6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kepala Terbakar Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Siapa bilang hanya kulit tubuh saja yang bisa terbakar matahari? Faktanya, kulit kepala juga bisa. Kondisi ini terutama berisiko terjadi pada orang berambut tipis dan sehari-harinya berkegiatan di bawah terik matahari. Jika kulit kepala Anda baru saja terbakar matahari, yuk intip berbagai perawatan yang sebaiknya dilakukan.

Cara mengatasi kulit kepala terbakar matahari

Saat kulit kepala terbakar sinar matahari, rasanya pasti tak nyaman. Kemerahan, rasa perih, gatal, hingga muncul lepuhan berair menjadi tanda-tanda yang menandai masalah ini. Agar kondisinya segera membaik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah, yaitu:

1. Mandi air dingin

Mandi air dingin (bukan air es) membantu meredakan rasa sakit dan panas yang Anda alami akibat kulit kepala terbakar matahari. Cara ini termasuk yang murah dan mudah dipraktikkan di rumah. Jika malas untuk bolak-balik mandi, cukup kompres atau siramkan air dingin ke kepala setiap kali terasa panas atau nyeri.

2. Jangan dulu pakai produk perawatan rambut

Untuk sementara, hindari dulu pakai berbagai produk perawatan rambut setelah kulit kepala terbakar matahari. Semakin banyak bahan kimia yang digunakan di rambut, risiko iritasi akan semakin meningkat.

Oleh karena itu, sementara ini gunakan produk yang penting-penting saja seperti sampo. Itu pun dengan kandungan yang ringan.

3. Gunakan sampo berbahan ringan

Saat kulit kepala sedang menyebuhkan diri, sebaiknya gunakan sampo berbahan ringan agar tidak mengiritasinya lebih lanjut.

Gunakan sampo yang tidak mengandung alkohol dan sulfat agar iritasnya tidak semakin parah dan mengeringkan kulit kepala. Selain itu, hindari juga kondisioner dengan bahan dimetikon. Kandungan dimetikon di dalam kondisioner bisa menyumbat pori dan menjebak panas. Akibatnya, kulit kepala bukannya sembuh malah bisa semakin parah.

4. Mengeringkan rambut secara alami

Jika Anda terbiasa mengeringkan rambut dengan menggunakan hair dryer, hentikan dulu kebiasaan ini. Udara panas dari pengering rambut bisa membuat penyembuhan kulit kepala yang terbakar matahari ini menjadi semakin lama. Sebaiknya, gunakan kipas angin atau biarkan rambut mengering dengan sendirinya.

5. Melembapkan kulit kepala

Mengoleskan minyak kelapa dan gel lidah buaya membantu mempercepat penyembuhan kulit kepala Anda. Agar rambut tak terlihat berminyak saat berkegiatan, gunakan pelembap alami ini di malam hari sebelum tidur.

Gunakan handuk untuk mengalasi kepala Anda agar tak langsung mengenai bantal. Keesokan paginya, barulah keramas seperti biasa.

Kapan harus pergi ke dokter?

penyebab sirosis hati

Jika berbagai perawatan rumahan ini tak mempan untuk meringankan gejala yang muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pasalnya, tidak semua kasus kulit kepala yang terbakar matahari ringan dan bisa diobati dirumah. Kunjungi dokter jika A

  • Rasa nyeri berlebih
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Mual
  • Kulit kepala membengkak
  • Kulit kepala berair karena lepuhan berair yang muncul di kulit kepala pecah
  • Munculnya garis-garis merah di lepuhan kepala

Biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin (Bayer, Excedrin), ibuprofen (Advil, Motrin), acetaminophen (Tylenol), atau naproxen (Aleve). Dokter juga akan meminta Anda untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan supaya kulit kepala yang terbakar matahari tetap lembap sehingga lebih cepat sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyebab Punggung Terasa Panas, Plus Cara Mengatasinya

    Punggung terkadang terasa panas secara tiba-tiba tanpa Anda tahu apa penyebabnya. Yuk cari tahu penyebabnya untuk tahu langkah pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2019 . Waktu baca 7 menit

    5 Masalah Kulit Kepala yang Bisa Sebabkan Rambut Rontok Hingga Parah

    Rambut rontok bukan hal yang mengkhawatirkan, kecuali tiap hari kian parah. Lalu, apa saja penyebab rambut rontok parah yang mungkin terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Fakta Unik 16 April 2019 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Cara Mengatasi Infeksi Kulit Kepala Sesuai Penyebabnya

    Infeksi kulit kepala disebabkan oleh berbagai penyebab dan akan bertambah parah jika tidak segera diatasi. Lantas, bagaimana caranya mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dermatologi, Health Centers 22 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

    5 Bahan Alami Andalan yang Bisa Atasi Kulit Perih Akibat Sunburn

    Kulit melepuh akibat terbakar matahari, Yuk, coba cara mengatasi kulit terbkar matahari dengan bahan-bahan alami di rumah.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara kerja sunblock

    Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

    Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah kulit terbakar matahari

    Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 23 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
    mengganti shower cap

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Shower Cap?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit