Selain Orang Luar, Ternyata Anda Juga Bisa Merusak Hubungan Asmara Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/11/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Sadar atau tidak, ternyata ada beberapa hal yang membuat Anda merusak hubungan sendiri dengan pasangan. Beberapa kebiasaan tersebut mungkin saja sudah sering dilakukan pada hubungan sebelumnya yang akhirnya berujung pada kandasnya hubungan. Lantas, apa saja tanda bahwa Anda sendiri telah atau sedang merusak hubungan?

Mengapa ada orang yang merusak hubungan sendiri?

beda prinsip

Bersama dengan orang yang sama dalam waktu lama menunjukkan bahwa terdapat komitmen dalam hubungan tersebut.

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, Anda mungkin mulai membalas pesan terlalu singkat, menghindari pembicaraan tentang hubungan, hingga membatalkan kencan sepihak.

Tentu saja hal tersebut membuat pasangan Anda kecewa dan kesal hingga memutuskan untuk mengakhiri hubungan. 

Jika Anda sering mengalami kondisi di atas, kemungkinan besar ada hal yang membuat Anda sendiri merusak hubungan dengan pasangan. Mengapa demikian?

Menghindari rasa sakit

sikap pria saat putus cinta

Bagi sebagian orang, merusak hubungan sedang yang dijalani dengan pasangan sering kali dilakukan untuk menghindari rasa sakit.

Suka atau tidak, hampir sebagian besar orang menganggap bahwa cinta dapat menimbulkan luka yang mendalam. Terlebih lagi ketika Anda ditinggal saat sedang benar-benar jatuh cinta kepada orang tersebut. 

Oleh sebab itu, dilansir dari Psych Alive, kebanyakan orang tanpa sadar menyabotase hubungannya sendiri karena takut merasakan sakit dari hubungan cinta yang sedang dijalaninya.

Melindungi diri sendiri

pacaran lama putus

Mungkin sebagian orang akan memilih untuk melindungi diri sendiri meskipun harus merusak hubungan asmara yang sedang dijalani.

Membangun benteng pertahanan agar tidak merasakan sakit mungkin jadi pilihan meski hubungan tersebut akhirnya berakhir.

Misalnya, pasangan berniat untuk serius, tetapi Anda tak pernah membolehkannya datang ke rumah untuk bertemu orangtua.

Lagi-lagi, hal ini didasari karena Anda punya ketakutan bahwa saat Anda sudah berharap terlalu besar, ia malah meninggalkan Anda.

Hal tersebut bisa saja dilakukan karena Anda mungkin pernah merasakan sakit yang tidak terlupakan di masa lalu.

Akibatnya, Anda merasa ketakutan hingga akhirnya membuat benteng pertahanan yang bisa merusak hubungan sendiri.

Tanda Anda sudah mulai merusak hubungan sendiri

Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebab seseorang merusak hubungan dirinya sendiri dengan pasangannya, mari kenali tanda-tanda tersebut. 

1. Menghindari pembicaraan tentang komitmen

menikah dilamar lamaran tunangan pasangan pilih-pilih pasangan

Salah satu tanda dari seseorang yang merusak hubungan sendiri adalah mereka sering menghindari pembicaraan mengenai komitmen.

Misalnya, Anda sering berpikir jika Anda dan pasangan sudah berkomitmen, akan sulit untuk melepaskan diri ketika hubungan ini tidak menjadi baik.

Atau Anda mungkin beranggapan bahwa pasangan berkemungkinan akan meninggalkan di kemudian seperti mantan terdahulu.

Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang akhirnya membuat Anda cenderung menghindari obrolan seputar komitmen.

2. Sering menyangkal perasaan pasangan

memulihkan diri pasangan manipulatif

Menyangkal perasaan pasangan ketika hal tersebut benar adanya adalah salah satu bentuk pelecehan emosional dalam hubungan. 

Misalnya, pasangan Anda mengatakan bahwa dia kesal karena Anda tidak membalas pesan atau membatalkan kencan tiba-tiba.

Anda tahu bahwa hal tersebut salah, tetapi berani menyangkal perasaan mereka dengan menganggap hal tersebut kesalahan pasangan.  Situasi ini biasanya disebut sebagai gaslighting. 

Menurut Psychology Today, gaslighting adalah bentuk manipulasi yang dilakukan secara terus menerus.

Akibatnya, korban atau pasangan Anda meragukan dirinya sendiri meskipun dia benar hingga akhirnya ia tak lagi merasa benar.

Secara perlahan, Anda menciptakan kendali yang tidak merata dalam sebuah hubungan. Hal ini ternyata sering terjadi dan tentu saja bisa merusak hubungan Anda sendiri. 

3. Sering cemburu dan merasa takut berlebihan

pacar cemburuan

Selain sering memanipulasi pasangan dan menghindari pembicaraan komitmen, ternyata sering cemburu juga termasuk tanda Anda sedang merusak hubungan sendiri. 

Cemburu adalah perasaan yang sangat wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Namun, hal tersebut termasuk berlebihan jika Anda sampai mengendalikan pasangan.

Terlalu sering menanyakan keberadaan pasangan dan merasa cemas berlebihan ketika mereka tidak berada di samping Anda tentu akan membuatnya risih.

Tidak hanya itu, cemburu juga dapat menghancurkan rasa sayang dan menimbulkan pertengkaran yang tidak pernah usai. 

Bagi pasangan yang mungkin tidak sabar, hubungan ini akan sangat melelahkan dan membuat mereka memilih untuk mengakhiri hubungan tersebut. 

4. Mengkritik semua yang pasangan lakukan

menghadapi pasangan yang tidak mau mengalah

Sebenarnya, kritik dibutuhkan oleh semua orang agar mereka bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Akan tetapi, terlalu sering mengkritik pasangan bahkan terhadap hampir semua hal yang ia lakukan tentu tidak baik. 

Hal ini bisa menumbuhkan perasaan benci kepada Anda karena mengganggap semua hal yang dia lakukan salah.

Lebih buruknya lagi, pasangan bisa merasa jenuh dan memilih untuk mengakhiri hubungan tersebut karena Anda sulit merasa puas. 

Oleh karena itu, sering mengkritik pasangan termasuk dalam tanda bahwa Anda sudah mulai merusak hubungan sendiri. 

Jika sedang mengalami keempat tanda di atas, kemungkinan besar Anda sedang atau mulai merusak hubungan asmara sendiri.

Cobalah untuk menginstrospeksi diri Anda dan tanyakan kepada pasangan untuk menjadi lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/05/2020 . 4 menit baca

Sering Disebut Pelampiasan, Apakah Hubungan Rebound Bisa Bertahan Lama?

Hubungan rebound adalah hubungan yang Anda jalani tepat setelah putus dari mantan. Nah, apakah hubungan rebound yang Anda jalani bisa bertahan lama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/05/2020 . 5 menit baca

Penyebab Kencan Online Selama Pandemi Begitu Diminati

Siapa sangka kini pertemuan tatap muka dikalahkan oleh fenomena kencan online selama pandemi COVID-19 berlangsung? Apa yang membuat hal ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 06/05/2020 . 6 menit baca

5 Alasan Seseorang Memiliki Ketertarikan Fisik pada Orang Lain

Banyak tips untuk meningkatkan ketertarikan pasangan pada penampilan fisik. Namun, apa sebetulnya yang membuat seseorang tertarik pada pasangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Seks & Asmara 05/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . 6 menit baca