Mata Sering Terasa Kering? 6 Obat Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Kondisi mata kering tidak bisa dianggap remeh karena bisa memengaruhi penglihatan. Namun, walaupun sudah coba berbagai cara untuk mengatasinya, mata Anda bisa saja masih terasa kering. Coba ingat-ingat kembali, apakah Anda sedang mengonsumi obat-obatan tertentu? Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang bisa menjadi penyebab mata kering.

Obat-obatan yang bisa jadi penyebab mata kering

1. Antihistamin

obat untuk osteoarthritis

Antihistamin seperti fexofenadine, loratadine, cetirizine, dan diphenhhydramine biasa digunakan sebagai obat untuk meredakan gejala alergi. Caranya dengan menghentikan respon tubuh terhadap pemicu alergi, sekaligus mencegah muculnya gejala alergi yang umum seperti gatal, bersin, dan hidung berair.

Sayangnya, obat ini bisa memicu berkurangnya produksi air mata. Itu sebabnya, obat-obatan ini sering kali dikaitkan sebagai penyebab mata kering.

2. Dekongestan

obat flu ngantuk

Saat sedang terserang flu, demam, hidung tersumbat, dan alergi, obat dekongestan sering menjadi pilihan demi meredakan gejala. Pasalnya, obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan di pembuluh darah dalam selaput hidung, yang menyebabkan hidung tersumbat. Akhirnya, bisa memberi lebih banyak ruang pada hidung untuk mengalirkan udara, serta membantu Anda untuk bernapas dengan lega.

Dekongestan banyak dijumpai dalam bentuk tablet, cairan, ataupun semprotan. Meski khasiatnya baik, tapi tanpa disadari dekongestan juga bisa mengurangi jumlah air mata, yang kemudian mengakibatkan mata menjadi kering. Bahkan beberapa jenis obat, demi mempercepat proses penyembuhan penyakit, menggabungkan antihistamin dan dekongestan. Oleh karena itu, mata kering juga akan terasa dua kali lipat lebih parah.

3. Obat jerawat minum

obat jerawat minum

Selain menggunakan obat luar, ada juga obat jerawat minum yang biasanya dikonsumsi oleh orang dengan kondisi jerawat yang sudah parah, yaitu obat isotretinoin. Obat ini membantu menyingkirkan jerawat dengan cara menurunkan produksi minyak yang dihasilkan oleh kelenjar tertentu.

Stephanie Crist, Pharm.D., seorang asisten profesor praktik farmasi di St. Louise College of Pharmacy, menjelaskan bahwa obat jerawat minum dapat mengganggu lapisan mukus dan menurunkan sekresi seluruh kelenjar tubuh, termasuk kelenjar yang ada di kelopak mata. Hal ini yang menyebabkan jumlah persediaan air mata berkurang.

4. Obat hipertensi

obat hipertensi, obat tekanan darah tinggi

Beta-blocker, yang merupakan jenis obat tekanan darah, menghentikan respon tubuh terhadap hormon adrenalin. Itu sebabnya, obat ini akan membantu memperlambat denyut jantung, yang kemudian memicu penurunan tekanan darah dalam tubuh.

Sayangnya, efek samping yang ditimbulkan dari obat hipertensi ini adalah mengurangi produksi protein yang merupakan bagian dari komponen air mata. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan mata semakin mengering karena produksi air mata menurun.

5. Pil KB dan terapi hormon

kontrasepsi hormonal

Hormon, baik yang terdapat dalam kontrasepsi oral (pil KB) maupun yang digunakan dalam terapi hormon, bisa berdampak pada mata kering. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 25.000 wanita pasca menopause, bahwa wanita yang menggunakan hormon estrogen saja memiliki 69 persen risiko mengalami mata kering.

Sementara, pada wanita yang menggunakan campuran hormon estrogen dan progesteron, memiliki risiko 29 persen lebih besar dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi pil KB dan menggunakan terapi hormon. Singkatnya, wanita lebih rentan mengalami mata kering akibat perubahan hormon terkait dengan penggunaan pil KB dan terapi hormon.

Kondisi ini mungkin disebabkan oleh hormon estrogen yang memengaruhi kelenjar penghasil minyak pada mata dan mengikis lapisan air mata.

6. Antidepresan, antipsikotik, dan obat penyakit Parkinson

obat untuk osteoarthritis

Meski obat-obatan antidepresan, antipsikotik, dan obat penyakit Parkinson merupakan jenis obat yang memiliki berbagai fungsi berbeda, tapi semuanya memiliki kesamaan. Ya, ketiga obat ini disebut-sebut memiliki efek antikolinergik, yaitu menghalangi sinyal penghantar impuls antar sel saraf satu dan lainnya.

Menurut dr. Steven Maskin, direktur medis di Dry Eye and Cornea Treatment Center, normalnya saat mata terasa kering maka saraf pada mata akan bertugas untuk mengirimkan sinyal yang akan diteruskan; hingga kemudian bisa memicu pelepasan air mata.

Sebaliknya, ketika “komunikasi” jaringan tersebut rusak, maka pesan untuk memproduksi air mata menjadi tidak tersampaikan dengan baik. Hal inilah yang lantas menjadi penyebab mata kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Hati-hati bila mau beli obat di apotek atau toko. Tak berarti semua obat yang diedarkan sudah jaminan aman. Cek obat dulu sebelum beli dengan cara KLIK ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Setelah Minum Obat, Berapa Lama Kemudian Efeknya Dirasakan Tubuh?

Seberapa sering Anda minum obat? Berbagai jenis obat tersedia untuk mengatasi penyakit Anda. Tapi seberapa cepat obat akan diserap setelah diminum?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gla

Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit