9 Tanda Tubuh Anda Butuh Lebih Banyak Tidur

Oleh

Saat kita tidur, tubuh dan sistem-sistem organ beristirahat dari kerja keras seharian. Ketika kita begadang, atau waktu tidur tak cukup lama, istirahat tubuh pun tidak sempurna, menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang bahkan bisa berdampak panjang. Sayangnya, banyak orang tak menyadari bahwa mereka sebenarnya butuh lebih banyak tidur. Entah karena kesibukan yang padat, atau memang “merasa kuat”, banyak orang yang selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, hanya sempat tidur dalam waktu yang singkat, dan merasa baik-baik saja karena mungkin bahkan tak merasa mengantuk. Padahal, tubuh Anda mungkin sudah memberi sinyal-sinyal yang memohon pada Anda untuk beristirahat.

Apa saja tanda-tanda tersebut?

Gejala yang dialami saat Anda kurang tidur

1. Selalu merasa lapar

Apabila otak tidak mendapatkan cukup energi dari tidur, maka otak akan mencoba mendapatkannya dari makanan, menurut Chris Winter pemilik dari Charlottesville Neurology and Sleep Medicine di Virginia. Siklus tidur yang tidur yang tidak normal akan mengganggu hormon ghrelin (yang memicu rasa lapar) dan leptin (yang menekan rasa lapar). Penelitan terhadap 12 laki-laki dengan sleep deprivation (kondisi kurang tidur selama berhari-hari) membuktikan bahwa kadar ghrelin mereka lebih tinggi, dan ada rasa lapar yang terus menerus apabila dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki 10 jam tidur.

2. Berat badan meningkat

Kadar ghrelin yang tidak normal juga membuat kita ngidam makanan berlemak dan manis. Saat tubuh bekerja dengan normal, akan ada sinyal yang dikirimkan ke seluruh tubuh saat kita sudah cukup makan. Namun saat kita kelelahan, biasanya kita akan melahap aja saja untuk mencegah kita mengantuk, sehingga tidak jarang kita memilih makanan yang cepat saji dan tidak sehat. Hal ini apabila dibiarkan berkepanjangan dapat mengarah kepada naiknya berat badan.

3. Gegabah dalam membuat keputusan

Saat kekurangan tidur, kita menjadi lebih sulit membuat keputusan yang rasional seperti, Meski kue itu terlihat sangat enak, saya sudah cukup makan hari ini jadi saya tidak akan memaksakan.” Hal ini dapat juga mengarah ke fenomena stress eating. Selain itu kita juga dapat melakukan banyak keputusan yang salah atau mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak kita ucapkan saat kelelahan. Oleh sebab itu, sangat bijak apabila kita memastikan kita tidur cukup sebelum membuat keputusan penting atau menghadiri sebuah meeting besar yang sudah ditunggu-tunggu.

4. Kita menjadi pelupa

Lupa dimana kita meletakkan berkas yang diminta oleh bos? Atau handphone tertinggal di toilet? Kekurangan tidur mungkin adalah penyebabnya. Jangan terlebih dahulu panik bahwa kita mungkin mengalami kehilangan memori jangka pendek. Penelitian dari National Institute of Health membuktikan bahwa tidur membantu otak dalam membuang molekul yang beracun dari otak dan juga membantu memelihara sistem saraf kita untuk jangka panjang.

5. Sulit mengambil keputusan

Sleep deprivation dapat mempengaruhi kemampuan kognitif kita, di mana saat kekurangan tidur kemampuan kita menyelesaikan masalah dan membagi waktu menjadi menurun. Suatu penelitian dilakukan terhadap 2 jenis subjek yaitu subjek dengan istirahat cukup dan subjek yang mengalami sleep deprivation. Kedua kelompok diminta untuk mengerjakan tes, lalu hasilnya dibandingkan. Tidak mengherankan, bahwa hasil tes kelompok subjek dengan sleep deprivation memiiki penurunan akurasi sebesar 2,4% dan subjek dengan cukup tidur mengalami peningkatan akurasi sebesar 4,3%.

6. Emosi menjadi tidak terkendali

Deadline di kantor tiba-tiba menjadi sesuatu yang mencemaskan, atau teman kerja di kantor seakan-akan mencoba untuk membuat kesabaran kita habis. Kekurangan tidur membuat kita lebih rentan terhadap stimulus emosional, baik sedih dan cemas, maupun menjadi gembira namun tidak terkendali.

7. Sering jatuh sakit

Sebuah penelitian di Archives of Interna Medicine terhadap 153 subjek menemukan bahwa subjek yang tidur kurang dari 7 jam sehari memiliki risiko mengalami flu 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan subjek yang tidur lebih dari 8 jam sehari. Kekurangan tidur secara langsung menurunkan sistem imun kita.

8. Kulit terlihat kusam

Saat istirahat, kulit bekerja memperbaiki sel yang rusak sehingga kurang tidur dapat mengganggu proses tersebut. Terlebih lagi kadar estrogen yang tinggi saat kekurangan tidur akan membuat kulit menjadi kusam dan terlihat lebih tua. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu lama, risiko mengalami keriput juga lebih tinggi yang diakibatkan dari menurunnya kadar kolagen kulit.

9. Sering tertidur di sembarang tempat

Tertidur di kursi kantor atau kehilangan beberapa detik saat menyetir adalah gejala dari micro sleep. Kondisi ini disebabkan tubuh yang memaksa dirinya sendiri untuk tidur karena kelelahan. Hal ini cukup berbahaya terutama saat menyetir malam hari dan merupakan 2.2% – 2.6% dari seluruh penyebab kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca