4 Kontrasepsi Hormon Ini Ampuh Atasi Darah Haid yang Mengalir Deras

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dilansir dari Very Well Health, sekitar 10 persen wanita usia subur mengalami perdarahan berlebihan saat menstruasi. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan menorrhagia atau menstruasi berlebihan. Jika tidak segera diatasi, menstruasi berlebihan bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Selain dengan jalan operasi, Anda sebetulnya juga bisa meringankan gejalanya dengan memanfaatkan kontrasepsi hormonal. Lantas, jenis kontrasepsi hormonal apa saja yang aman digunakan? Berikut penjelasannya.

Apakah kontrasepsi hormonal ini aman digunakan?

risiko minum pil kb

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh berbagai hormon, di antaranya hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen berperan penting untuk mematangkan satu sel telur setiap bulan. Sementara hormon estrogen bertugas untuk mempersiapkan lapisan rahim guna berjaga-jaga jika terjadi pembuahan.

Berangkat dari sinilah, kontrasepsi hormonal diyakini dapat membantu mengendalikan jumlah hormon yang terlibat dalam siklus menstruasi tadi. Hal ini termasuk juga menurunkan jumlah darah yang keluar saat menstruasi.

Tenang, kontrasepsi hormonal ini aman digunakan, kok. Dibandingkan jenis KB lainnya, KB hormonal bahkan mempunyai lebih sedikit efek samping dan mudah digunakan. Jadi, metode ini bukan cuma melindungi Anda dari kehamilan, tapi juga membantu meringankan menstruasi berlebihan.

Jenis kontrasepsi hormonal untuk menstruasi berlebihan

pil kb untuk ibu menyusui

Berikut ini beragam jenis kontrasepsi hormonal yang bisa membantu Anda mengatasi menstruasi berlebihan:

1. Pil KB kombinasi

Pil kontrasepsi tersedia dalam dua jenis, yaitu pil kombinasi (mengandung progestin dan estrogen) dan pil mini (hanya progestin). Nah, untuk meringankan menstruasi berlebihan, pilihlah pil kombinasi.

Pasalnya, pil KB kombinasi diketahui dapat menurunkan jumlah darah menstruasi sebanyak 40-50 persen setiap bulannya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minum pil KB trifasik, yaitu pil yang mengandung jumlah estrogen dan progestin yang mirip dengan siklus haid, dapat mengurangi jumlah perdarahan akibat menorrhagia.

2. Pil KB berkelanjutan

Selain pil kombinasi, ada juga pil KB berkelanjutan atau disebut juga pil dengan siklus diperpanjang (extended cycle birth control pill). Pil KB berkelanjutan adalah jenis pil kontrasepsi yang dapat mengurangi jumlah siklus haid setiap tahunnya.

Wanita yang minum pil KB berkelanjutan cenderung mengalami siklus haid yang lebih jarang, biasanya empat kali saja setiap tahunnya. Secara tidak langsung, pil KB jenis ini bisa membantu mengurangi perdarahan saat menstruasi.

3. Kontrasepsi dengan hormon progestin

Kontrasepsi hormonal ini bisa menjadi pilihan yang baik ketika Anda tidak dapat menggunakan alat KB yang mengandung estrogen. Salah satu contoh alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestin adalah pil mini.

Jenis kontrasepsi ini bisa membantu menipiskan lapisan rahim sehingga perdarahan haid jadi lebih sedikit. Bagi Anda yang sering mengalami kram perut saat menstruasi, pil mini juga bisa membantu meringankannya.

4. IUD

IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk T yang dipasang di dalam rahim. Selain IUD yang dilapisi tembaga, ada juga IUD yang berisi hormon.

Nah, untuk mencegah menstruasi berlebihan setiap bulannya, pilihlah IUD yang mengandung hormon progestin. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa IUD hormonal dapat menurunkan jumlah darah yang keluar saat menstruasi.

Dengan menggunakan IUD hormonal, jumlah perdarahan saat haid bisa berkurang hingga 86 persen dalam 3 bulan. Jika penggunaannya dilanjutkan hingga 12 bulan, perdarahannya bahkan bisa berkurang hingga 97 persen.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa tidak semua wanita akan langsung cocok dengan jenis KB hormonal yang sama. Beberapa wanita mungkin cenderung merasa sehat-sehat saja setelah menggunakan pil KB kombinasi, namun sebagian lainnya justru mengalami efek samping yang mengganggu.

Yang terpenting, konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda memanfaatkan kontrasepsi hormonal untuk mengatasi menstruasi berlebihan. Jika memungkinkan, dokter akan menyarankan KB hormonal yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit