7 Tips Agar Pernikahan Tetap Romantis Meski Sudah Lama Menikah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Pernikahan yang bahagia sampai akhir hayat memang menjadi impian semua orang. Memang harapan tersebut terdengar klise, namun banyak juga pasangan yang berhasil mempertahankan cintanya sampai tua. Ya, cinta, satu kata itu terkadang membingungkan. Kadang cinta datang tiba-tiba, dan hilang begitu saja. Tapi, tahukah Anda saat Anda melakukan aktivitas yang dikaitkan dengan ‘cinta’, tubuh akan melepas hormon oksitosin? Hormon ini dikenal juga sebagai hormon cinta. Hormon ini akan membuat Anda merasa bahagia dan euphoria.

Penting bagi Anda untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga. Sayangnya, jalan menuju pernikahan yang harmonis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Anda akan menemui banyak pertentangan, perbedaan pendapat, sehingga terkadang sikap romantis yang dimiliki pasangan pun berkurang. Setiap orang memiliki level romantis yang berbeda-beda. Namun, terkadang rasa ini diperlukan agar pernikahan tetap segar, seperti baru menikah. Bagaimana solusinya agar pernikahan tetap romantis dan penuh antusiasme seperti saat Anda pertama kali tinggal seatap?

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

Apa saja yang perlu dilakukan agar pernikahan tetap romantis?

Kunci utama agar hubungan Anda tetap hangat adalah bersikap sebagai teman. Anda pasti sering melihat teman mengunggah foto di social media ketika berlibur dengan pasangannya, foto tersebut memperlihatkan keromantisan mereka. Namun, apakah hubungan mereka benar-benar bersinar di kehidupan nyata? Kita tidak tahu pasti jawabannya, dan tidak perlu menduga-duga.

Romantisme hubungan tidak hanya dilihat dari berapa banyak perjalanan wisata yang sepasang suami istri lalui. Justru romantisme mulai terbentuk pada keseharian kita. Bersikap sebagai teman adalah dasar dari kuatnya sebuah hubungan, lalu apa saja caranya agar hubungan Anda kuat?

1. Jaga komunikasi

Jika Anda membangun komunikasi baik dengan teman, tentu Anda juga bisa membangun komunikasi baik dengan pasangan Anda. Perhatikan apa yang pasangan pikirkan, dan rasakan, cobalah untuk selalu bertanya kegiatannya hari ini. Anda bisa meluangkan waktu sekitar 15 menit setiap malamnya, hanya untuk mengobrol santai dan bercengkrama.

2. Tunjukkan penghargaan untuk dirinya

Dalam hubungan rumah tangga, tentu baik suami, maupun istri memiliki perannya masing-masing. Kadang salah satu di antaranya, atau bahkan keduanya, tidak peka dengan tugas-tugas kecil, contohnya menyetrika baju. Tidak ada salahnya Anda mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil pada pasangan Anda. Dia mungkin juga tidak pernah berharap ucapan tersebut, namun tentunya satu kata ‘terima kasih’ akan membuat hatinya senang, merasa diperhatikan. Semua orang senang, bukan, ketika mendapatkan apresiasi atas usahanya?

3. Tunjukkan kebaikan

Ketika terjadi perdebatan atau pertengkaran, pasangan bersikap tidak baik seperti biasa. Ketika hal itu terjadi, biasanya kita akan balik membalas dengan bersikap tidak baik juga. Anda tahu bahwa kebaikan itu menular? Maka, cobalah beberapa cara sederhana, seperti mendengarkan dengan seksama ketika pasangan berkeluh kesah, menghindari balasan kasar, membantunya mengerjakan tugas rumah ketika ia sibuk, atau Anda bisa selipkan catatan kecil tentang cinta kepada pasangan Anda.

BACA JUGA: 6 Sumber Stres Utama di Dalam Pernikahan

4. Cobalah mengerti keadaannya

Ingin dimengerti merupakan perasaan yang alami. Benar juga adanya kita tidak dapat sepenuhnya mengerti apa yang pasangan kita rasakan. Tetapi, cobalah untuk selalu mengungkapkan dukungan ketika ia sedang kecewa atau terpuruk. Bisa juga dengan memberikan saran-saran yang membangun. Seperti petuah, kita harus memberi terlebih dahulu, baru menerima.  Sama halnya dengan Anda harus mengerti dulu perasaannya, baru dimengerti.

5. Buat tradisi romantis

Berpelukan dan berciuman termasuk ke dalam aktivitas cinta, tentunya hal ini dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin. Selain membuat Anda bahagia, hormon ini juga memiliki efek seperti membentuk empati, kepercayaan dalam hubungan, dan perasaan terikat. Anda bisa melakukan pelukan dan ciuman sebanyak mungkin, asal tidak mengganggu lingkungan sekitar.

6. Cari kesempatan untuk melakukan seks romantis

Ketika sudah memiliki anak, tentunya Anda dan pasangan merasa tidak seleluasa dulu, apalagi kalau anak-anak Anda sudah beranjak dewasa. Anda tetap bisa mencari celah untuk membangkitkan seks romantisme itu, berikut beberapa tipsnya:

  • Anda dan pasangan bisa bangun lebih pagi, lalu lakukan foreplay di kamar mandi.
  • Anda juga bisa memilih musik untuk menjadi suara latar saat melakukan hubungan seks, jadi kecil kemungkinan seseorang akan mendengarkannya. Pastikan juga, Anda sudah mengunci kamar.
  • Anda bisa menjadwalkan seks saat semua anggota keluarga sudah pergi tidur, jadi aktivitas seksual tidak terganggu. Tentunya, Anda juga bisa melakukannya saat orang-orang rumah pergi keluar, dengan begitu Anda dan pasangan tertantang berpacu dengan waktu sampai anggota keluarga Anda pulang. Rasanya seperti kembali muda, bukan?

BACA JUGA: 10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

7. Bersenang-senang

Anda bisa melakukan hal yang menyenangkan, atau pergi berwisata. Tentu saja, pemandangan berbeda dari biasanya membuat suasana jadi segar, tidak membosankan. Liburan bersama juga bisa mengganti waktu-waktu yang hilang.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatasi Patah Hati?

Mengatasi patah hati adalah hal yang kompleks. Ada harapan yang pupus dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
hubungan berjalan terlalu cepat

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020