Apakah Harus Puasa Dulu Sebelum Cek Kolesterol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, Anda wajib cek kadar kolesterol tubuh secara berkala. Jika tidak dikendalikan, kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Anda biasanya akan diminta untuk puasa dulu minimal 10 jam sebelum cek kolesterol. Apa alasannya, ya?

Kenapa harus puasa dulu sebelum cek kolesterol?

Para ahli kesehatan sepakat bahwa puasa sebelum cek koleserol dapat memberikan hasil yang paling akurat. Pasalnya, makanan dan minuman yang Anda konsumsi dapat memengaruhi kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida dalam darah.

Ketika Anda makan, setiap jenis makanan akan dicerna dan disalurkan ke organ-organ tubuh dan darah. Darah yang mengandung zat makanan inilah yang akan dites kadar kolesterolnya. Nah, bila Anda tidak membatasi asupan makanan sebelum tes, maka kemungkinan hasil tes kolesterol menjadi tidak akurat.

Ada yang bilang tidak perlu puasa dulu

Nyatanya, studi terbaru dari University of Copenhagen The Faculty of Health and Medical Sciences mengungkapkan bahwa Anda sebenarnya tidak perlu berpuasa sebelum periksa kadar kolesterol. Para ahli menemukan bahwa kadar kolesterol dan trigliserida pada orang yang puasa maupun tidak puasa sebelumnya menunjukkan hasil tes yang relatif sama.

Menurut Borge Nordestgaard, seorang profesor asal University of Copenhagen, tidak usah berpuasa dulu sebelum periksa kolesterol justru dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan pencegahan komplikasi akibat kolesterol tinggi. Hal ini tentu bermanfaat untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Pada intinya, perlu tidaknya puasa sebelum cek kolsterol tergantung pada kondisi tubuh Anda sendiri. Jika dokter menilai bahwa hasil tes kolesterol Anda nantinya rentan tidak akurat karena beberapa hal, misalnya karena asupan makanan atau obat yang dikonsumsi, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk berpuasa selama 9 sampai 12 jam sebelumnya dan hanya boleh minum air putih.

Biasanya, tes kolesterol dilakukan di pagi hari supaya memudahkan jadwal puasa Anda sebelum tes berlangsung.

Berapa kadar kolesterol normal?

tes kolesterol

American Heart Association (AHA) menganjurkan Anda yang sudah berusia 20 tahun ke atas untuk cek kolesterol secara berkala setiap empat sampai enam tahun sekali.

Dalam satu kali tes kolesterol terdiri dari berbagai jenis kolesterol yang diukur. Untuk mengetahui berapa kadar kolesterol yang dianggap normal, berisiko, dan tinggi, mari kita lihat batasannya berikut ini.

1. Kolesterol total adalah jumlah keseluruhan kolesterol yang ditemukan dalam darah.

  • Normal: 200 mg/dL ke bawah
  • Borderline: 200 sampai 239 mg/dL
  • Tinggi: 240 mg/dL ke atas

2. LDL adalah jenis kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

  • Normal: 100 mg/dL ke bawah
  • Borderline: 130 sampai 159 mg/dL
  • Tinggi: 160 mg/dL ke atas

3. HDL, disebut juga kolesterol baik yang membantu melindungi dari risiko penyakit jantung. Jenis kolesterol ini dapat menghilangkan kelebihan kolesterol jahat (LDL) dalam darah sehingga membantu mencegah penumpukan. Semakin tinggi kadar HDL, maka semakin baik pula kesehatan Anda.

  • Ideal: 60 mg/dL ke atas
  • Normal: 40 mg/dL ke atas untuk laki-laki dan 50 mg/dL ke atas untuk perempuan
  • Rendah: 39 mg/dL ke bawah

4. Trigliserida, kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terlebih bila dibarengi dengan kadar LDL yang tinggi.

  • Normal: 149 mg/dL ke bawah
  • Borderline: 150 sampai 199 mg/dL
  • Tinggi: 200 mg/dL ke atas

Memiliki kadar kolesterol normal adalah kunci penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Maka itu, segera cek kolesterol Anda dan awali dengan berpuasa terlebih dahulu supaya hasilnya semakin akurat. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan tes kolesterol, ya!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca