Menentukan Jenis Lensa Kontak yang Cocok untuk Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 September 2017 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Untuk Anda yang memilih masalah pada mata Anda, lensa kontak adalah salah satu pilihan yang sering dipilih untuk membantu fungsi mata Anda. Terkadang juga, lensa kontak dipakai untuk sekadar kebutuhan fashion. Misalnya, hari ini Anda memakai lensa kontak berwarna biru, hari berikutnya Anda memakai lensa kontak berwarna cokelat.

Lensa plastik tipis ini nantinya akan dipakai di atas kornea (bagian mata yang terletak di bagian depan). Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mata untuk menentukan jenis lensa kontak mana yang paling pas untuk Anda. Selain itu, Anda juga perlu berkonsultasi secara rutin untuk menjaga agar mata Anda tetap sehat dan menjaga lensa kontak Anda tetap aman digunakan.

Jenis-jenis lensa kontak dan kegunaannya

Berikut ini jenis-jenis lensa kontak, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Anda bisa menyesuaikan sendiri mana jenis yang paling cocok untuk Anda, tergantung dengan kebutuhan mata Anda sendiri.

1. Soft contact lenses

Soft contacts terbuat dari plastik (silicone hydrogel) yang dikombinasikan dengan air. Air akan membiarkan oksigen melewati lensa kontak menuju kornea Anda, yang berfungsi untuk kenyamanan pemakaian, mengurangi mata menjadi kering, dan menjaga kornea Anda agar tetap sehat. Bila kornea Anda tidak mendapat oksigen yang cukup, maka kornea Anda akan membengkak dan berkabut, yang mengakibatkan penglihatan Anda menjadi buram atau masalah mata lain yang lebih serius.

Keuntungannya, kebanyakan soft lenses ini bisa pakai-buang, yang artinya Anda bisa membuang lensa kontak ini setelah memakainya dalam jangka waktu pendek. Terus memakai lensa kontak yang baru berarti semakin kecil kemungkinan Anda terkena infeksi, kecil pula kemungkinan Anda memakai lensa kontak kotor, sehingga lebih nyaman. Ada juga jenis lensa kontak yang dapat dipakai selama setahun, namun Anda harus membersihkannya setiap malam.

Dibandingkan dengan jenis lensa kontak lain, soft lenses biasanya lebih nyaman saat pertama kali Anda memakainya di mata Anda. Sebagai bonus, beberapa jenis soft lenses mengandung proteksi ultraviolet.

Kerugiannya, soft lenses lebih mudah menyerap polusi bila dibandingkan dengan jenis lensa kontak yang lain. Jenis lensa kontak ini menyerap apa saja yang bisa membuat mata Anda iritasi, mulai dari asap, sabun, lotion, dan lain sebagainya. Selain itu, soft lenses juga mudah rusak dan gampang untuk dirobek.

Seiring dengan berjalannya teknologi, makin banyak pula jenis-jenis soft lenses. Berikut di antaranya:

Daily disposables

Soft lenses jenis ini adalah jenis lensa kontak yang hanya Anda pakai sehari, lalu dibuang. Yang artinya, Anda tidak perlu tiap hari membersihkan lensa kotak Anda. Keuntungan lainnya adalah Anda bisa terhindar dari risiko mata kering atau iritasi akibat cairan pembersih lensa kontak. Kalau Anda punya alergi, jenis lensa kontak ini cocok untuk Anda.

Soft lenses yang terbuat dari silikon

Jenis lensa kontak ini membuat lensa kontak sangat mudah dilewati oleh oksigen. Lensa kontak ini juga dapat membantu mengurangi iritasi akibat mata kering. Beberapa lensa kontak silikon ini bisa dipakai sampai sekitar 30 hari.

Dokter biasanya menganjurkan para pasien untuk tidak memakai lensa kontak ini saat tidur. Bila Anda tidur dengan memakai lensa kontak ini, kornea Anda mendapat oksigen yang lebih sedikit, yang dapat mengakibatkan komplikasi masalah mata lain. Perlu diingat bahwa jenis lensa kontak ini tidak semua orang bisa memakainya. Konsultasikan dengan dokter mata dan ikuti petunjuk yang diberikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Lensa kontak yang berwarna

Lensa kontak jenis ini bukan saja bisa digunakan untuk membantu fungsi mata Anda, tapi juga bisa untuk variasi fashion. Meskipun mungkin Anda memakainya hanya untuk bergaya, tapi tetap perlakukan lensa kontak ini layaknya digunakan untuk keperluan kesehatan mata. Ikuti aturan-aturan yang ditetapkan supaya Anda tidak terkena masalah mata lain. Jangan pernaha memakai lensa kontak orang lain dan jangan pinjamkan lensa kontak Anda kepada orang lain.

Berikut adalah jenis-jenis lensa kontak berwarna:

Visibility tint

Jenis lensa kontak ini mengandung unsur warna, sehingga Anda mudah mencarinya bila Anda menjatuhkannya. Akan tetapi, jenis lensa kontak ini tidak cukup terang untuk mengubah warna mata Anda.

Enhancement tint

Jenis lensa kontak ini dapat mempengaruhi warna asli mata Anda. Kandungan efek warna di jenis lensa kontak ini lebih gelap dibandingkan dengan visibility tint.

Color tint

Jenis lensa kontak ini berwarna gelap, buram, dan mengubah warna mata Anda. Warna-warna yang sering digunakan contohnya ungu dan hijau.

Rigid gas-permeable lenses

Seperti namanya “rigid”, jenis lensa kontak ini lebih “kaku” dibandingkan dengan soft lenses. Terbuat dari bahan-bahan silikon, jenis lensa kontak ini dapat membuat oksigen lewat masuk ke kornea Anda.

Keuntungannya, Anda bisa mendapat penglihatan yang lebih tajam dengan jenis lensa kontak ini dibandingkan dengan soft lenses. Selain itu, jenis lensa kontak ini lebih gampang dirawat dan bisa dipakai dalam jangka waktu panjang.

Kerugiannya, butuh waktu untuk beradaptasi dengan lensa kontak ini. Dibandingkan dengan soft lenses, awalnya memang rigid gas-permeable lenses lebih kurang nyaman dipakai. Untuk membiasakan, pakailah jenis lensa kontak ini setiap hari.

Kalau Anda menderita rabun jauh, atau rabun jauh disertai astigmatisma, rigid gas-permeable lenses mungkin adalah pilihan paling tepat untuk memberikan Anda penglihatan yang lebih tajam. Akan tetapi, kalau Anda lebih mengutamakan kenyamanan, Anda bisa memilih jenis lensa kontak yang lain.

3. Lensa bifokal

Banyak sekali jenis-jenis lensa bifokal. Anda perlu berkonsultasi dengan ahli mata untuk menentukan desain lensa bifokal mana yang paling pas untuk Anda.  

Seiring bertambahnya umur, lensa di mata Anda mulai kehilangan fungsinya untuk memfokuskan bayangan baik dekat ataupun jauh. Kondisi ini biasanya disebut presbiopi. Kebanyakan, orang-orang sadar mengidap presbiopi saat mereka mulai kesulitan membaca jarak dekat.

Kalau Anda mengidap presbiopi, lensa bifokal bisa jadi pilihan lensa kontak Anda. Lensa bifokal memiliki kemampuan untuk membantu baik kesulitan memfokuskan bayangan dekat dan jauh dalam satu lensa. Lensa bifokal bisa dalam bentuk soft lenses atau rigid gas-permeable lenses.

4. Lensa torik

Kalau Anda mengidap astigmatisma (atau yang lebih dikenal mata silinder), maka Anda membutuhkan lensa torik. Terbuat dari bahan-bahan yang sama dengan jenis lensa kontak lain, lensa torik bisa didapat dalam bentuk soft lenses, rigid gas-permeable lenses, atau bahkan lensa kontak berwarna. Seperti lensa bifokal, lensa torik bisa berfungsi untuk dua masalah mata sekaligus dalam satu lensa, yang satu untuk mata silinder, dan yang satu lagi untuk rabun dekat atau rabun jauh.

5. Lensa kontak yang dibuat sesuai bentuk kornea Anda

Kalau Anda mengidap rabun jauh, ahli mata akan merekomendasikan Anda untuk menjalani ortokeratologi, atau biasanya disingkat orto-k. Metode ini menggunakan lensa kontak yang spesial diukur sesuai dengan bentuk kornea Anda untuk meningkatkan kualitas penglihatan Anda. Jenis lensa kontak ini makin populer saat disetujui dapat digunakan saat tidur. Akan tetapi, pengobatan ini bersifat sementara dan hanya bertahan bila Anda menggunakan lensa kontak ini secara rutin. Orto-k paling efektif digunakan untuk Anda yang mengidap rabun jauh yang tidak terlalu parah.

Akan tetapi, memang orto-k jarang digunakan karena orang-orang kebanyakan memilih menjalani laser. Selain memberikan hasil yang sama, laser memakan waktu yang singkat dan memberikan hasil dalam jangka waktu panjang dibandingkan orto-k. Akan tetapi, kalau Anda berkarir di bidang militer atau pilot di mana operasi laser tidak diperbolehkan, orto-k bisa jadi alternatif tepat untuk Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengobati sengatan lebah

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    gejala leptospirosis

    Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit