Bahaya yang Terjadi Bila Mengganjal Mulut Pakai Sendok Saat Kejang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Di tengah peradaban modern seperti sekarang ini, masih banyak orang yang percaya bahwa untuk menghentikan kejang Anda harus mengganjal mulutnya dengan sendok. Katanya, hal ini dapat mencegah lidah tertelan atau tergigit saat kejang. Padahal menaruh apapun di mulut, termasuk sendok saat kejang tidak disarankan oleh dunia medis. Ini penjelasannya.

Menaruh sendok saat kejang berisiko sebabkan gagal pernapasan

Beberapa orang mungkin mengkhawatirkan lidah akan tertelan saat kejang. Namun, ini salah besar karena lidah menempel pada dasar mulut sehingga tidak mungkin lidah tertelan. Hal lainnya yang mendorong orang menaruh sendok dalam mulut saat kejang adalah takut lidah tergigit.

Memang, kemungkinan lidah tergigit saat kejang sangat besar, sehingga mulut diganjal dengan sendok agar lidah tidak tergigit. Namun sekali lagi ditekankan, menaruh sesuatu di mulut saat kejang tidak akan mencegah lidah tergigit.

Seseorang yang sedang kejang tidak memiliki kontrol penuh atas dirinya. Perlu diingat juga bahwa kejang tak selalu kelojotan. Beberapa orang yang sedang kejang bisa diam mematung, sekujur tubuhnya kaku, termasuk rahangnya. Memaksa mengganjal sendok saat kejang ke dalam mulut dapat menyebabkan gusi terluka hingga rahang dan gigi patah. Gigi yang patah bisa masuk ke dalam saluran napas dan menyumbat saluran napas dan berujung pada henti napas.

Selain itu risiko tersedak juga besar, karena dikhawatirkan apapun benda yang ditaruh di mulut saat kejang dapat tertelan.

Yang sebaiknya dilakukan ketika menangani orang kejang

Dilansir dari WebMD, kejang bisa terjadi karena aktivitas listrik di otak berjalan tidak normal. Ini bisa berlangsung dalam tingkat yang parah sehingga menyebabkan Anda tidak sadar dan kejang –tubuh Anda bergerak tidak terkendali.

Kejang bisa datang tiba-tiba, lama dan tingkat keparahannya bisa bervariasi. Beberapa jenis kejang bisa hanya terjadi dalam waktu singkat dan tidak memerlukan perawatan khusus. Sedangkan, kejang yang lebih parah bisa berlangsung lama dan memerlukan perawatan khusus. Sehingga, penting bagi Anda sebagai anggota keluarga, guru, atau orang lain dapat mengerti apa yang harus dilakukan jika melihat orang kejang.

Berikut ini merupakan hal yang harus dilakukan jika melihat orang kejang:

  • Tetap tenang dan jangan panik, bantu lindungi kepala orang yang kejang. Baringkan ia di sisinya dan taruh bantal di bawah kepalanya agar ia merasa nyaman.
  • Bantu ia untuk bernapas, misalnya dengan mengendurkan dasinya, membuka kancing bajunya, dan lainnya.
  • Jauhkan barang-barang di sekitarnya sehingga ia tidak dapat menyakiti dirinya sendiri
  • Jangan menahan atau mencoba menghentikan gerakannya, kecuali jika berbahaya. Mereka mungkin bisa menjadi lebih agresif jika Anda menahannya. Sebaiknya berbicara dengan lembut untuk meyakinkannya bahwa tindakan yang dilakukannya adalah berbahaya.
  • Jangan berikan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut saat masih kejang. Sebaiknya tunggu sampai kejang selesai untuk memberikan resusitasi dari mulut ke mulut jika orang tersebut tidak bernapas.
  • Segera berikan obat anti kejang sesuai anjuran dokter, jika ada.

Sebaiknya segera cari bantuan medis. Hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat, jika:

  • Orang yang kejang mengalami kesulitan bernapas
  • Orang yang kejang menyakiti dirinya sehingga mengakibatkan luka
  • Orang tersebut kejang di dalam air, sehingga menghirup air
  • Orang tersebut masih mengalami sakit beberapa jam atau beberapa hari setelah kejang

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

Manfaat madu tidak sebatas untuk kesehatan pencernaan dan kecantikan kulit, tapi juga disebut-sebut dapat mempercepat penyembuhan luka. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/10/2019 . 4 menit baca

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri
Hidup Sehat, Psikologi 15/10/2019 . 4 menit baca

Langkah Pertolongan Pertama Ketika Disengat Ikan Pari

Selain tertusuk bulu babi, ada satu lagi ancaman yang mengintai ketika Anda sedang berenang di pantai, yaitu disengat ikan pari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 16/06/2019 . 5 menit baca

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

"Penderita epilepsi tidak boleh berenang." Apa pernyataan itu benar? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/06/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

epilepsi dalam kandungan

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . 3 menit baca
hidup dengan epilepsi

7 Tips Aman Bagi Penderita Epilepsi yang Hidup Sendiri

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020 . 6 menit baca
pertolongan pertama saat jatuh

Panduan Memberi Pertolongan Pada Korban Jatuh dari Ketinggian

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/12/2019 . 4 menit baca
penanganan luka bakar pertolongan pertama

Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 6 menit baca