Hasil Tes Kolesterol Tidak Akurat, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalau Anda punya alat kesehatan sendiri di rumah, Anda mungkin sering melakukan tes sederhana untuk memantau kesehatan diri sendiri dan keluarga. Salah satunya adalah tes kolesterol, pengukuran yang cukup sering dicemaskan karena berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Terkadang, Anda pernah menemukan hasil tes kolesterol menunjukkan “LO”, “HI”, atau berbeda dari hasil pengukuran sebelumnya. Hal ini mungkin saja menandakan bahwa pengukuran tersebut tidak akurat. Lantas, apa penyebabnya? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Penyebab hasil tes kolesterol mungkin tidak akurat

Tes kolesterol digunakan untuk mengukur beberapa jenis lemak (lipid) dalam aliran darah. Pada orang dewasa, kadar kolesterol total yang normal adalah kurang dari 200 miligram per desiliter (mg/dL). Seseorang dikatakan memiliki kolesterol tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dL atau lebih.

Menurut American Heart Association, kolesterol tinggi adalah penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Nah, inilah pentingnya tes kolesterol secara berkala, supaya bisa tahu kondisi dan risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Dilansir dari WebMD, alat tes kolesterol di rumah umumnya memiliki tingkat akurasi sekitar 95 persen atau mendekati hasil pengukuran dengan alat laboratorium. Meski demikian, tetap ada 5 persen kemungkinan hasil pengukuran menjadi tidak akurat.

Biasanya, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan sementara pada tubuh Anda karena:

  • Terkena penyakit jantung baru-baru ini, seperti serangan jantung atau stroke. Kejadian tersebut dapat menurunkan tingkat lipid untuk sementara waktu.
  • Baru saja menjalani operasi atau terkena infeksi tertentu. Hal ini dapat menurunkan kadar lipid yang memengaruhi hasil tes.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan estrogen, yang dapat meningkatkan kadar lipid.
  • Kehamilan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Maka itu, tes kolesterol yang lebih akurat akan nampak setelah empat bulan pasca persalinan.
  • Makan makanan tertentu. Ini sebabnya, Anda dianjurkan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 9 sampai 12 jam sebelum tes kolesterol. Namun, bila Anda tidak berpuasa sebelumnya, segera beri tahu dokter.
  • Minum alkohol. Anda harus menghindari minuman beralkohol selama 24 jam sebelum pengukuran.
  • Kesalahan manusia. Bukan tidak mungkin bila hasil tes menjadi tidak akurat karena kesalahan manusia atau kesalahan laboratorium, walaupun cukup jarang terjadi.

Apa yang harus dilakukan saat hasil tes kolesterol nampak tidak akurat?

Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa hasil tes kolesterol yang dilakukan ternyata tidak akurat dan cenderung terima-terima saja dengan hasilnya. Namun, bila Anda menduga bahwa hasilnya tidak akurat, maka jangan ragu untuk meminta tes ulang pada tim medis.

Kalau Anda ingin melakukan tes kolesterol di rumah sakit, pastikan Anda sudah memberitahukan tim medis mengenai masalah kesehatan yang sedang dialami, riwayat keluarga mengenai penyakit jantung, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan hasil tes tidak akurat.

Sedangkan bila Anda melakukannya sendiri di rumah, pastikan bahwa Anda sudah menghindari hal-hal yang bisa memengaruhi hasil tes. Ingat, hasil tes kolesterol Anda adalah kunci yang menentukan besar-kecilnya risiko penyakit jantung atau stroke. Maka itu, penting bagi Anda untuk memiliki hasil tes yang paling akurat.

Jika Anda bingung untuk melakukan cek kolesterol di rumah, lebih baik konsultasikan dulu dengan tim medis tentang bagaimana cara penggunaan alat tersebut dan apa saja pantangannya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan hasil kadar kolesterol yang lebih akurat.

Selain itu, jangan hanya terpaku pada satu jenis tes saja. Anda juga perlu melakukan tes kesehatan lainnya, seperti cek gula darah, asam urat, dan tes lainnya untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol, Plus Cara Memasak yang Tepat

Anda termasuk orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi? Berikut makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit