Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kesehatan diri sendiri, baik fisik atau psikis, merupakan hal yang penting ketika mengasuh anggota keluarga atau seseorang yang mengalami penyakit kronis. Tanpa ditunjang dengan kesehatan yang baik, kemampuan mengasuh pun dapat menurun. Oleh karena itu, apabila Anda sedang mengasuh penderita penyakit kronis di tengah pandemi, simak cara jaga diri saat merawat orang sakit di bawah ini.

Tips jaga diri saat merawat orang sakit kronis di tengah pandemi

Mengasuh seseorang bukan berarti meluangkan waktu hanya untuk orang yang dirawat. Namun, juga harus menyiapkan waktu untuk diri sendiri.

Menjaga kebersihan

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Bersihkan tangan sebelum dan sesudah membantu orang sakit kronis. Bilas tangan menggunakan air mengalir dan sabun sedikitnya 20 detik.

Cuci tangan juga apabila akan menyiapkan makanan untuk orang yang dirawat, terutama setelah Anda buang air kecil atau besar. Tak lupa pula untuk membersihkan tangan sebelum keluar dan setelah kembali ke rumah.

Singkatnya, kebersihan diri dan lingkungan yang terjaga membuat risiko Anda terkena penyakit juga menurun. Anda juga tetap dapat melaksanakan tanggung jawab untuk mengasuh anggota keluarga.

Memperhatikan kesehatan

Merawat orang sakit kronis tidak hanya membantu kebutuhan orang yang dirawat, tetapi juga memperhatikan kesehatan diri sendiri. Jaga diri saat merawat orang sakit di tengah pandemi adalah dengan memperhatikan kesehatan Anda sendiri.

Memperhatikan kesehatan dapat dimulai dari makanan yang dikonsumsi, seperti menerapkan pola makan sehat yang kaya gizi. Tak hanya itu, usahakan untuk tidak melewatkan waktu makan Anda.

Kemudian, jaga kebugaran dengan tetap aktif secara fisik. Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari agar kondisi tubuh tetap sehat untuk menjalani keseharian Anda.

Contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki di lingkungan rumah. Mengingat sedang ada pandemi yang terjadi, saat akan melakukan aktivitas fisik di luar rumah, ikuti anjuran yang disarankan seperti menjaga jarak dengan orang lain.

Istirahat

Istirahat yang cukup merupakan cara jaga diri saat merawat orang sakit. Usahakan untuk tetap bisa beristirahat setidaknya 7 sampai 8 jam setiap harinya. Jangan memaksakan diri jika kurang istirahat.

Menyadari diri sedang kelelahan lebih baik daripada memaksakan diri untuk terus-menerus merawat anggota keluarga yang sakit. Oleh karena itu, jangan ragu untuk meminta tolong anggota keluarga atau orang lain bila sedang kelelahan.

Mengelola stres

Saat merawat orang sakit kronis, ada beberapa kebutuhan mereka yang harus Anda bantu. Melakukan aktivitas sehari-hari untuk diri sendiri saja terkadang melelahkan, apalagi ditambah membantu merawat orang yang sakit kronis, ditambah dengan situasi di tengah pandemi saat ini. Karena inilah, orang yang berada di posisi ini bisa merasa stres, tetapi ini adalah hal yang wajar.

Cara terbaik untuk jaga diri saat merawat orang sakit kronis adalah mengelola stres dengan melakukan aktivitas yang Anda sukai. Mungkin Anda dapat bernostalgia, seperti bermain building blocks favorit di masa kecil dulu.

Kemudian, menonton film yang tak sempat ditonton. Selain itu, bisa juga Anda menyelesaikan bab demi bab secara perlahan dari buku yang sudah lama “duduk” di rak buku sembari merawat anggota keluarga Anda.

Melindungi ketenangan pikiran

Walaupun sudah melakukan cara mengelola stres, terkadang beban pikiran tetap memberatkan Anda. Gejala-gejala dari stres sendiri dapat memengaruhi kesehatan seseorang secara tidak disadari.

Maka dari itu, penting bagi seorang pengasuh memiliki rencana untuk melindungi ketenangan pikiran dan diri dari penyakit. Salah satu caranya adalah memiliki asuransi kesehatan, seperti asuransi penyakit kritis.

Seperti yang disimpulkan dari studi berjudul Peace of Mind: Health Insurance Reduces Stress and Cortisol Levels – Evidence from a Randomized Experiment in Kenya, memiliki asuransi kesehatan membuat kadar kortisol dan tingkat stres menurun.

Para peneliti di studi tersebut berpendapat bahwa hal itu dipicu oleh pikiran yang lebih tenang ketika memiliki asuransi kesehatan. Memiliki asuransi kesehatan bermanfaat dalam melindungi diri dari beban finansial saat mengalami sakit. Pikiran yang tenang dan tidak stres pun menurunkan risiko penyakit yang dapat menghantui.

Kesimpulannya, mengasuh anggota keluarga saat sedang sakit memang bukan hal yang mudah. Maka itu, Anda tetap perlu jaga diri, terutama kesehatan saat merawat orang sakit kronis di tengah pandemi. Selain memperhatikan kesehatan sendiri, lindungi diri dari stres dengan meluangkan waktu untuk melepaskan penat dan menjaga ketenangan pikiran.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit