Gaya Renang yang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menderita saraf kejepit memang bisa membatasi Anda dari gerakan-gerakan tertentu. Akibatnya, olahraga pilihan Anda terbatas, termasuk ketika berenang. Namun, ada beberapa gaya renang yang dinilai cukup aman untuk penderita penyakit saraf kejepit. Apa saja?

Prinsip gaya renang aman untuk penderita saraf kejepit

Penderita penyakit saraf kejepit atau HNP dapat mengalami nyeri parah yang menjalar dari punggung hingga kaki. Maka dari itu, gaya renang yang dilakukan harus menerapkan prinsip aman sebagai berikut:

1. Menghindari gerakan yang menekan tulang belakang

Sebagian besar gaya renang terdiri atas putaran berulang pada punggung bagian bawah dan pinggang. Kondisi ini menimbulkan tekanan pada bantalan tulang belakang sehingga memperparah kerusakan pada area tersebut.

Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan penyesuaian sebagai berikut:

  • Memakai alat bantu pernapasan selam. Saat mengambil napas, punggung akan meliuk agar Anda bisa bergerak ke atas. Alat bantu pernapasan akan membantu Anda mengurangi hal ini.
  • Menyempurnakan gaya renang agar pundak tetap sejajar dengan pinggang selama berenang.

2. Fokus pada gaya renang yang lebih aman

Pada dasarnya, tidak ada gaya renang yang betul-betul aman dan ampuh untuk penderita saraf kejepit. Akan tetapi, gaya renang yang tidak banyak melibatkan gerakan punggung dinilai lebih aman bagi tulang punggung penderita.

Efek gaya renang terhadap keparahan penyakit tergantung pada beberapa faktor. Di antaranya penyebab penyakit, kemampuan berenang, teknik berenang, serta seberapa berat latihan renang yang dilakukan.

3. Melakukan terapi air

Terapi air dapat membantu meringankan keluhan yang dialami oleh penderita saraf terjepit saat berenang. Cara kerjanya adalah dengan mengoptimalkan daya apung air sehingga tekanan pada tulang belakang dapat berkurang.

Terapi ini dilakukan seperti olahraga pada umumnya, hanya saja, dilakukan di dalam air. Agar tulang punggung tidak cedera, intensitas latihan ditingkatkan secara bertahap dari ringan, sedang, hingga berat jika memungkinkan.

Gaya renang yang disarankan untuk penderita saraf kejepit

olahraga untuk pasien skoliosis

Sejauh ini, gaya renang yang disarankan untuk penderita gangguan saraf tulang punggung, seperti saraf kejepit adalah gaya bebas dan gaya punggung. Kedua gerakan ini tidak melibatkan lengkungan punggung sehingga aman bagi saraf di dalamnya.

1. Renang gaya bebas

Renang gaya bebas melibatkan gerakan tangan memutar seperti baling-baling yang diiringi dengan tendangan kaki. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Ulurkan kedua tangan ke dalam air dengan posisi telapak tangan menghadap bawah dan jari-jari terbuka.
  • Ayunkan salah satu tangan ke sisi tubuh Anda. Kemudian, angkat lengan Anda sehingga seluruh bagian tangan ikut membentuk sudut 45 derajat.
  • Setelah tangan menyentuh air, ayunkan ke arah tubuh Anda seperti sedang mendayung.
  • Pada saat yang sama, gerakkan pinggul dan paha Anda untuk membuat gerakan menendang yang cepat. Lakukan dua tendangan untuk setiap satu ayunan tangan.
  • Setiap kali mengayunkan tangan, biarkan tubuh Anda ikut berputar.

2. Renang gaya punggung

Gaya renang ini tidak membuat punggung bekerja keras sehingga disarankan untuk penderita saraf kejepit. Berikut adalah tahapannya:

  • Posisikan tubuh Anda agar rata dengan air dan menghadap ke atas. Posisi ini akan membantu Anda mengapung.
  • Mulailah menendang dengan tenaga yang berasal dari pinggang. Saat salah satu kaki bergerak naik, menendanglah dengan kaki satunya.
  • Ayunkan tangan dengan gerakan memutar seperti dayung. Usahakan agar tangan Anda selalu kembali tepat ke sisi tubuh.
  • Putar bahu dan pinggang Anda pada setiap ayunan tangan.

Penyakit saraf kejepit memang dapat membatasi Anda dalam melakukan olahraga serta pilihan gaya renang. Namun, jangan biarkan penyakit ini menghalangi Anda dari rutinitas menyehatkan tersebut.

Dengan beberapa penyesuaian, gaya renang tertentu relatif aman bagi penderita penyakit saraf terjepit. Hal yang terpenting adalah Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin berolahraga renang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Biarkan Saraf Terjepit Mengganggu Kehamilan, Ini 5 Cara Mengatasinya

Beban tubuh selama kehamilan berisiko menyebabkan saraf terjepit. Untungnya, ada sejumlah cara yang efektif mengatasi saraf terjepit saat hamil.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Belajar Berenang untuk Anda yang Masih Pemula

Berenang memiliki kesulitan tersendiri dibandingkan olahraga lain. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar belajar berenang terasa lebih mudah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Tips Mencegah Mata Merah Setelah Berenang (Plus Cara Mengobatinya)

Mata merah setelah berenang memang biasa terjadi. Kondisi ini tak boleh dibiarkan. Simak beberapa tips mencegah dan mengobati kondisi tersebut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Saya Merasa Ngantuk Setelah Berenang?

Rasa ngantuk setelah berenang sering kali menyerang hampir semua orang. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berenang saat covid-19

Ada Rencana Berenang Saat Pandemi COVID-19? Begini Risiko Penularannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Dampak Berenang di Malam Hari Bagi Tubuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
saraf terjepit gairah seksual

Apakah Penyakit Saraf Terjepit Akan Mengurangi Gairah Seksual Penderitanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala saraf leher kejepit

Berbagai Gejala Saraf Leher Terjepit yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit