Kanker darah terjadi ketika sel-sel abnormal membelah secara tidak terkendali sehingga mengganggu fungsi normal sel-sel darah. Pembentukan sel kanker diawali sejak sumsum tulang memproduksi sel-sel darah sehingga penyakit ini perlu diatasi hingga ke akarnya. Mengingat rumitnya penanganan, Anda dapat menerapkan beberapa cara mencegah kanker darah sebagai langkah antisipasi.  

Cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya

makanan untuk penderita jantung

Terdapat tiga jenis kanker darah yang paling umum, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Berikut adalah beragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

1. Leukemia

Leukemia adalah kanker pada darah dan sumsum tulang yang disebabkan oleh produksi sel-sel darah putih secara tidak normal. Walaupun jumlahnya tinggi, sel darah putih tidak dapat melawan infeksi dan justru menghambat produksi sel darah merah dan trombosit.

Berdasarkan cepat atau lambatnya perkembangan kanker, leukemia terbagi menjadi leukemia akut dan leukemia kronis. Keduanya kemudian dibagi kembali ke dalam dua kategori berdasarkan tipe sel darah putih yang terserang kanker, yakni limfosit atau myeloid.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker pada sel darah putih, yaitu:

  • Menghindari kebiasaan merokok.
  • Menjaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan aktif berolahraga
  • Menjauhi paparan bahan kimia berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan radon. Sumber paparan di sekitar lingkungan rumah biasanya berasal dari pembasmi serangga, asap kendaraan, bensin tanpa timbal, dan pembasmi tanaman hama.
  • Membatasi paparan radiasi yang berasal dari sinar-X, CT scan, dan alat sejenisnya.

2. Limfoma

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik yang terdiri dari nodus limfa, limpa, dan kelenjar timus. Sistem ini berfungsi untuk membuang kelebihan cairan dari tubuh serta memproduksi sel-sel limfosit yang diperlukan dalam sistem kekebalan tubuh.

Penyakit ini terbagi menjadi dua tipe, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Limfoma Hodgkin menyerang sel limfosit B, dan penderitanya memiliki sel limfosit berukuran besar di dalam nodus limfanya. Sementara pada limfoma non-Hodgkin, sel kanker dapat menyerang sel limfosit B atau limfosit T.

Belum ada cara pasti yang dapat diterapkan untuk mencegah kanker darah pada limfosit. Namun, Anda dapat melakukan sejumlah upaya untuk menurunkan risikonya. Misalnya sebagai berikut.

  • Menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.
  • Mencegah paparan infeksi virus karena risiko limfoma lebih tinggi pada orang yang terserang infeksi HIV, virus Epstein-Barr, serta H. pylori.
  • Tidak melakukan hubungan seksual berisiko, misalnya dengan banyak pasangan atau tanpa menggunakan pengaman.
  • Menghindari penggunaan narkoba suntik.
  • Menghindari paparan senyawa kimia dan radiasi yang tidak diperlukan.
  • Mengatasi penyakit infeksi sedini mungkin.
  • Menjaga berat badan ideal.

3. Myeloma

melakukan rontgen

Myeloma adalah kanker yang menyerang sel plasma pada sumsum tulang. Sel plasma merupakan jenis sel darah putih yang memproduksi antibodi untuk melawan infeksi dan penyakit. Jika sel plasma terserang myeloma, produksi antibodi akan terhambat dan antibodi tidak lagi dapat melawan infeksi. Kanker ini juga dapat menyebar melalui sumsum tulang dan merusak struktur tulang di sekitarnya.

Risiko myeloma menjadi lebih tinggi bila Anda adalah pria berusia 50 tahun ke atas, sering terpapar radiasi, atau memiliki berat badan berlebih. Anda juga memiliki risiko lebih besar bila berkerabat dengan anggota keluarga yang mengidap penyakit serupa.

Seperti limfoma, belum ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker darah pada sel plasma. Akan tetapi, Anda dapat menurunkan risikonya dengan cara berikut:

  • Menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menghindari paparan bahan kimia yang tidak diperlukan.
  • Membatasi konsumsi makanan instan.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Meningkatkan konsumsi buah, sayuran dan ikan

Beberapa jenis penyakit mungkin sulit untuk dicegah, begitu pula dengan kanker darah. Meski demikian, Anda dapat menerapkan cara mencegah kanker darah dengan berupaya menurunkan risikonya.

Faktor risiko yang bersifat genetik seperti riwayat keluarga memang tidak dapat diubah, tetapi Anda dapat meminimalisasi faktor lainnya. Misalnya dengan menghindari paparan bahan kimia dan radiasi, serta menjalani gaya hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh senantiasa kuat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca