15 Menit Berjemur Sinar Matahari Bisa Melindungi Anda dari Risiko Patah Tulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda tidak perlu pusing-pusing mencari cara untuk menjaga kesehatan tulang. Cukup dengan berjemur di bawah sinar matahari langsung selama beberapa menit saja setiap harinya. Banyak penelitian melaporkan bahwa manfaat sinar matahari tidak hanya bisa menguatkan tulang, namun juga menghindari Anda dari risiko patah tulang. Memang, apa hubungannya sinar matahari dengan kesehatan tulang?

Manfaat sinar matahari untuk tulang

Manfaat sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D secara otomatis, dengan cara mengubah kolesterol yang ada di bawah kulit menjadi calcitriol (vitamin D3). Vitamin tersebut kemudian akan langsung disalurkan ke hati dan ginjal untuk kemudian diedarkan ke sekujur tubuh lewat aliran darah. Bahkan lebih dari 80 persen vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari.

Vitamin D adalah salah satu zat gizi pembentuk tulang. Peran vitamin D dalam tubuh yang utama adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor ke dalam tulang. Efek ini pada akhirnya membantu pertumbuhan dan kekuatan tulang secara keseluruhan.

Kekurangan vitamin D membuat tubuh cepat kehilangan dua mineral penting tersebut, sehingga hal ini kemudian membuat tulang Anda menjadi rapuh, mudah patah, hingga berisiko osteoporosis. Kekurangan vitamin D juga membuat sistem imun tubuh tidak bekerja dengan baik, menyebabkan peningkatan risiko penyakit arthritis rheumatoid (radang sendi kronis) yang juga ikut memengaruhi kesehatan tulang.

Dalam banyak kasus, orang baru menyadari terkena penyakit osteoporosis setelah tulangnya ada yang patah. Jika tulang Anda sudah terlanjur rapuh, bahkan sekadar batuk atau bersin bisa membuat tulang rusuk dan satu ruas tulang belakang Anda patah atau cedera.

Berapa lama harus berjemur matahari untuk memperkuat tulang?

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), rata-rata vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 15 mcg per hari. Sementara untuk orang yang berusia di atas 65 tahun umumnya membutuhkan asupan yang lebih banyak, yaitu sekitar 25 mcg per hari.

Karena risiko kanker kulit, tidak ada rekomendasi resmi untuk seberapa banyak atau berapa lama Anda harus terpapar sinar matahari. Namun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu terpapar sinar matahari pagi setidaknya 5 sampai 15 menit setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya, terutama bagi Anda yang memiliki kulit putih pucat. Durasi berjemur ini sudah mampu mencukupi hampir sebagian besar kebutuhan vitamin D harian Anda

Untuk wilayah Indonesia, waktu berjemur yang direkomendasikan adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Sumber makanan tinggi vitamin D

Jika Anda termasuk orang yang lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangan, Anda bisa menyiasati asupan vitamin D Anda dari sumber makanan tertentu. Beberapa makanan yang kaya akan vitamin D di antaranya ikan berlemak (seperti salmon, tuna, makarel, sarden, dan herring), kuning telur, daging merah, dan lain sebagainya.

Bila perlu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen untuk membantu mencukupi kebutuhan vitamin ini. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dulu agar mendapatkan dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Sebagaimana penyakit lain, osteoporosis bisa menyebabkan komplikasi. Berikut komplikasi yang mungkin terjadi jika osteoporosis tidak segera diobati.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

Selain obat dari dokter, penderita osteoporosis juga sebaiknya makan makanan sehat. Makanan memberi tambahan nutrisi untuk mengobati tulang yang keropos.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar. Senam osteporosis dan beberapa jenis olahraga lain dapat menjadi pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

6 Langkah Pencegahan Osteoporosis Agar Tulang Tetap Kuat

Menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan osteoporosis. Ikuti cara berikut ini untuk menjaga kekuatan tulang Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit