Mengatasi Berbagai Jenis Gigitan Serangga

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sengatan serangga dapat menyebabkan kegawatan dan kepanikan bagi kebanyakan orang. Di Amerika Serikat, setiap tahunnya terdapat 14.262 kasus sengatan serangga dengan 6% di antaranya merupakan kasus sedang hingga berat. Tidak semua serangga beracun, dan walau beracun pun belum tentu kadar racunnya cukup untuk membahayakan manusia.

Berikut adalah sengatan serangga yang paling sering mengenai manusia, dan bagaimana cara menanganinya:

Laba-laba

Sengatan laba-laba dapat menimbulkan rasa sakit, kematian kulit, keracunan sistem, syok, bahkan kematian. Dari sejumlah 3000 spesies laba-laba, ada 100 yang bersifat agresif dengan gigi taring yang cukup kuat untuk menembus kulit manusia. Jenis laba-laba berbahaya yang sering menyerang manusia antara lain adalah laba-laba black widow dan brown recluse.

Gejala gigitan laba-laba

Black widow

Laba-laba ini berukuran besar dan bisa diidentifikasi dengan melihat adanya bentuk jam pasir berwarna merah di bagian perut. Gigitannya terasa seperti luka tusukan jarum, terkadang bisa tidak terasa. Gejala yang timbul berupa:

  • Awalnya kemerahan dan agak bengkak
  • Kemudian terasa sakit hebat dan kekakuan
  • Tampak keringat berlebihan
  • Sakit perut hebat, kram, mual demam

Brown recluse

Laba-laba berwarna coklat dengan ciri khas kaki yang panjang dan bentuk biola di atas tubuh laba-laba. Gejala dari gigitan laba-laba ini adalah:

  • Awalnya, perasaan disengat yang tidak terlalu parah
  • Beberapa jam kemudian dapat terasa gatal, nyeri, dan kemerahan
  • Luka meluas dengan adanya gambaran area biru tua atau ungu dikelilingi kemerahan di sekitar luka
  • Demam, rasa mual, nyeri otot

Mengatasi gigitan laba-laba

Usahakan untuk mengambil foto atau menangkap laba-laba yang menggigit untuk membantu dokter mengidentifikasi apakah laba-laba tersebut beracun atau tidak. Selanjutnya, lakukan hal berikut:

  • Tindakan awal berupa membersihkan gigitan dengan air mengalir dan sabun
  • Beri balutan steril pada luka
  • Beri kompres dingin, angkat bagian yang terkena gigitan, dan istirahatkan
  • Redakan gejala nyeri dengan meminum obat anti nyeri seperti paracetamol
  • Bila diperlukan, dokter dapat memberikan obat anti radang, antibiotik, dan pencegahan tetanus
  • Segera hubungi dokter atau pusat kesehatan terdekat jika gejala tidak membaik dalam 24 jam atau apabila ditemukan gejala berikut: sulit bernapas, penyempitan tenggorokan sehingga sulit menelan, lemas, kram otot, mual, luka terbuka.

Tawon

Tawon dan lebah umumnya tidak menyerang apabila koloni atau sarangnya tidak diganggu. Racun diproduksi kelenjar di belakang perut yang akan keluar bila otot lebah berkontraksi. Sengatan lebah menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan yang timbul dalam beberapa jam. Gigitan sekaligus dari banyak lebah dapat menyebabkan mual, diare, bengkak menyeluruh, penurunan tensi darah, syok, kerusakan otot dan darah, hingga kerusakan ginjal. Sengatan dari 300-500 tawon secara bersamaan bahkan dapat berujung pada kematian.

Menangani sengatan tawon

Penanganan yang harus dilakukan antara lain:

  • Bersihkan sengatan dengan air dan sabun
  • Kompres dengan air sabun
  • Redakan gejala nyeri dengan meminum obat anti nyeri seperti paracetamol
  • Oles lotion calamine atau anti radang untuk meredakan gejala
  • Orang dengan gigitan yang banyak perlu dimonitor 24 jam di rumah sakit untuk mencegah terjadinya gangguan pembekuan darah dan gagal ginjal

Semut api

Semut api atau semut rang-rang umumnya berwarna merah kecokelatan atau cokelat kehitaman, menyengat manusia dengan kekuatan rahang sambil menyemprotkan racun. Mula-mula timbul kemerahan, bengkak, dan rasa terbakar dalam 30 menit, kemudian bisa timbul lenting dalam waktu 24 jam. Lenting ini biasanya pecah setelah 48 jam. Gejala akan sembuh sendiri apabila tidak ada infeksi bakteri penyerta.

Menangani gigitan semut api

  • Sengatan dapat diberikan es batu
  • Berikan obat atau salep antiradang
  • Apabila terdapat infeksi penyerta, bisa diberikan antibiotik

Kutu

Kutu yang menyerang manusia biasanya kutu anjing, kutu kucing, atau kutu tikus yang mempunyai sarang dan tinggal di lingkungan sekitar. Kutu manusia biasanya menetap di tempat tidur, pakaian, atau furnitur. Pada orang yang sensitif akan timbul kemerahan, bentol, dan lenting di lokasi bekas gigitan. Pengobatan untuk gigitan kutu cukup dengan obat anti radang dan anti gatal, sedangkan pencegahan kutu bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti pyrethin, malathion, dan DDT.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit