Kenapa, Sih, Move On dari Mantan Itu Sulit?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tak mudah memang sembuh dari patah hati akibat putus cinta. Namun, jika Anda mau dan berusaha untuk move on itu tidak akan sulit. Ada beberapa hal yang membuat move on menjadi sulit. Ini bisa karena sikap Anda sendiri yang tidak Anda sadari sebenarnya menolak untuk move on dari hubungan yang dulu. Berikut beberapa alasan Anda susah move on dari mantan.

5 Alasan mengapa move on dari mantan itu tidak mudah

1. Merasa sangat terpuruk akibat putus

seks bisa atasi depresi

Wajar jika merasa sedih setelah putus dari pasangan, tapi membuat perasaan itu jadi berlarut-larut malah bikin Anda tambah sulit move on. Bukannya berpikir logis dan realistis, Anda akan terjebak dalam kesedihan.

Jangan juga membesar-besarkan masalah ini, misalnya meyakinkan diri bahwa Anda tidak akan lupa kenangan dan rasa sakit akibat pisah dengan mantan. Pikiran dan perasaan seperti ini justru bikin Anda makin susah move on.

Singkirkan pikiran buruk itu dan yakinkan diri bahwa Anda bisa menjalani hari-hari selanjutnya tanpa sang mantan.

2. Menyalahkan diri sendiri

Banyak orang yang susah move on dari mantan karena menyalahkan dirinya sendiri, menganggap bahwa dirinya yang membuat hubungan asmara kandas. Mungkin Anda akan sering mengatakan pada diri sendiri “jika saja saya tidak begitu” atau “coba waktu itu saya tidak melakukannya”. Anda terus saja berandai-andai dan memposisikan bahwa semua yang terjadi adalah kesalahan Anda.

Jika Anda terus menyalahkan diri sendiri, rasa sakit dan sedih setelah putus dari mantan tak kunjung hilang. Malah akan semakin membuat Anda tertekan, stres, bahkan depresi.

Toh, menyalahkan diri akan masalah yang sudah berlalu tidak akan membuat memperbaiki keadaan Anda saat ini. Jadi, belajarlah menerima bahwa ini memang masalah yang harus Anda hadapi.

3. Menolak untuk menerima bahwa semuanya sudah berakhir

posisi duduk memperbaiki mood depresi

Untuk benar-benar bisa move on, Anda harus mau melepaskan masalah yang lalu sepenuhnya. Memang tidak akan mungkin bisa lupa dan hilang dalam waktu yang singkat, tapi usahakan untuk menerimanya dikit demi sedikit.

Banyak orang setelah putus cinta masih saja mengharapkan kesempatan untuk balikan dengan mantannya, merasa hubungan asmara belum benar-benar berakhir.

Jika memang sudah berpisah dan keputusan yang sebelumnya sudah diambil dengan mantap, jangan lagi berharap dengan sang mantan. Hal ini hanya akan membuat Anda susah move on, menyiksa diri, bahkan menutup kesempatan untuk menjalin hubungan baru.

4. Merasa separuh hidupnya hilang

depresi pagi hari

Mungkin akan semakin susah move on jika sudah terlalu lama menjalin hubungan. Apalagi jika saat masih bersama, hampir setiap hari bertemu. Sekarang setelah putus, Anda akan merasa ada yang berbeda dan hilang dari rutinitas Anda.

Tak melulu harus seperti itu, mungkin sulit, tapi sebelum Anda bertemu dengan sang mantan, Anda tetap bisa hidup seperti biasa, bukan? Pikirkan hal yang positif dan hilangkan prasangka yang akan membuat Anda semakin nelangsa dan menjadi susah move on.

Anda bisa melakukan aktivitas yang baru lainnya dan tidak memikirkan hal-hal yang bersangkutan dengan mantan Anda dan membuat Anda susah melupakannya.

5. Tidak bisa menerima masukan dari orang lain

Depresi Terselubung

Bagi sebagian orang, bercerita dengan orang terdekat adalah cara pulih dari rasa sakit akibat perpisahan. Anda biasanya memilih untuk membagi rasa sakit ini pada teman Anda untuk melegakan perasaan dan pikiran Anda.

Teman bisa menjadi pendengar yang baik, menyediakan bahu untuk Anda menangis. Namun, cepat atau lambat, seorang teman juga mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak ingin Anda dengar. Misalnya minta Anda untuk segera move on dan memberikan kritikan tentang kesalahan Anda di hubungan yang sudah kandas itu.

Mungkin akan terdengar semakin menyakitkan jika teman sendiri menyalahkan Anda. Namun, jika memang adanya seperti itu, tidak ada salahnya untuk mendengarkan teman kritik dan saran dari teman Anda. Ini juga akan membantu Anda untuk tidak melakukan hal yang sama di hubungan baru selanjutnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca