Langkah-langkah Membersihkan Ponsel dari Bakteri dan Kuman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sudah tahu, kan, bahwa kebiasaan membawa handphone ke kamar mandi saat buang air kecil atau buang air besar berisiko penyebaran penyakit, seperti flu dan diare?

Dilansir dari The Huffington Post, sebuah handphone bisa mengandung hingga 33,200 CFU (colony-forming units/unit pembentuk koloni) bakteri. Sebagai perbandingan, pegangan pintu kamar mandi pada umumnya hanya memiliki 4 CFU.

Tidak hanya itu, sejumlah peneliti telah menemukan ada lebih banyak bakteri yang menempel di ponsel Anda daripada dudukan toilet. Pada beberapa uji laboratorium, handphone pada umumnya memiliki 10 kali lipat jumlah mikroorganisme penyebab sakit perut dan muntah-muntah daripada toilet umum.

Walaupun begitu, jumlah kuman dalam handphone bukanlah masalah utama. Yang jadi biang penyakit adalah perpindahan bakteri, baik dari satu benda ke ponsel Anda (dan sebaliknya) atau pinjam-meminjam ponsel. Tanpa berbagi, setiap telepon genggam hanya membawa satu set kuman, dan kecil kemungkinannya untuk menularkan penyakit pada pemilik ponsel. Namun, ponsel akan menjadi medium utama bagi kuman dan bakteri berpindah tangan dan bermutasi dengan jenis bakteri lainnya saat pinjam-meminjam handphone terjadi, atau meletakkan ponsel Anda di tempat-tempat kotor rawan kuman dan bakteri, misalnya di kamar mandi.

Selain itu, risiko terjangkit penyakit akibat bakteri ponsel juga akan meningkat saat Anda terus menerus memegang gandget kesayangan Anda, dan menghabiskan sebagian aktivitas dengan ponsel di dekat wajah dan mulut, menelepon, misalnya. Mahasiswa doktorat di Stanford Unversity, dikutip dari How Stuff Works, memperingatkan bahwa mikroba pada permukaan layar handphone — termasuk bakteri E. coli, Staph, dan flu musiman — memiliki peluang yang sangat besar untuk masuk ke dalam tubuh Anda lewat mata, hidung, dan telinga.

Cara membersihkan ponsel yang aman

Banyak orang yang ragu untuk membersihkan ponsel mereka dengan alasan takut merusak mesin dan sistem operasi di dalamnya. Tapi, ada banyak cara mudah dan aman membersihkan ponsel agar bebas kuman.

Yang Anda perlukan:

  • Kain lap bersih tanpa serat, seperti lap kaca mata — jangan gunakan tisu, karena serat tisu akan menggores layar ponsel Anda
  • Cotton bud
  • Air bersih siap minum — air keran mengandung bakteri dan residu bahan kimia, selain itu air keran akan meninggalkan lapisan (film) di permukaan layar ponsel Anda
  • Alkohol — untuk membersihkan tombol dan plastik keras, misal bagian badan belakang ponsel
  • Screen protector baru (jika ponsel Anda sebelumnya menggunakan screen protector)

Yang harus Anda lakukan:

  • Matikan handphone Anda dan lepas segala aksesoris pendukung, seperti casing tambahan.
  • Lepaskan screen protector yang menempel di layar Anda. Namun, berhati-hatilah saat melakukan hal ini. Jika layar ponsel Anda memiliki retak, mengangkat lapisan screen protector akan memicu keretakan semakin menjalar. Jika layar ponsel sudah retak, sebaiknya jangan utak-atik screen protector Anda
  • Mulai membersihkan keyboard dan tombol-tombol di ponsel Anda (jika ada) dengan menggunakan cotton bud yang sudah terlebih dahulu dibasahi dengan alkohol. Jangan menggosok terlalu keras dan hindari sisa alkohol masuk ke dalam sela-sela handphone.
  • Kemudian, bersihkan badan plastik ponsel Anda dengan alkohol. Ingat, jangan menggosok terlalu keras untuk menghindari lapisan cat ikut terkikis. Permukaan baterai ponsel aman untuk dibersihkan dengan alkohol.
  • Jika Anda memiliki fitur besi pada badan ponsel Anda, bersihkan dengan cotton bud yang dicelup air bersih.
  • Saat bagian luar ponsel sudah bersih, gunakan cotton bud bersih dan kering untuk mengelap bagian dalam tempat baterai ponsel Anda. Jika kotoran membandel, gunakan sedikit air untuk membantu mengangkatnya. Keringkan area tersebut secepatnya setelah Anda bersihkan.
  • Untuk membersihkan kamera belakang dan flash, gunakan cotton bud yang dicelup air bersih dan gosok dengan gerakan memutar. Begitu lensa kering, segera keringkan dengan sisi lain dari cotton bud Anda agar air tidak mengering dan membekas di lensa.
  • Basahi sedikit kain lap kacamata, namun tidak sampai basah menetes. Usapkan lap tersebut di sepanjang layar dengan gerakan satu arah dari atas ke bawah. Gerakan ini akan menghindari kuman menyebar ke sisi lain ponsel Anda. Jangan mengusap dengan gerakan memutar karena akan menggores layar ponsel Anda.
  • Bersihkan ponsel dengan hati-hati, terutama jika layar ponsel Anda retak. Menggosok terlalu keras akan memperparah keretakan. Selain itu, lebih baik gunakan lap kering saat mengelap layar ponsel Anda untuk menghindari partikel air masuk ke dalam ponsel lewat sela-sela keretakan.
  • Jika Anda melepas screen protector ponsel Anda, pasang kembali yang baru sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera di label produk.
  • Diankan ponsel Anda selama beberapa menit sampai kering sepenuhnya, kemudian nyalakan kembali.
  • Untuk membersihkan aksesoris casing plastik, lap permukaan casing dengan alkohol yang dilarutkan dengan air (60:40) dan cotton bud. Keringkan casing sebelum dipasang kembali.

Untuk membatasi penyebaran penyakit dari ponsel, cobalah untuk tidak saling meminjam ponsel, atau sesekali gosok badan ponsel Anda dengan tisu basah antibakteri. Bahan kimia dalam larutan pembersih dan disinfektan rumah tangga lainnya terlalu keras untuk digunakan membersihkan ponsel, dan malah bisa membuat ponsel Anda rusak.

Pastikan Anda tidak membersihkan ponsel kesayangan Anda dengan pembersih jendela, semprotan aerosol, pelarut, ammonia, pemutih, atau produk abrasif. Pembersih jenis ini akan menodai ponsel Anda dan mengikis lapisan pelindungnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit