Cegah Darah Menggumpal dengan 5 Makanan yang Membuat Darah Lebih Encer Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penggumpalan darah memang proses yang penting, tetapi jika berlebihan tentu akan berdampak pada kesehatan Anda, termasuk serangan jantung dan stroke. Agar hal ini tidak sampai menimbulkan efek fatal, terdapat beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan sebagai makanan pengencer darah.

Jenis makanan yang dapat menjadi pengencer darah

1. Kunyit

manfaat kunyit untuk ibu menyusui

Salah satu makanan alami yang dipercaya sebagai pengencer darah adalah kunyit. Rempah berwarna kuning ini mengandung kurkumin yang berperan sebagai antikoagulan. 

Hal tersebut dibuktikan melalui sebuah penelitian pada tahun 2012 tentang aktivitas antikoagulan pada kunyit yang dipakai untuk bumbu kari. Kurkumin dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah dengan menghambat faktor-faktor pembekuan darah. 

2. Bawang putih

khasiat bawang putih

Selain kunyit, bawang putih merupakan makanan pengencer darah yang memiliki sifat antibiotik alami dan antimikroba. Satu siung bawang putih mengandung alisin, yaitu senyawa aktif yang dipercaya berperan menjadi antikoagulan.

Sebuah penelitian terhadap bubuk bawang putih yang tidak berbau membuktikan hal tersebut. Penelitian itu menunjukkan bahwa jenis bawang putih ini memperlihatkan aktivitas antitrombotik.

Senyawa antitrombotik merupakan zat yang dapat mengurangi penggumpalan darah. Itu sebabnya, bawang putih diyakini dapat mengencerkan darah meskipun efeknya hanya sebentar.

Apabila Anda ingin menggunakan bahan tersebut agar pembekuan darah dapat dicegah, cobalah untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

3. Nanas

buah nanas untuk pencernaan

Tahukah Anda bahwa nanas mengandung senyawa bromelain yang ternyata bisa membantu mencegah pembekuan darah?

Sebuah penelitian pada tahun 2012 membahas tentang penggunaan bromelain sebagai anti pembekuan darah dalam tubuh.

Bromelain diketahui dapat menghambat pembuatan fibrin dalam tubuh, yaitu protein yang menyebabkan darah menggumpal. 

Para peneliti menyimpulkan bahwa bromelain berperan sebagai agen fibrinolitik yang cukup efektif untuk menurunkan fibrin. Selain itu, enzim nanas ini juga bersifat anti-peradangan. 

4. Kacang almond

kacang almond

Tidak hanya nanas, kacang almond juga dipercaya sebagai makanan pengencer darah. Hal tersebut dikarenakan vitamin E pada kacang almond dapat dikategorikan sebagai antikoagulan ringan

Efek antikoagulan pada vitamin E sebenarnya tergantung pada seberapa banyak dosis yang seseorang pakai. 

Belum ada penelitian yang benar-benar menjelaskan berapa banyak vitamin E yang harus dikonsumsi sebagai salah satu pengencer darah dengan aman.

Oleh karena itu, usahakan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu agar Anda mengetahui dosis yang tepat untuk tubuh Anda. 

5. Vitamin E

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kacang almond termasuk dalam kategori makanan pengencer darah karena mengandung vitamin E.

Vitamin E dipercaya dapat mengurangi aktivitas pembentukan darah meskipun efeknya sangat tergantung pada kondisi badan seseorang. Selain itu, belum ada uji coba yang memastikan batas aman konsumsi vitamin E untuk mengencerkan darah.

Maka itu, akan lebih aman untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E agar dapat membantu mengencerkan darah Anda, seperti:

  • Biji-bijian
  • Minyak biji gandum
  • Biji bunga matahari
  • Minyak bunga matahari

6. Jahe

jahe untuk diabetes

Rempah lainnya yang juga disebut-disebut sebagai makanan pengencer darah adalah jahe. Jahe mengandung asam asetilsalisilat alias aspirin. Asetilsalisilat merupakan turunan asam salisilat yang diyakini sebagai pengencer darah yang cukup kuat.

Efek antikoagulan alami ini bisa Anda dapatkan dengan berbagai cara, seperti mengonsumsi jahe mentah-mentah, air jahe atau menggunakannya sebagai bumbu makanan.

Walaupun demikian, jahe tidak sama tingkat efektivitasnya dengan obat pengencer darah karena efek jahe terhadap pembekuan darah masih belum begitu jelas.

Beberapa jenis makanan yang dapat mengurangi risiko penggumpalan darah di atas mungkin belum benar-benar teruji secara klinis. Selain itu, efeknya juga tidak dapat dibandingkan dengan obat khusus pencegah penggumpalan darah.

Terlalu banyak mengonsumi makanan yang dapat mengencerkan darah bisa saja membuat Anda berisiko terhadap perdarahan. Itu sebabnya, konsultasikanlah dengan dokter terlebih dahulu sebelum makan makanan yang dipercaya sebagai pengencer darah di atas.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca