelah bagian dalam AC selesai dibersihkan, langkah terakhir adalah membersihkan casing-nya dengan menggunakan lap bersih yang kering.
  • Pastikan Anda membersihkan hingga ke sela-sela permukan AC. Sebab, biasanya ada banyak pula kotoran yang menempel di sana.
  • Selanjutnya, Anda bisa mengetesnya dengan menyalakan AC. Jika udara sudah terasa dingin dan segar kembali, ini artinya proses pembersihan AC sudah selesai.

Bagian AC yang diulas dalam artikel ini adalah unit yang terdapat di dalam ruangan. Sementara untuk mesin AC yang ada di luar, sebaiknya dibersihkan oleh tenaga profesional supaya lebih aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi kondisi janin. Lalu, apakah ada pengaruh TBC pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Batuk, Health Centers 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

membersihkan rumah sehat

5 Tips Membersihkan Rumah Agar Bebas dari Debu dan Kuman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara menjaga kebersihan rumah

Cara Menjaga Kebersihan Rumah Agar Bebas Kuman dan Virus

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit