Hasil Tes Kolesterol Tidak Akurat, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/05/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kalau Anda punya alat kesehatan sendiri di rumah, Anda mungkin sering melakukan tes sederhana untuk memantau kesehatan diri sendiri dan keluarga. Salah satunya adalah tes kolesterol, pengukuran yang cukup sering dicemaskan karena berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Terkadang, Anda pernah menemukan hasil tes kolesterol menunjukkan “LO”, “HI”, atau berbeda dari hasil pengukuran sebelumnya. Hal ini mungkin saja menandakan bahwa pengukuran tersebut tidak akurat. Lantas, apa penyebabnya? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Penyebab hasil tes kolesterol mungkin tidak akurat

Tes kolesterol digunakan untuk mengukur beberapa jenis lemak (lipid) dalam aliran darah. Pada orang dewasa, kadar kolesterol total yang normal adalah kurang dari 200 miligram per desiliter (mg/dL). Seseorang dikatakan memiliki kolesterol tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dL atau lebih.

Menurut American Heart Association, kolesterol tinggi adalah penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Nah, inilah pentingnya tes kolesterol secara berkala, supaya bisa tahu kondisi dan risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Dilansir dari WebMD, alat tes kolesterol di rumah umumnya memiliki tingkat akurasi sekitar 95 persen atau mendekati hasil pengukuran dengan alat laboratorium. Meski demikian, tetap ada 5 persen kemungkinan hasil pengukuran menjadi tidak akurat.

Biasanya, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan sementara pada tubuh Anda karena:

  • Terkena penyakit jantung baru-baru ini, seperti serangan jantung atau stroke. Kejadian tersebut dapat menurunkan tingkat lipid untuk sementara waktu.
  • Baru saja menjalani operasi atau terkena infeksi tertentu. Hal ini dapat menurunkan kadar lipid yang memengaruhi hasil tes.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan estrogen, yang dapat meningkatkan kadar lipid.
  • Kehamilan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Maka itu, tes kolesterol yang lebih akurat akan nampak setelah empat bulan pasca persalinan.
  • Makan makanan tertentu. Ini sebabnya, Anda dianjurkan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 9 sampai 12 jam sebelum tes kolesterol. Namun, bila Anda tidak berpuasa sebelumnya, segera beri tahu dokter.
  • Minum alkohol. Anda harus menghindari minuman beralkohol selama 24 jam sebelum pengukuran.
  • Kesalahan manusia. Bukan tidak mungkin bila hasil tes menjadi tidak akurat karena kesalahan manusia atau kesalahan laboratorium, walaupun cukup jarang terjadi.

Apa yang harus dilakukan saat hasil tes kolesterol nampak tidak akurat?

Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa hasil tes kolesterol yang dilakukan ternyata tidak akurat dan cenderung terima-terima saja dengan hasilnya. Namun, bila Anda menduga bahwa hasilnya tidak akurat, maka jangan ragu untuk meminta tes ulang pada tim medis.

Kalau Anda ingin melakukan tes kolesterol di rumah sakit, pastikan Anda sudah memberitahukan tim medis mengenai masalah kesehatan yang sedang dialami, riwayat keluarga mengenai penyakit jantung, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan hasil tes tidak akurat.

Sedangkan bila Anda melakukannya sendiri di rumah, pastikan bahwa Anda sudah menghindari hal-hal yang bisa memengaruhi hasil tes. Ingat, hasil tes kolesterol Anda adalah kunci yang menentukan besar-kecilnya risiko penyakit jantung atau stroke. Maka itu, penting bagi Anda untuk memiliki hasil tes yang paling akurat.

Jika Anda bingung untuk melakukan cek kolesterol di rumah, lebih baik konsultasikan dulu dengan tim medis tentang bagaimana cara penggunaan alat tersebut dan apa saja pantangannya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan hasil kadar kolesterol yang lebih akurat.

Selain itu, jangan hanya terpaku pada satu jenis tes saja. Anda juga perlu melakukan tes kesehatan lainnya, seperti cek gula darah, asam urat, dan tes lainnya untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca